banner 728x250

Erick Thohir Guncang Olahraga Nasional: Cabor Prioritas Indonesia Bertambah Jadi 21, Siapa yang Untung?

erick thohir guncang olahraga nasional cabor prioritas indonesia bertambah jadi 21 siapa yang untung portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, kembali membuat gebrakan yang akan mengubah peta olahraga nasional. Ia berencana menambah jumlah cabang olahraga (cabor) prioritas Indonesia dari 17 menjadi 21. Keputusan ini tentu saja memicu banyak pertanyaan dan harapan baru bagi masa depan prestasi olahraga tanah air.

Revisi DBON: Pondasi Baru Olahraga Indonesia

banner 325x300

Langkah strategis ini bukan sekadar penambahan angka, melainkan bagian dari revisi besar pada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Erick Thohir menegaskan bahwa DBON akan dirombak total untuk mengakomodasi visi baru dalam pembinaan dan pengembangan atlet. Ini menunjukkan komitmen serius pemerintah untuk menciptakan ekosistem olahraga yang lebih kompetitif dan berorientasi prestasi.

Saat ini, empat cabor tambahan sedang dalam tahap pembahasan intensif dengan berbagai pihak terkait. Sementara itu, 17 cabor yang sudah lebih dulu masuk daftar prioritas adalah atletik, panahan, sepeda, dayung, senam, angkat besi, bulu tangkis, taekwondo, karate, wushu, panjat tebing, menembak, pencak silat, renang, sepak bola, bola basket, dan bola voli. Daftar ini mencakup olahraga individu dan tim yang memiliki potensi besar di kancah internasional.

Sistem Promosi dan Degradasi: Tak Ada Lagi Zona Nyaman

Salah satu poin paling menarik dari kebijakan baru ini adalah penerapan sistem promosi dan degradasi. Erick Thohir menjelaskan bahwa tidak ada cabor yang bisa berpuas diri hanya karena sudah masuk daftar 21 prioritas. Setiap cabor akan terus dievaluasi berdasarkan performa dan kontribusinya terhadap prestasi bangsa.

"Ketika cabor-cabor lain yang bisa memberikan prestasi lebih daripada yang ada di 21, maka akan ada pergeseran," tegas Erick. Sistem ini dirancang untuk mendorong semua federasi dan atlet untuk terus berinovasi dan berprestasi. Ini adalah sinyal jelas bahwa Kemenpora tidak akan mentolerir stagnasi, melainkan menuntut peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

SEA Games 2025: Ujian Sesungguhnya untuk Cabor Prioritas

Ajang SEA Games 2025 yang akan datang menjadi tolok ukur utama dalam sistem promosi dan degradasi ini. Indonesia akan berpartisipasi dalam 48 dari 51 cabor yang dilombakan, dengan target ambisius meraih 80-an medali emas dan masuk tiga besar klasemen. Ini bukan sekadar target, melainkan ultimatum bagi seluruh kontingen.

Erick Thohir tidak main-main dalam hal ini. Ia meminta semua cabor untuk serius dan mengerahkan seluruh kemampuan demi mengharumkan nama bangsa. "Saya minta semua cabor serius membawa medali. Ajang ini juga mesti jadi evaluasi. Jadi kalau tidak sesuai dengan target, kami ada promosi degradasi," ujarnya.

Implikasi Besar bagi Olahraga Nasional

Kebijakan ini memiliki implikasi yang sangat luas bagi ekosistem olahraga Indonesia. Pertama, akan ada persaingan yang lebih ketat antar cabor untuk mendapatkan status prioritas dan mempertahankan posisi tersebut. Hal ini diharapkan memicu peningkatan kualitas pembinaan dan pelatihan di setiap federasi.

Kedua, revisi DBON dan penambahan cabor prioritas ini juga akan memengaruhi alokasi anggaran dan fasilitas. Cabor yang masuk daftar prioritas kemungkinan besar akan mendapatkan dukungan finansial dan fasilitas yang lebih memadai, sehingga mereka bisa fokus pada peningkatan prestasi tanpa terbebani masalah non-teknis.

Masa Depan Atlet dan Pelatih

Bagi para atlet dan pelatih, kebijakan ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ini adalah peluang emas bagi cabor yang berpotensi untuk mendapatkan perhatian dan dukungan lebih besar. Di sisi lain, ada tekanan yang lebih besar untuk terus berprestasi, terutama di ajang-ajang krusial seperti SEA Games. Mereka harus membuktikan bahwa investasi yang diberikan pemerintah tidak sia-sia.

Sistem promosi dan degradasi juga akan menuntut transparansi dan akuntabilitas yang lebih tinggi dari federasi olahraga. Mereka harus memiliki program pembinaan yang jelas, target yang terukur, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Kegagalan dalam memenuhi ekspektasi bisa berarti kehilangan status prioritas, yang tentu saja akan berdampak pada dukungan yang mereka terima.

Investasi Rp66 Miliar untuk Prestasi Gemilang

Untuk mencapai target ambisius di SEA Games 2025, Kemenpora telah menganggarkan dana sebesar Rp66 miliar. Anggaran ini akan digunakan untuk mendukung 996 atlet yang akan diberangkatkan. Jumlah ini menunjukkan komitmen finansial yang signifikan dari pemerintah untuk memastikan para atlet mendapatkan persiapan terbaik.

Namun, besarnya anggaran ini juga berarti tanggung jawab yang lebih besar bagi para atlet dan federasi. Setiap rupiah yang diinvestasikan harus diterjemahkan menjadi medali dan prestasi yang membanggakan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun fondasi olahraga Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing di kancah global.

Menuju Indonesia Emas di Panggung Dunia

Langkah Erick Thohir untuk merevisi DBON dan menambah cabor prioritas adalah bagian dari visi besar untuk membawa olahraga Indonesia ke level yang lebih tinggi. Dengan fokus yang lebih tajam, sistem evaluasi yang ketat, dan dukungan yang terarah, diharapkan Indonesia bisa semakin berbicara banyak di ajang-ajang multi-event internasional seperti Asian Games dan bahkan Olimpiade.

Perubahan ini bukan hanya tentang medali, tetapi juga tentang martabat bangsa. Melalui olahraga, Indonesia bisa menunjukkan potensi dan semangat juangnya kepada dunia. Dengan kerja keras, dedikasi, dan strategi yang tepat, impian Indonesia Emas di panggung olahraga global bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan target yang bisa dicapai.

banner 325x300