Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Drama 5 Gim! Indonesia Bikin Malaysia Gigit Jari, Lolos Final Badminton Putri SEA Games 2025

drama 5 gim indonesia bikin malaysia gigit jari lolos final badminton putri sea games 2025 portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Gelora semangat membara di Thammasat University Rangsit, Pathum Thani, Thailand, Senin (8/12), saat rivalitas abadi Indonesia dan Malaysia kembali tersaji di panggung semifinal badminton beregu putri SEA Games 2025. Pertandingan yang diwarnai ketegangan, kejutan, dan mental baja ini berakhir dengan senyum kemenangan bagi Merah Putih, mengamankan tiket ke partai puncak setelah pertarungan sengit lima gim yang menguras emosi.

Awal Manis dari Putri KW: Pembuka Jalan Kemenangan

banner 325x300

Indonesia memulai langkahnya dengan penuh keyakinan. Putri Kusuma Wardani, yang turun di partai pertama, menunjukkan kelasnya sebagai tunggal putri andalan. Menghadapi Karupathevan Letshanaa dari Malaysia, Putri KW tampil dominan sejak awal.

Dengan rekor pertemuan 3-0 yang memihak dirinya, Putri KW tak memberi celah sedikit pun bagi lawan. Ia mengendalikan penuh jalannya pertandingan, memaksa Letshanaa bekerja keras di setiap reli. Kemenangan dua gim langsung 21-9, 21-10 berhasil ia raih dengan meyakinkan, membawa Indonesia unggul 1-0 dan memantik optimisme di kubu Merah Putih.

Ganda Pertama yang Penuh Perjuangan: Febi/Rachel Melawan Ujung Tombak Malaysia

Partai kedua menyajikan tantangan berat bagi pasangan Febi Setianingrum/Rachel Allessya Rose. Mereka harus berhadapan dengan ujung tombak Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, ganda putri yang dikenal dengan permainan agresif dan solid. Perlawanan sengit pun tak terhindarkan.

Setelah kehilangan gim pertama dengan skor 14-21, Febi/Rachel menunjukkan semangat pantang menyerah. Mereka bangkit di gim kedua, bermain lebih tenang dan efektif, hingga berhasil merebutnya dengan skor 21-17. Namun, di gim penentuan, momentum berpihak pada pasangan Malaysia. Meski sempat unggul di awal, Febi/Rachel tak mampu membendung serangan lawan, kalah 16-21. Skor pun imbang 1-1, membuat atmosfer pertandingan semakin memanas.

Kejutan Pahit di Partai Ketiga: Gregoria Tumbang, Malaysia Unggul

Jantung para pendukung Indonesia seolah berhenti berdetak di partai ketiga. Gregoria Mariska Tunjung, tunggal putri nomor satu Indonesia, menghadapi Wong Ling Ching. Di atas kertas, Gregoria diunggulkan, namun Ling Ching tampil luar biasa, penuh kejutan.

Gim pertama berlangsung dramatis. Ling Ching berhasil merebutnya dengan skor 22-20, meski Gregoria sempat tiga kali menggagalkan game point lawan. Kejutan ini memicu semangat Gregoria untuk bangkit. Ia membalas di gim kedua dengan kemenangan 21-15, memaksa pertandingan berlanjut ke rubber game. Namun, di gim penentuan, Ling Ching kembali tampil memukau. Ia terus unggul, bahkan mencapai match point di angka 20-13. Gregoria sempat memperpanjang napas dengan menggagalkan tiga match point, namun akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 16-21. Malaysia berbalik unggul 2-1, membuat harapan Indonesia sempat meredup.

Penyelamat di Partai Keempat: Ana/Meilysa Kembalikan Asa

Dengan kondisi tertinggal 1-2, tekanan berat berada di pundak ganda kedua Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Mereka harus memenangkan partai keempat untuk menjaga asa Indonesia tetap hidup. Menghadapi Go Pei Kee/Toh Ee Wei, Ana/Meilysa tampil luar biasa, menunjukkan mental juara.

Pasangan ini bermain tanpa beban, penuh percaya diri. Mereka mendominasi gim pertama dan berhasil menang telak 21-10. Di gim kedua, Go/Toh sempat memberikan perlawanan lebih sengit, namun Ana/Meilysa tak goyah. Mereka meredam setiap serangan lawan dan kembali menang dengan skor meyakinkan 21-9. Kemenangan ini krusial, menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan mengembalikan semangat juang tim Indonesia.

Partai Penentuan yang Mendebarkan: Mutiara Ayu Puspitasari Penentu Kemenangan

Semua mata tertuju pada partai kelima, laga penentuan antara Mutiara Ayu Puspitasari melawan Siti Zulaikha. Ini adalah momen yang akan menentukan siapa yang berhak melaju ke final. Ketegangan memuncak, setiap poin terasa begitu berharga.

Mutiara memulai gim pertama dengan baik, sempat memimpin 11-8 di interval. Siti Zulaikha tak menyerah begitu saja, ia memangkas jarak, membuat pertandingan semakin sengit. Namun, Mutiara menunjukkan ketenangan dan berhasil mengamankan gim pertama dengan skor 21-18. Di gim kedua, Mutiara sempat tertinggal 7-11, membuat para pendukung menahan napas. Namun, selepas interval, Mutiara menunjukkan semangat juang luar biasa. Ia membalikkan keadaan, unggul 18-15, dan akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 21-16.

Euforia Kemenangan dan Tiket Final di Tangan

Sorak sorai membahana di arena. Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor dramatis 3-2! Kemenangan ini bukan hanya sekadar angka, melainkan bukti nyata dari perjuangan, mental baja, dan kerja keras seluruh tim. Setiap pemain memberikan yang terbaik, melewati batas kemampuan mereka demi lambang Garuda di dada.

Kini, tim beregu putri Indonesia berhak melangkah ke partai puncak. Di final, mereka akan menghadapi tuan rumah Thailand, yang sebelumnya berhasil mengalahkan Singapura 3-0. Pertarungan memperebutkan medali emas dipastikan akan berlangsung sengit dan penuh gengsi. Seluruh rakyat Indonesia menanti dengan harap-harap cemas, mendoakan yang terbaik bagi pahlawan-pahlawan bulutangkis putri kita. Mampukah mereka membawa pulang emas dan mengukir sejarah di SEA Games 2025? Kita tunggu saja!

banner 325x300