Pertandingan Super League antara Arema FC dan Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (8/11) malam WIB, berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Macan Kemayoran. Laga ini bukan sekadar tentang tiga poin, melainkan sebuah drama penuh emosi, kebangkitan luar biasa, dan keributan yang tak terhindarkan di penghujung laga. Eksel Runtukahu menjadi bintang utama dengan dua gol sundulan krusial yang membalikkan keadaan.
Awal yang Mengejutkan: Singo Edan Mengaum Lebih Dulu
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, atmosfer Kanjuruhan sudah terasa membara. Ribuan Aremania memberikan dukungan penuh, menciptakan tekanan mental bagi tim tamu Persija. Tekanan ini tampaknya membuahkan hasil cepat bagi tuan rumah.
Pada menit ke-12, Arema FC berhasil unggul lebih dulu. Valdeci Moreira menjadi momok bagi pertahanan Persija dengan tendangan bebas terukurnya yang tak mampu dijangkau kiper Andritany Ardhiyasa. Gol cepat ini sontak membuat Kanjuruhan bergemuruh, seolah memberikan sinyal bahwa Arema siap mendominasi laga.
Kebuntuan Babak Pertama: Tembok Arema Sulit Ditembus
Tertinggal satu gol, Persija Jakarta tidak tinggal diam. Tim asuhan Thomas Doll (asumsi pelatih Persija di 2025) langsung mengambil inisiatif menyerang dengan menerapkan garis pertahanan tinggi. Serangan bertubi-tubi dilancarkan ke daerah pertahanan Arema, mencoba mencari celah untuk menyamakan kedudukan.
Macan Kemayoran nyaris saja berhasil mencetak gol balasan pada menit ke-22. Alano Lima, memanfaatkan kemelut di depan gawang, melepaskan tembakan jarak dekat yang sangat berbahaya. Namun, kiper Arema, Lucas Frigeri, tampil heroik dengan penyelamatan gemilang yang menggagalkan peluang emas tersebut. Frigeri benar-benar menjadi tembok kokoh di bawah mistar gawang Singo Edan.
Meskipun terus menekan, pertahanan rapat Arema FC yang digalang Luiz Gustavo dan Betinho masih terlalu sulit ditembus oleh para penyerang Persija. Skor 1-0 untuk keunggulan Arema bertahan hingga jeda babak pertama. Para pemain Persija terlihat frustrasi, sementara Aremania semakin optimis dengan performa tim kesayangan mereka.
Eksel Runtukahu: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Dua Sundulan Maut!
Memasuki babak kedua, Persija Jakarta tampil dengan semangat yang berbeda. Instruksi dari ruang ganti tampaknya berhasil membakar motivasi para pemain. Mereka langsung menggebrak sejak awal babak kedua, dan hasilnya tak perlu menunggu lama.
Hanya tiga menit setelah babak kedua dimulai, tepatnya pada menit ke-48, Eksel Runtukahu muncul sebagai penyelamat. Menyambut umpan silang terukur dari Bruno Tubarao, Eksel melepaskan sundulan mematikan yang tak mampu diantisipasi Lucas Frigeri. Bola melesat deras ke dalam gawang, membuat skor menjadi 1-1. Kanjuruhan yang tadinya bergemuruh, kini terdiam sejenak.
Belum sempat Arema mengatur napas, Eksel Runtukahu kembali menunjukkan magisnya. Hanya dua menit berselang, pada menit ke-50, ia kembali mencetak gol lewat sundulan impresif. Kali ini, assist datang dari Dony Tri Pamungkas yang mengirimkan umpan silang akurat. Dua sundulan dalam dua menit, Eksel Runtukahu benar-benar membalikkan keadaan dan membuat Persija unggul 2-1!
Kanjuruhan Memanas: Kartu Merah dan Keributan di Penghujung Laga
Tertinggal dua gol dalam waktu singkat membuat para pemain Arema FC frustrasi. Mereka mencoba bangkit dan keluar dari tekanan, namun emosi mulai mengambil alih. Permainan Arema menjadi lebih agresif dan keras, mencoba menghentikan aliran bola Persija dengan segala cara.
Puncaknya terjadi ketika wasit terpaksa mengeluarkan kartu merah kepada Julian Munoz. Pemain Arema tersebut melakukan pelanggaran keras di sisi lapangan yang dianggap membahayakan lawan. Kartu merah ini semakin memanaskan suasana di Kanjuruhan, baik di lapangan maupun di tribun penonton.
Sayangnya, duel sengit yang penuh gairah ini harus diwarnai keributan antarpemain di pengujung laga. Insiden bermula dari tekel keras Paulinho Moccelin kepada Allano Lima di sisi lapangan. Allano yang tak terima, langsung merespons, memicu saling dorong antar kedua kubu.
Situasi dengan cepat memburuk, melibatkan hampir seluruh pemain dan bahkan ofisial dari kedua tim. Mereka terlihat saling dorong hingga ke belakang bench pemain, menciptakan pemandangan yang kurang sportif. Beruntung, insiden ini masih bisa dilerai oleh kedua ofisial tim yang berusaha menenangkan para pemain. Wasit pun harus bekerja keras, mengeluarkan sejumlah kartu kuning kepada ofisial tim yang terlibat cekcok untuk meredakan ketegangan.
Analisis Laga: Mental Juara Persija dan Tantangan Arema
Kemenangan ini adalah bukti nyata mental juara yang dimiliki Persija Jakarta. Tertinggal lebih dulu di kandang lawan yang terkenal angker, lalu bangkit dengan dua gol cepat di babak kedua, menunjukkan karakter tim yang pantang menyerah. Eksel Runtukahu patut diacungi jempol atas performa gemilangnya, membuktikan dirinya sebagai striker tajam yang bisa diandalkan dalam situasi krusial.
Bagi Arema FC, kekalahan ini tentu sangat menyakitkan. Unggul lebih dulu namun gagal mempertahankan keunggulan di kandang sendiri adalah pukulan telak. Insiden kartu merah dan keributan di akhir laga juga menjadi catatan penting yang harus dievaluasi oleh tim pelatih dan manajemen. Mereka perlu belajar mengelola emosi pemain agar tidak merugikan tim di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Hasil ini juga memiliki implikasi besar terhadap persaingan di Super League. Persija Jakarta semakin memantapkan posisinya di papan atas, menunjukkan bahwa mereka adalah salah satu kandidat kuat peraih gelar juara. Sementara itu, Arema FC harus segera berbenah jika ingin kembali bersaing di jalur kemenangan dan mengamankan posisi mereka di liga.
Susunan Pemain Kunci
Arema FC XI (4-3-3):
Lucas Frigeri; Bayu Setiawan, Luiz Gustavo, Betinho, Johan Farizi; Matheus Blade, Samuel Balinsa, Valdeci Moreira; Salim Tuharea, Dalberto Luan, Paulinho Moccelin.
Persija XI (4-3-3):
Andritany Ardhiyasa; Rio Fahmi, Rizky Ridho, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas; Fabio Calonego, Van Basty Sousa, Gustavo Franca; Allano Lima, Emaxwell Souza, Eksel Runtukahu.
Laga ini akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling dramatis dan penuh intrik di Super League musim ini. Sebuah tontonan yang memanjakan mata pecinta sepak bola, sekaligus meninggalkan banyak pelajaran berharga bagi kedua tim.


















