Stadion Indomilk Arena menjadi saksi bisu drama sengit pada Minggu sore, 23 November 2025. Persita Tangerang harus puas berbagi angka dengan Malut United setelah bermain imbang 0-0 dalam laga pekan ke-13 Super League 2025/2026 yang penuh kontroversi. Momen paling disorot adalah dianulirnya gol Hokky Caraka oleh VAR, yang membuat euforia suporter tuan rumah seketika padam.
Pertandingan ini tak hanya menyajikan adu taktik di lapangan, tetapi juga emosi yang meluap-luap, terutama setelah keputusan wasit Agung Setiawan yang mengubah jalannya laga. Bagaimana jalannya pertandingan hingga keputusan krusial tersebut diambil? Mari kita bedah satu per satu.
Awal Laga: Persita Menggebrak, Malut Bertahan Kokoh
Sejak peluit kickoff babak pertama ditiup, Persita Tangerang langsung mengambil inisiatif permainan. Skuad Pendekar Cisadane tampil dominan dengan penguasaan bola yang apik, berusaha mengurung pertahanan Malut United yang disiplin. Para pemain Persita menunjukkan determinasi tinggi untuk meraih poin penuh di kandang sendiri.
Peluang emas pertama datang dari Hokky Caraka di menit ke-19. Memanfaatkan sepak pojok brilian dari Pablo Ganet, sundulan Hokky yang sudah berada di depan gawang sayangnya masih belum tepat sasaran. Sebuah kesempatan awal yang terbuang percuma bagi tuan rumah.
Tak lama berselang, Pablo Ganet kembali menjadi motor serangan Persita. Tendangan bebasnya di menit ke-23 berhasil disambut Rayco Medina yang bergerak di sisi kiri. Rayco memberikan umpan sundulan ke tiang kedua, namun bola tidak bisa dijangkau oleh Aleksa Andrejic yang sudah siap menyambut. Persita terus menekan, mencari celah di lini belakang Malut United.
Malut United Balas Mengancam, Nyaris Unggul Duluan
Meski terus ditekan, Malut United bukan tanpa perlawanan. Mereka sesekali melancarkan serangan balik cepat yang cukup merepotkan pertahanan Persita. Melalui skema serangan balik, duet maut Ciro Alves dan David da Silva mulai menebar ancaman serius.
Di menit ke-36, David da Silva mendapat umpan terobosan dari Ciro Alves. Tanpa ragu, Da Silva melepaskan tembakan gunting dari dalam kotak penalti. Namun, bola masih mengarah tepat ke pelukan penjaga gawang Persita, Igor, yang tampil sigap.
Momen paling mendebarkan terjadi di menit ke-43. Sebuah blunder fatal dilakukan kiper Igor yang salah melakukan operan, membuat bola direbut pemain Malut United. Bola langsung diberikan kepada Da Silva yang tanpa membuang waktu melepaskan tembakan ke gawang kosong. Beruntung bagi Persita, Javlon Guseynov dengan sigap menghalau bola tepat di garis gawang, mencegah gol yang hampir pasti terjadi.
Menjelang turun minum, sundulan Tyroone Del Pino yang memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan masih melebar di sisi kiri gawang Persita. Babak pertama pun berakhir tanpa gol, namun dengan tensi yang sudah mulai memanas.
Babak Kedua: Tekanan Balik dan Peluang yang Terbuang
Memasuki paruh kedua, giliran Malut United yang tancap gas. Tim tamu mencoba menekan Persita sejak awal babak kedua, mencari celah untuk memecah kebuntuan. Persita sendiri mencoba merespons lewat serangan balik cepat.
Tembakan kaki kiri Rayco Medina dari dalam kotak penalti masih belum mengarah ke gawang Malut United, membuat peluang kembali terbuang. David da Silva kembali menguji pertahanan Persita setelah menerima umpan terobosan dari Tyronne Del Pino. Tembakan kaki kirinya masih menyamping di sisi kanan gawang Pendekar Cisadane.
Di menit ke-68, Yance Sayuri mencoba peruntungannya dengan tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti. Namun, tendangannya masih terlalu lemah dan tepat di pelukan kiper Igor. Kedua tim sama-sama kesulitan menemukan sentuhan akhir yang mematikan.
Momen Krusial: Gol Hokky Dianulir VAR, Indomilk Arena Memanas!
Puncak drama terjadi di menit ke-69. Hokky Caraka, yang sepanjang laga berjuang keras, akhirnya berhasil membobol gawang Malut United dengan tembakan placing yang luar biasa. Bola bersarang mulus di jala gawang lawan, dan Indomilk Arena pun bergemuruh menyambut gol yang dinanti-nantikan.
Namun, euforia itu tak bertahan lama. Wasit Agung Setiawan, setelah mendapat instruksi dari ruang VAR, memutuskan untuk meninjau ulang gol tersebut. Detik-detik penantian terasa panjang bagi para suporter Persita yang menahan napas, berharap gol tersebut sah.
Setelah meninjau monitor VAR selama kurang lebih satu menit, keputusan pahit pun keluar: gol Hokky dianulir! VAR menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan pemain Persita sebelum gol tercipta, meskipun insiden tersebut terjadi beberapa saat sebelum Hokky melepaskan tembakan. Keputusan ini sontak memicu protes keras dari kubu tuan rumah, baik dari pemain maupun staf pelatih, yang merasa dirugikan.
Serangan Akhir Tanpa Hasil, Skor Kacamata Bertahan
Keputusan VAR tak menyurutkan semangat Persita untuk terus menyerang. Mereka semakin gencar melancarkan serangan demi mencari gol kemenangan. Pemain pengganti Esal Sahrul mendapatkan peluang emas di menit ke-77 setelah menerima operan dari Aleksa. Namun, tembakan kaki kiri Esal dari jarak dekat masih menyamping tipis di sisi gawang.
Malut United juga berusaha mempertahankan hasil imbang ini dengan solidnya lini pertahanan mereka. Mereka sesekali mencoba mencuri kesempatan lewat serangan balik, namun tidak ada yang benar-benar membahayakan gawang Persita.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 tetap tak berubah. Drama di Indomilk Arena berakhir dengan hasil imbang yang tentu saja mengecewakan bagi Persita Tangerang, terutama setelah momen gol Hokky yang dianulir VAR.
Implikasi Hasil Imbang: Posisi di Klasemen dan Perjalanan Selanjutnya
Hasil imbang ini tentu menjadi kerugian besar bagi Persita Tangerang. Mereka gagal memanfaatkan status tuan rumah dan momen dramatis gol yang dianulir untuk meraih poin penuh. Tambahan satu poin membuat posisi mereka di klasemen Super League 2025/2026 tidak banyak berubah, dan mereka harus bekerja lebih keras di laga-laga selanjutnya.
Bagi Malut United, satu poin di kandang lawan adalah hasil yang patut disyukuri, terutama mengingat tekanan yang mereka hadapi sepanjang pertandingan. Poin ini bisa menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya dalam persaingan ketat Super League.
Kedua tim kini harus segera berbenah dan mengevaluasi performa mereka. Persita perlu meningkatkan efektivitas serangan dan mentalitas setelah insiden VAR, sementara Malut United harus mencari cara untuk lebih tajam di lini depan. Drama di Indomilk Arena pada pekan ke-13 Super League 2025/2026 ini akan menjadi cerita tersendiri, dengan gol Hokky Caraka yang dianulir VAR sebagai sorotan utama yang tak akan mudah dilupakan.


















