Super League 2025/2026 baru saja melewati separuh perjalanan, namun drama di balik layar sudah mencapai puncaknya. Tujuh klub peserta kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini secara mengejutkan telah melakukan bongkar pasang pelatih. Keputusan drastis ini diambil demi menyelamatkan performa tim atau bahkan mengejar ambisi juara.
Fenomena "kursi panas" pelatih memang bukan hal baru di dunia sepak bola, namun intensitasnya di Super League musim ini patut jadi sorotan. Klub-klub tak ragu mengambil langkah tegas di tengah musim, menunjukkan betapa tingginya tekanan dan ekspektasi yang menyelimuti setiap tim.
Mengapa Para Pelatih Berjatuhan?
Berbagai alasan melatarbelakangi keputusan klub untuk mengganti juru taktik mereka. Performa yang tidak konsisten menjadi faktor utama, terutama bagi tim-tim yang memiliki target tinggi namun justru terdampar di papan tengah atau bawah. Tekanan dari suporter dan manajemen pun tak bisa dihindari.
Selain itu, masalah finansial juga kerap menjadi pemicu, seperti yang dialami beberapa klub besar. Ada pula klub promosi yang tak ingin hanya numpang lewat di Super League, sehingga berani berinvestasi pada pelatih baru demi menghindari zona degradasi. Ini dia tujuh klub yang sudah ganti pelatih di Super League 2025/2026.
Persebaya Surabaya: Bajul Ijo Cari Sentuhan Emas
Pengumuman Bernardo Tavares sebagai pelatih baru Persebaya Surabaya menjadi berita paling hangat jelang putaran kedua. Mantan arsitek PSM Makassar ini kembali ke Liga Indonesia setelah sempat hengkang karena isu finansial klub lamanya. Harapan besar kini diemban Tavares untuk mendongkrak performa Bajul Ijo.
Persebaya memang sedang dalam fase inkonsisten. Mereka tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan koleksi 19 angka, hasil dari empat kemenangan, tujuh imbang, dan tiga kekalahan. Lima laga terakhir bahkan berakhir seri tanpa kemenangan penuh, sebuah catatan yang mengecewakan bagi tim sekelas Persebaya.
Sebelumnya, Persebaya telah memecat Eduardo Perez, yang baru enam bulan menukangi tim sejak diumumkan jelang Super League 2025/2026. Manajemen enggan meneruskan kerja sama karena hasil yang dianggap jauh dari ekspektasi. Kedatangan Tavares diharapkan bisa membawa angin segar dan mengembalikan kejayaan Bajul Ijo.
Semen Padang: Laskar Kabau Sirah Berjuang dari Zona Merah
Semen Padang terseok-seok di papan bawah Super League 2025/2026, memicu keputusan cepat dari manajemen. Eduardo Almeida resmi dipecat demi menyelamatkan Laskar Kabau Sirah dari jurang degradasi. Mereka kini mengantongi 10 poin dari 14 pekan pertandingan, bertengger di peringkat ke-16.
Harapan untuk keluar dari zona merah kembali menyala setelah klub mengumumkan Dejan Antonic sebagai pelatih baru. Sentuhan Dejan langsung terasa, terbukti dengan kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta pada Senin (22/12). Kemenangan ini membuka asa besar bagi Semen Padang untuk bertahan di kasta tertinggi.
PSM Makassar: Juku Eja Rela Lepas Juru Taktik Juara
Kisah manis Bernardo Tavares bersama PSM Makassar harus berakhir pada 1 Oktober lalu. Pelatih yang sukses mempersembahkan gelar juara Liga 1 2022/2023 itu terpaksa angkat kaki karena masalah finansial yang membelit klub. Kepergiannya menjadi pukulan telak bagi Juku Eja.
Selain persoalan dana, PSM Makassar juga kesulitan bersaing di papan atas klasemen Super League 2025/2026. Mereka sempat berkutat di peringkat belasan sebelum perlahan menanjak ke posisi yang lebih baik. Kehilangan Tavares tentu menyisakan lubang besar di tim.
Pasukan Juku Eja kemudian merekrut pelatih asal Republik Ceko, Tomas Trucha, sebagai pengganti. Pembaruan di kursi kepelatihan ini membawa dampak positif, kini PSM Makassar berada di peringkat keenam klasemen sementara, menunjukkan tren peningkatan performa.
Persik Kediri: Macan Putih Ingin Lebih Ganas
Persik Kediri menjadi klub keempat yang melakukan pergantian pelatih di paruh musim ini. Meskipun tidak berada di zona degradasi, manajemen Macan Putih merasa performa tim belum optimal. Mereka ingin Persik Kediri tampil lebih agresif dan bersaing di papan atas.
Pelatih sebelumnya, Budi Sudarsono, dianggap gagal membawa konsistensi yang diharapkan. Kini, Persik Kediri menunjuk pelatih asal Argentina, Marcelo Gallardo, yang dikenal dengan filosofi menyerang. Diharapkan Gallardo bisa membuat Macan Putih lebih ganas di sisa musim.
Borneo FC Samarinda: Pesut Etam Tak Mau Kehilangan Arah
Borneo FC Samarinda memulai musim dengan cukup menjanjikan, namun performa mereka belakangan mulai menurun. Meskipun masih berada di posisi lima besar, manajemen Pesut Etam tidak ingin mengambil risiko. Mereka khawatir tren negatif ini akan menggagalkan ambisi juara.
Pelatih lokal yang sebelumnya memimpin tim, Ricky Nelson, harus merelakan posisinya. Sebagai gantinya, Borneo FC mendatangkan juru taktik asal Spanyol, Luis Milla, yang memiliki rekam jejak bagus di Indonesia. Kedatangan Milla diharapkan bisa mengembalikan fokus dan konsistensi Pesut Etam.
RANS Nusantara FC: The Phoenix Ingin Terbang Tinggi
Sebagai salah satu tim promosi, RANS Nusantara FC menghadapi tantangan berat di Super League 2025/2026. Mereka kesulitan bersaing dan kerap menjadi lumbung gol bagi tim lawan. Berada di zona degradasi membuat manajemen harus bertindak cepat.
Pelatih yang membawa mereka promosi, Rahmad Darmawan, akhirnya dilepas dengan berat hati. RANS Nusantara FC kemudian menunjuk mantan pelatih timnas U-19, Shin Tae-yong, untuk menyelamatkan The Phoenix. Pengalaman Shin dalam membangun tim diharapkan bisa mengangkat performa RANS di paruh kedua musim.
Bhayangkara FC: The Guardian Cari Konsistensi
Bhayangkara FC dikenal sebagai tim dengan materi pemain berkualitas, namun musim ini mereka kesulitan menemukan konsistensi. Berada di papan tengah, jauh dari target awal untuk bersaing di papan atas, membuat manajemen The Guardian gerah. Mereka membutuhkan perubahan signifikan.
Pelatih asal Belanda, Robert Alberts, yang sebelumnya menukangi Bhayangkara FC, harus mengakhiri masa baktinya. Untuk mengisi kekosongan, Bhayangkara FC merekrut pelatih asal Portugal, Paulo Sergio, yang dikenal dengan gaya permainan pragmatis namun efektif. Diharapkan Paulo bisa membawa stabilitas dan konsistensi yang dibutuhkan tim.
Dampak dan Prediksi Paruh Kedua
Pergantian pelatih secara masif ini tentu akan membawa dampak besar pada peta persaingan Super League. Beberapa tim mungkin akan langsung merasakan efek positif, sementara yang lain membutuhkan waktu adaptasi. Paruh kedua musim dipastikan akan semakin menarik dan penuh kejutan.
Tekanan bagi para pelatih baru akan sangat tinggi, mengingat mereka harus segera menunjukkan hasil. Bagi klub, ini adalah pertaruhan besar yang bisa menentukan nasib mereka di Super League. Siapa yang akan sukses dengan keputusan berani ini? Hanya waktu yang bisa menjawab.


















