Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Gila! Portugal Lolos Final Piala Dunia U-17 Usai Kalahkan Brasil Lewat Adu Penalti Paling Mendebarkan

gila portugal lolos final piala dunia u 17 usai kalahkan brasil lewat adu penalti paling mendebarkan portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Pertandingan semifinal Piala Dunia U-17 2025 di Aspire Zone, Al Rayyan, Qatar, pada Senin (24/11) malam WIB menjadi saksi bisu sebuah drama sepak bola yang tak terlupakan. Portugal U-17 berhasil mengamankan tiket final setelah menaklukkan raksasa Amerika Selatan, Brasil, dengan skor 6-5 dalam adu penalti yang penuh ketegangan, menyusul hasil imbang 0-0 di waktu normal.

Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pertarungan mental dan strategi antara dua kekuatan sepak bola muda dunia. Ribuan pasang mata di stadion dan jutaan lainnya di layar kaca dibuat menahan napas hingga detik terakhir.

banner 325x300

Babak Pertama: Adu Taktik dan Ketatnya Pertahanan

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Brasil langsung menunjukkan dominasinya. Tim muda Selecao mengambil inisiatif untuk menguasai bola, membangun serangan dari lini belakang, dan mencoba membongkar pertahanan Portugal yang kokoh. Mereka tampak bertekad untuk mencetak gol cepat.

Di sisi lain, Portugal memilih pendekatan yang lebih pragmatis. Mereka bermain lebih menunggu, membiarkan Brasil menguasai bola di area tengah, sembari mencari celah untuk melancarkan serangan balik cepat yang mematikan. Strategi ini menunjukkan kedewasaan taktis dari skuad muda Eropa tersebut.

Hampir 15 menit pertama, tekanan Brasil memang terasa begitu kuat. Pertahanan Portugal diuji berkali-kali, namun mereka mampu bertahan dengan disiplin. Perlahan tapi pasti, Portugal mulai menemukan ritme permainannya dan berhasil keluar dari tekanan yang diberikan Brasil.

Pada menit ke-23, Brasil sempat mengancam gawang Portugal melalui tendangan keras Wenderson Wanderley Santos de Melo, yang akrab disapa Dell. Namun, tembakan berbahaya tersebut masih mampu diblok dengan sigap oleh barisan bek Portugal, menggagalkan peluang emas.

Tak mau kalah, Portugal juga memberikan balasan. Mereka mengancam gawang Brasil melalui sebuah tendangan bebas melengkung yang dieksekusi dengan indah. Sayangnya, bola masih mampu ditangkap dengan tenang oleh kiper Brasil, menjaga skor tetap imbang.

Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, tidak ada gol yang tercipta dari kedua tim. Skor kacamata 0-0 menjadi cerminan dari ketatnya pertahanan dan kehati-hatian kedua tim dalam menjaga gawang mereka.

Babak Kedua: Intensitas Meningkat, Peluang Emas Terbuang

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Kedua tim tampak lebih berani dalam melancarkan serangan, menyadari bahwa waktu semakin menipis untuk mencetak gol penentu. Portugal mulai menunjukkan taringnya dengan lebih agresif.

Pada menit ke-63, Portugal membuka peluang emas lewat tembakan Santi Verdi. Namun, dewi fortuna belum berpihak padanya, tembakan Santi Verdi masih melenceng tipis di sisi kiri gawang Brasil, membuat para pendukung Portugal menghela napas kecewa.

Momen krusial terjadi tak lama setelah itu. Pertandingan sempat dihentikan sejenak karena salah satu pemain Portugal, Duarte Lopes Cunha, tergeletak di lapangan usai kakinya diinjak oleh bek Brasil, Luis Felipe Pacheco. Insiden ini memicu protes keras dari bangku cadangan Portugal.

Pelatih Portugal segera meminta wasit untuk mengecek Video Assistant Referee (VAR) guna memastikan keadilan. Setelah peninjauan VAR, wasit memutuskan untuk memberikan kartu kuning kepada Luis Felipe Pacheco, sebuah keputusan yang cukup melegakan bagi kubu Portugal.

Di menit ke-78, Portugal kembali mendapatkan peluang terbuka yang sangat menjanjikan melalui Anisio. Namun, tembakan Anisio kali ini masih melambung tinggi di atas mistar gawang Brasil, menambah daftar panjang peluang yang terbuang sia-sia.

Brasil tidak tinggal diam. Pada menit ke-87, kapten mereka, Ze Lucas, mengancam gawang Portugal melalui tendangan voli akrobatik yang spektakuler. Sayangnya, tembakannya masih melambung tipis di atas mistar gawang Portugal, membuat gol yang nyaris tercipta itu hanya menjadi kenangan.

Hingga peluit panjang babak kedua berbunyi, tidak ada satu pun gol yang berhasil diciptakan oleh kedua tim. Skor 0-0 bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti yang sudah diprediksi akan sangat mendebarkan.

Drama Adu Penalti: Ujian Mental di Titik Putih

Adu penalti selalu menjadi panggung drama tersendiri dalam sepak bola. Ini adalah ujian mental, ketenangan, dan keberanian bagi setiap pemain yang melangkah ke titik putih. Tekanan di Aspire Zone terasa begitu mencekam, dengan kedua tim saling menatap penuh harap dan cemas.

Penendang pertama Portugal, Tomas Soares, menunjukkan ketenangan luar biasa. Dengan percaya diri, ia sukses mengecoh kiper Brasil dan membawa timnya unggul 1-0. Sorakan kegembiraan langsung membahana dari tribun pendukung Portugal.

Brasil membalas lewat eksekutor pertamanya, Dell. Meskipun arah bola sudah terbaca oleh kiper Portugal, Dell berhasil menceploskan bola dengan sempurna, membuat skor kembali imbang 1-1.

Martim Chelmik, penendang kedua Portugal, juga tampil gemilang. Ia sukses mengecoh kiper Brasil dengan tendangan akuratnya, mengubah skor menjadi 2-1. Keunggulan kembali berada di tangan Portugal.

Eksekutor kedua Brasil, Tiago, tak mau kalah. Ia menjalankan tugasnya dengan baik, meski arah bola kembali bisa dibaca kiper Portugal. Skor pun berubah menjadi 2-2, menunjukkan ketatnya persaingan.

Santi Verdi, penendang ketiga Portugal, dengan tenang berhasil mengecoh kiper Brasil, membawa timnya unggul 3-2. Setiap gol seolah menjadi penawar ketegangan yang terus meningkat.

Sang kapten Brasil, Ze Lucas, tampil sebagai eksekutor ketiga. Dengan penuh tanggung jawab, ia sukses mengecoh kiper Portugal, membuat kedudukan kembali imbang 3-3. Mentalitas juara Brasil terlihat jelas.

Yoan Pereira, penendang keempat Portugal, juga menunjukkan kelasnya. Ia sukses mengecoh kiper Brasil, mengubah skor menjadi 4-3. Portugal semakin dekat dengan kemenangan.

Eksekutor keempat Brasil, Luis Felipe Pacheco, yang sebelumnya mendapat kartu kuning, berhasil membayar kesalahannya. Ia dengan tenang mengecoh kiper Portugal, membuat skor kembali imbang 4-4.

Momen Krusial: Penalti Gagal yang Mengguncang

Drama mencapai puncaknya pada penendang kelima. Romario Cunha, kiper Portugal yang juga menjadi eksekutor, mengambil tendangan. Namun, sayang seribu sayang, tembakannya melambung deras di atas mistar gawang Brasil. Skor tetap 4-4, harapan Portugal sempat tertunda.

Kini giliran eksekutor kelima Brasil, Ruan Pablo, yang memiliki kesempatan emas untuk mengunci kemenangan. Namun, nasib berkata lain. Tembakannya membentur tiang gawang! Kesempatan emas terbuang, dan skor tetap 4-4, membuat semua orang di stadion menahan napas.

Pertandingan harus dilanjutkan ke babak "sudden death". Penendang keenam Portugal, Joao Aragao, dengan tenang mampu mengecoh kiper Brasil. Skor berubah 5-4, tekanan kembali ke Brasil.

Eksekutor keenam Brasil, Gabriel Mec, menunjukkan mental baja. Ia berhasil menceploskan bola dengan baik, membuat skor kembali imbang 5-5. Pertarungan mental ini benar-benar menguras emosi.

Penendang ketujuh Portugal, Jose Neto, melangkah maju dengan penuh keyakinan. Dengan tendangan yang terukur, ia sukses menjalankan tugasnya dengan baik untuk mengubah skor menjadi 6-5. Kini, nasib Brasil ada di tangan penendang terakhir mereka.

Klimaks dan Pesta Portugal

Angelo, eksekutor ketujuh Brasil, memikul beban berat di pundaknya. Ia harus mencetak gol untuk menjaga asa Brasil. Namun, di bawah tekanan yang luar biasa, tembakannya melambung tinggi dari atas gawang Portugal. Kegagalan!

Seketika, peluit panjang berbunyi dan para pemain Portugal langsung merayakan kemenangan dramatis mereka. Skor akhir 6-5 (0-0) lewat adu penalti mengantarkan Portugal lolos ke final Piala Dunia U-17. Kegembiraan tak terbendung, air mata haru mengalir di wajah para pemain dan staf pelatih.

Di sisi lain, para pemain Brasil tampak terpukul dan tak kuasa menahan kesedihan. Mimpi mereka untuk meraih gelar juara dunia harus kandas di babak semifinal lewat cara yang paling menyakitkan.

Portugal kini berhak melaju ke partai puncak. Mereka akan menghadapi Austria dalam pertandingan final yang dijadwalkan berlangsung di Khalifa International Stadium, Al Rayyan, pada Kamis (27/11) malam WIB. Pertandingan ini diprediksi akan kembali menyajikan tontonan yang tak kalah seru.

banner 325x300