Stadion Manahan Solo pada Sabtu (29/11) malam menjadi saksi bisu salah satu pertandingan paling dramatis di Super League 2025/2026. PSM Makassar berhasil melakukan comeback sensasional, membalikkan keadaan dari ketertinggalan dua gol menjadi kemenangan 4-3 atas tuan rumah Persis Solo. Hasil pertandingan yang penuh rollercoaster emosi ini langsung mengguncang posisi di tabel klasemen sementara.
Kemenangan heroik ini bukan hanya sekadar tambahan tiga poin bagi Juku Eja, melainkan juga sebuah pernyataan kuat tentang mentalitas pantang menyerah mereka. Di sisi lain, kekalahan pahit di kandang sendiri semakin menenggelamkan Persis Solo di dasar klasemen, membuat perjuangan mereka untuk bertahan di liga semakin berat.
Awal Mula Pesta di Manahan: Persis Solo Menggila di Kandang
Sejak peluit kick-off dibunyikan, atmosfer di Stadion Manahan sudah terasa membara. Ribuan suporter Laskar Sambernyawa memadati tribun, memberikan dukungan penuh untuk tim kesayangan mereka yang tengah berjuang keras keluar dari zona degradasi. Energi positif itu seolah menular ke lapangan.
Persis Solo tampil agresif sejak menit awal, dan hasilnya langsung terlihat di menit kesembilan. Xandro Schenk berhasil memecah kebuntuan, mencetak gol pembuka yang membuat seisi stadion bergemuruh. Gol cepat ini memberikan angin segar bagi Persis, sekaligus menekan mental para pemain PSM.
Meski tertinggal, PSM Makassar mencoba merespons dengan membangun serangan. Namun, solidnya lini pertahanan Persis Solo dan determinasi para pemain tuan rumah membuat setiap upaya Juku Eja selalu kandas. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan tipis 1-0 untuk Persis Solo, sebuah modal berharga untuk melanjutkan dominasi.
Juku Eja Terpukul, Lalu Bangkit dari Kematian
Memasuki babak kedua, harapan PSM untuk segera menyamakan kedudukan justru kembali terpukul. Hanya enam menit setelah peluit dibunyikan, Gervane Kastaneer berhasil menggandakan keunggulan Persis Solo menjadi 2-0. Gol ini sontak membuat Manahan kembali pecah dalam sorak sorai kegembiraan, sementara para pendukung PSM terdiam membisu.
Situasi 2-0 di menit-menit awal babak kedua biasanya menjadi pukulan telak yang sulit dipulihkan. Namun, di sinilah mental juara PSM Makassar mulai berbicara. Mereka tidak menyerah begitu saja, terus menekan dan mencari celah di pertahanan Persis.
Titik balik datang di menit ke-69. PSM mendapatkan hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang. Yuran Fernandes yang maju sebagai algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan, dengan tenang menaklukkan kiper Persis dan memperkecil kedudukan menjadi 1-2. Gol ini menjadi pelecut semangat yang luar biasa bagi pasukan Ramang.
Rollercoaster Emosi: Gol Balas-Membalas Tanpa Henti
Gol penalti Yuran Fernandes seperti membuka keran gol bagi PSM. Hanya tiga menit berselang, tepatnya di menit ke-72, Salvio Roberto berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Stadion Manahan yang tadinya riuh dengan nyanyian suporter Persis, kini diselimuti ketegangan luar biasa.
Namun, drama belum berakhir. Persis Solo menunjukkan bahwa mereka juga memiliki semangat juang tinggi. Di menit ke-79, Gervane Kastaneer kembali menjadi momok bagi PSM dengan mencetak gol keduanya malam itu, membawa Persis kembali unggul 3-2. Gol ini seolah memberikan harapan palsu bagi Laskar Sambernyawa, membuat mereka merasa kemenangan sudah di depan mata.
Di titik ini, banyak yang mungkin mengira PSM Makassar akan menyerah. Waktu terus berjalan, dan mereka kembali tertinggal. Tapi, Juku Eja punya rencana lain. Daisuke Sakai, dengan determinasi tinggi, berhasil menyamakan kedudukan lagi menjadi 3-3. Gol ini benar-benar membuat pertandingan menjadi tontonan yang tak terlupakan, dengan kedua tim saling berbalas gol dalam tempo yang sangat cepat.
Detik-detik Puncak: Gol Pahlawan di Ujung Laga
Ketika pertandingan memasuki menit ke-90, papan skor menunjukkan angka 3-3. Para penonton sudah bersiap untuk menyaksikan hasil imbang, namun takdir berkata lain. Di masa injury time, PSM Makassar berhasil membalikkan keadaan secara dramatis melalui gol Alex de Aguiar Gomes.
Gol di menit-menit akhir ini adalah puncaknya drama. Alex de Aguiar Gomes menjadi pahlawan bagi PSM, mencetak gol penentu kemenangan 4-3 yang membuat seluruh tim dan staf pelatih PSM Makassar larut dalam euforia. Sebaliknya, para pemain Persis Solo dan suporter mereka harus menelan pil pahit kekalahan yang sangat menyakitkan di kandang sendiri. Kemenangan ini akan dikenang sebagai salah satu comeback paling spektakuler di Super League musim ini.
Makna Kemenangan untuk PSM Makassar
Kemenangan dramatis ini bukan hanya sekadar raihan tiga poin, melainkan juga suntikan moral yang sangat berharga bagi PSM Makassar. Hasil ini membuktikan bahwa Juku Eja memiliki mental baja dan tidak mudah menyerah, bahkan saat berada di posisi tertinggal jauh. Karakteristik ini sangat penting untuk bersaing di liga yang ketat.
Tambahan tiga angka membuat PSM Makassar berhasil merangkak naik ke peringkat kedelapan klasemen sementara Super League, dengan total 18 poin. Posisi ini memberikan mereka ruang bernapas lebih lega dan momentum positif untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya. Jika konsistensi ini bisa dipertahankan, bukan tidak mungkin PSM akan terus merangsek naik ke papan atas.
Tragedi untuk Laskar Sambernyawa
Bagi Persis Solo, kekalahan ini adalah tragedi yang sangat menyakitkan. Unggul dua gol dan bahkan sempat memimpin lagi 3-2, namun harus kalah di menit-menit akhir di kandang sendiri, tentu meninggalkan luka mendalam. Hasil ini semakin memperpanjang daftar kekalahan mereka dan memperburuk posisi di klasemen.
Dengan perolehan tujuh poin, Persis Solo harus puas menjadi juru kunci di dasar klasemen. Situasi ini menempatkan mereka dalam tekanan besar untuk segera bangkit jika tidak ingin terdegradasi. Evaluasi menyeluruh dan strategi baru harus segera diterapkan oleh manajemen dan tim pelatih untuk menyelamatkan Laskar Sambernyawa dari ancaman degradasi.
Panasnya Persaingan di Puncak Klasemen Super League
Sementara drama terjadi di papan tengah dan bawah, persaingan di puncak klasemen Super League 2025/2026 juga tak kalah seru. Borneo FC masih kokoh di puncak dengan 33 poin, menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang musim. Mereka menjadi tim yang paling difavoritkan untuk meraih gelar juara.
Di posisi kedua, ada Persija Jakarta dengan 29 poin, yang terus menempel ketat Borneo FC. Persib Bandung, Malut United, dan PSIM Jogja juga menunjukkan performa impresif, masing-masing dengan 22 poin, mengisi posisi lima besar. Persaingan di zona Liga Champions Asia dan Piala AFC semakin ketat, membuat setiap pertandingan menjadi sangat krusial.
Zona Tengah dan Ancaman Degradasi
Selain PSM Makassar yang naik ke peringkat kedelapan, tim-tim di papan tengah seperti Bhayangkara FC, Persita Tangerang, Persebaya Surabaya, Arema FC, dan Persik Kediri juga saling sikut untuk mendapatkan posisi terbaik. Perbedaan poin yang tipis membuat setiap kemenangan atau kekalahan bisa mengubah posisi secara drastis.
Di sisi lain, zona degradasi menjadi momok menakutkan bagi beberapa tim. Selain Persis Solo yang menjadi juru kunci, ada Semen Padang (7 poin), Persijap Jepara (8 poin), dan PSBS Biak (12 poin) yang juga harus berjuang keras untuk keluar dari zona merah. Musim ini diprediksi akan menyajikan pertarungan sengit hingga pekan terakhir, baik di papan atas maupun di papan bawah.
Klasemen Super League 2025/2026 Terkini
Berikut adalah update klasemen Super League 2025/2026 setelah pertandingan dramatis antara PSM Makassar dan Persis Solo:
- Borneo FC: 33 poin
- Persija Jakarta: 29 poin
- Persib Bandung: 22 poin
- Malut United: 22 poin
- PSIM Jogja: 22 poin
- Bhayangkara FC: 19 poin
- Persita Tangerang: 19 poin
- PSM Makassar: 18 poin
- Persebaya Surabaya: 17 poin
- Arema FC: 17 poin
- Persik Kediri: 15 poin
- Bali United: 14 poin
- Madura United: 13 poin
- Dewa United: 13 poin
- PSBS Biak: 12 poin
- Persijap Jepara: 8 poin
- Semen Padang: 7 poin
- Persis Solo: 7 poin
Kemenangan dramatis PSM Makassar atas Persis Solo ini tidak hanya menambah bumbu persaingan di Super League, tetapi juga menunjukkan betapa tak terduganya sepak bola. Setiap tim masih memiliki kesempatan untuk mengubah nasib mereka, dan para penggemar tentu tak sabar menantikan drama-drama selanjutnya di sisa musim ini.


















