Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Drama VAR Gila! Malut United Hancurkan Persijap Jepara di Kandang, Dua Penalti Bikin Geger!

drama var gila malut united hancurkan persijap jepara di kandang dua penalti bikin geger portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Pertandingan pekan ke-11 Super League 2025/2026 menyajikan drama yang tak terlupakan di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. Malut United berhasil mencuri tiga poin penting dari markas Persijap Jepara, setelah memenangkan duel sengit dengan skor tipis 2-1 pada Senin (3/11). Laga ini diwarnai oleh keputusan-keputusan krusial dari Video Assistant Referee (VAR) yang berkali-kali mengubah jalannya pertandingan, membuat penonton di stadion dan layar kaca menahan napas.

Kemenangan ini bukan hanya sekadar tambahan poin bagi Malut United, melainkan juga sebuah pernyataan tegas di kancah Super League. Mereka berhasil merangsek naik ke papan atas klasemen, menggeser Persib dan menempati posisi ketiga. Sementara itu, bagi Laskar Kalinyamat, julukan Persijap, kekalahan di kandang sendiri ini menjadi pukulan telak yang membuat mereka semakin terancam masuk zona degradasi.

banner 325x300

Babak Pertama Penuh Kejutan: Gol Dianulir dan Tandukan Pembeda

Sejak peluit awal dibunyikan, Malut United tampil dengan kepercayaan diri tinggi, langsung menekan pertahanan Persijap. Mereka menunjukkan ambisi besar untuk mencuri poin penuh di kandang lawan. Beberapa peluang berhasil diciptakan, mengancam gawang Rodrigo Nascimento yang harus bekerja keras di bawah mistar.

Pada menit-menit awal, Malut United sempat bersorak kegirangan setelah berhasil membobol gawang Persijap. Namun, kegembiraan itu tak berlangsung lama. Wasit Nurdin Saleh, setelah berkonsultasi dengan tim VAR dan menyaksikan rekaman kejadian di layar monitor pinggir lapangan, memutuskan untuk menganulir gol tersebut. Keputusan ini memicu perdebatan sengit di antara para pemain dan staf pelatih, menambah tensi pertandingan yang sudah panas.

Meski golnya dianulir, semangat juang Malut United tak sedikit pun mengendur. Mereka terus melancarkan serangan dan akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-38. Berawal dari skema sepak pojok yang dieksekusi dengan brilian oleh Tyronne del Pino, bola melambung tinggi ke kotak penalti. Gustavo Franca dengan sigap menyambutnya melalui tandukan keras yang tak mampu dihalau kiper Persijap, membuat jaring gawang bergetar dan mengubah skor menjadi 0-1 untuk keunggulan tim tamu.

Persijap Jepara, yang berjuluk Laskar Kalinyamat, sejatinya tidak bermain buruk. Mereka berusaha membangun serangan dan mencari celah di pertahanan Malut United. Namun, setiap upaya yang mereka lancarkan selalu berhasil dipatahkan oleh barisan pertahanan Malut yang tampil disiplin dan kokoh. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan tipis bagi Malut United.

Drama Penalti Ganda dan Kartu Merah yang Mengubah Segalanya

Memasuki babak kedua, Malut United masih terlihat mendominasi jalannya pertandingan. Mereka mencoba mengontrol tempo dan menciptakan peluang tambahan. Namun, Persijap Jepara yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri, mulai menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Motivasi untuk menyamakan kedudukan semakin membara, dan mereka memanfaatkan keuntungan bermain di kandang dengan baik.

Upaya keras Persijap akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65. Sebuah insiden di kotak penalti Malut United membuat wasit kembali menunjuk titik putih. Berawal dari pelanggaran yang dilakukan Igor de Oliveira, yang tak sengaja menginjak kaki Carlos Franca, wasit Nurdin Saleh kembali harus melihat tayangan VAR untuk memastikan keputusan. Setelah meninjau ulang, keputusan penalti pun dikukuhkan.

Carlos Franca, yang menjadi korban pelanggaran, maju sebagai algojo. Dengan tenang dan penuh keyakinan, ia berhasil mengeksekusi penalti tersebut, mengirim bola ke sudut gawang yang tak terjangkau Angga Saputro. Skor pun berubah menjadi 1-1, membuat seisi stadion bergemuruh dan memberikan harapan baru bagi Laskar Kalinyamat untuk membalikkan keadaan.

Namun, kegembiraan Persijap tak berlangsung lama. Hanya berselang beberapa menit, drama VAR kembali terjadi, kali ini berpihak pada Malut United. Wasit kembali menunjuk titik putih setelah melihat tayangan VAR yang menunjukkan bahwa tendangan Frets Butuan mengenai tangan salah satu bek Persijap di dalam kotak terlarang. Keputusan ini sontak memicu protes keras dari para pemain dan staf pelatih Persijap, namun wasit tetap pada keputusannya.

David da Silva, striker andalan Malut United, maju sebagai eksekutor penalti kedua ini. Dengan dingin, ia berhasil menuntaskan tugasnya, mengembalikan keunggulan Malut United menjadi 2-1. Gol ini menjadi pukulan telak bagi mental Persijap yang baru saja menyamakan kedudukan.

Situasi semakin memburuk bagi Persijap hanya semenit setelah gol penalti Da Silva. Fikron Afriyanto, pemain Persijap, diganjar kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Da Silva menjelang kotak penalti. Kartu kuning kedua ini secara otomatis berarti kartu merah, memaksa Persijap harus bermain dengan 10 pemain di sisa waktu pertandingan. Keputusan ini semakin mempersulit langkah Laskar Kalinyamat untuk mengejar ketertinggalan.

Perjuangan Heroik Persijap dan Ketahanan Malut United

Bermain dengan 10 pemain dan tertinggal satu gol, Persijap Jepara menunjukkan mentalitas pantang menyerah yang luar biasa. Mereka tidak menyerah begitu saja. Serangan bertubi-tubi dibangun, mencoba mencari celah di pertahanan Malut United yang kini semakin rapat. Dukungan penuh dari para suporter di Gelora Bumi Kartini menjadi suntikan semangat bagi para pemain Laskar Kalinyamat untuk terus berjuang.

Namun, barisan pertahanan Malut United tampil sangat solid dan disiplin. Mereka berhasil dimentahkan setiap serangan yang dilancarkan Persijap. Angga Saputro di bawah mistar juga tampil sigap, menggagalkan beberapa peluang berbahaya yang tercipta. Malut United berhasil mempertahankan keunggulan mereka hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan.

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Malut United menegaskan betapa dramatisnya pertandingan ini. VAR menjadi "bintang" yang tak terduga, dengan tiga keputusan krusial yang mengubah arah permainan. Kemenangan ini membawa Malut United kembali merangsek ke papan atas klasemen, menempati peringkat ketiga dan menggeser Persib Bandung. Sementara itu, Persijap Jepara harus menerima kenyataan pahit, kekalahan ini membuat mereka rawan masuk zona degradasi, menambah beban perjuangan mereka di sisa musim.

Susunan Pemain

Persijap Jepara:
Rodrigo Nascimento (PG); Ardi Ardiana, Diogo Araujo, Fikron Afriyanto, Najeeb Yakubu, Rahmat Hidayat; Alexis Nahuel Gomez, Rizki Hidayat, Wahyudi Hamisi; Carlos Franca, Sudi Abdallah

Malut United:
Angga Saputro (PG); Abduh Lestaluhu, Gustavo Franca, Igor de Oliveira, Nilson Barbosa; Ridho Syuhada, Tyronne del Pino, Angulo Mosquera; Ciro Alves, David da Silva, Yance Sayuri

banner 325x300