Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Bukan Main-Main! Erick Thohir & KOI Kirim Pasukan Terbaik ke ISG & AYG 2025, Ada Pesan Penting dari Presiden!

bukan main main erick thohir koi kirim pasukan terbaik ke isg ayg 2025 ada pesan penting dari presiden portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta — Panggung olahraga internasional kembali menanti kehadiran kontingen Merah Putih. Jumat (17/10) lalu, Menpora Erick Thohir bersama Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, secara resmi melepas para atlet terbaik bangsa yang akan berlaga di Islamic Solidarity Games (ISG) 2025 dan Asian Youth Games (AYG) 2025. Ini bukan sekadar pelepasan biasa, melainkan sebuah penegasan komitmen untuk membawa pulang kebanggaan bagi Indonesia.

Pelepasan kontingen ini menjadi sorotan utama, mengingat pesan tegas yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Beliau berharap lagu kebangsaan Indonesia Raya dapat sering berkumandang di podium juara, sebuah simbol nyata dari medali emas yang berhasil diraih. Ini menjadi cambuk semangat sekaligus target tinggi bagi seluruh atlet dan ofisial yang akan berjuang.

banner 325x300

Misi Ganda di Dua Benua: ISG dan AYG 2025

Kontingen Indonesia akan menghadapi dua ajang bergengsi yang berbeda, namun sama-sama krusial bagi pengembangan olahraga nasional. Islamic Solidarity Games (ISG) 2025 akan dihelat di Arab Saudi pada 7-21 November 2025. Dalam ajang solidaritas negara-negara Islam ini, Indonesia mengirimkan 38 atlet, dengan komposisi 17 putra dan 21 putri, siap bersaing di berbagai cabang olahraga.

ISG bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga ajang mempererat tali persaudaraan antar negara-negara Islam. Partisipasi Indonesia menunjukkan peran aktif dalam kancah internasional dan komitmen terhadap nilai-nilai persatuan. Para atlet diharapkan tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi duta bangsa yang membawa semangat kebersamaan.

Sementara itu, Asian Youth Games (AYG) 2025 akan berlangsung lebih dulu di Bahrain, pada 22-31 Oktober 2025. Ajang ini menjadi panggung bagi talenta-talenta muda Asia untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Indonesia mengirimkan kekuatan penuh dengan total 123 atlet, sebuah angka yang menunjukkan keseriusan dalam pembinaan bibit-bibit unggul.

AYG adalah kompetisi multi-olahraga yang dirancang khusus untuk atlet muda, sering disebut sebagai "pra-Asian Games" bagi generasi mendatang. Ini adalah kesempatan emas bagi para atlet remaja untuk merasakan atmosfer kompetisi tingkat benua, mengukur kemampuan mereka, dan membangun mental juara sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi.

Pesan Tegas dari Istana: Tak Ada Lagi ‘Coba-Coba’

Menpora Erick Thohir tidak menyembunyikan harapannya yang besar terhadap kontingen ini. Ia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara langsung mengirimkan salam dan pesan khusus kepada seluruh ofisial serta atlet. Pesan tersebut sangat jelas: ini adalah misi membawa nama baik bangsa, dan hasilnya harus maksimal.

"Bapak presiden kirim salam buat semua official dan atlet dan kembali dipesankan oleh bapak presiden bahwa ini membawa nama bangsa," kata Erick dalam jumpa pers yang digelar di Kemenpora. Penekanan pada "membawa nama bangsa" menunjukkan betapa pentingnya setiap perjuangan dan setiap medali yang diraih. Ini bukan sekadar kompetisi pribadi, melainkan representasi dari seluruh rakyat Indonesia.

Yang menarik, Erick Thohir juga menegaskan adanya perubahan paradigma dalam pengiriman atlet ke ajang internasional. "Makanya tadi saya sampaikan bahwa ke depan kami ke Menpora bersama KOI, KONI, PB-PB dalam semua pengiriman atlet adalah atlet yang terbaik. Kami tidak mau istilah coba-coba," ucap Erick menambahkan. Ini adalah sinyal kuat bahwa era "uji coba" di panggung internasional sudah berakhir.

Kebijakan "tidak mau istilah coba-coba" ini menandakan komitmen serius pemerintah untuk hanya mengirimkan atlet yang benar-benar siap dan memiliki potensi medali. Hal ini tentu berdampak pada proses seleksi yang lebih ketat, program pelatihan yang lebih terarah, dan dukungan yang lebih optimal. Para atlet yang terpilih adalah mereka yang telah melewati berbagai tahapan seleksi dan pembinaan intensif.

Kolaborasi Kunci Sukses

Untuk mewujudkan target ini, sinergi antara berbagai pihak menjadi kunci utama. Menpora, KOI, KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), dan PB-PB (Pengurus Besar cabang olahraga) harus bekerja sama erat. Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap aspek persiapan atlet, mulai dari latihan fisik, mental, hingga dukungan logistik, berjalan maksimal.

Sinergi yang kuat akan menciptakan ekosistem olahraga yang kondusif bagi para atlet untuk berkembang. Dari pemilihan pelatih terbaik, penyediaan fasilitas latihan modern, hingga dukungan nutrisi dan sport science, semuanya harus terintegrasi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan olahraga Indonesia, demi mencetak lebih banyak juara di kancah global.

Lebih dari Sekadar Kompetisi: Misi Diplomasi dan Pembelajaran

Raja Sapta Oktohari, Ketua KOI, menambahkan dimensi lain dari partisipasi Indonesia di dua ajang ini. Menurutnya, kontingen Indonesia tidak hanya datang untuk berkompetisi, tetapi juga untuk berdiplomasi dan mengambil banyak pelajaran berharga. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan wajah Indonesia di mata dunia, tidak hanya melalui prestasi olahraga, tetapi juga melalui interaksi budaya dan persahabatan.

"Di sini kita sebagai bagian dari negara Islam di ISG dan bagian dari negara Asia yang berkompetisi dengan 45 negara lainya AYG, ini tingkatnya pra Asian Games, remaja," kata Okto. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya peran Indonesia dalam komunitas internasional, baik di tingkat regional maupun global. Olahraga menjadi jembatan diplomasi yang efektif, membangun hubungan baik antar negara.

Aspek "pembelajaran" juga sangat ditekankan. Bagi para atlet muda, terutama di AYG, ini adalah kesempatan tak ternilai untuk belajar dari pengalaman, baik itu kemenangan maupun kekalahan. Mereka akan berinteraksi dengan atlet dari berbagai negara, mengamati strategi lawan, dan mengasah kemampuan adaptasi di lingkungan kompetisi yang berbeda.

Pengalaman ini akan membentuk karakter dan mental juara mereka. Belajar dari atlet lain, memahami budaya yang berbeda, dan mengatasi tantangan di luar negeri adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan seorang atlet profesional. Ini adalah bekal berharga yang akan mereka bawa pulang dan terapkan dalam pengembangan diri selanjutnya.

Membangun Mental Juara Sejak Dini

Oktohari juga menegaskan bahwa motivasi utama para atlet adalah untuk menang. "Dalam setiap kompetisi tentunya para atlet kita, dimotivasi hanya datang untuk menang karena yang dikirim motivasinya mendapatkan medali. Kita doakan mereka bisa tampil maksimal." Kalimat ini menunjukkan bahwa mindset juara sudah ditanamkan sejak awal.

Para atlet yang dikirim adalah mereka yang memiliki potensi besar untuk meraih medali. Mereka telah digembleng dengan keras, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental. Tekanan untuk berprestasi di kancah internasional adalah bagian dari proses pembentukan mental juara yang tangguh.

Wajah Baru Olahraga Indonesia: Generasi Emas Masa Depan

Kontingen yang diberangkatkan ke ISG dan AYG 2025 adalah cerminan dari wajah baru olahraga Indonesia. Mereka adalah generasi muda yang penuh semangat, dedikasi, dan impian untuk mengharumkan nama bangsa. Di balik setiap atlet, ada kisah perjuangan, pengorbanan, dan dukungan tanpa henti dari keluarga serta pelatih.

Partisipasi di ajang seperti ISG dan AYG adalah langkah awal menuju panggung yang lebih besar, seperti Asian Games dan Olimpiade. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak bintang-bintang olahraga masa depan. Pemerintah dan masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan dukungan moral dan material agar para atlet dapat fokus pada latihan dan kompetisi.

Tentu saja, perjalanan mereka tidak akan mudah. Tantangan berupa persaingan ketat, adaptasi dengan lingkungan baru, dan tekanan ekspektasi akan selalu ada. Namun, dengan persiapan matang dan semangat juang yang tinggi, mereka diharapkan mampu mengatasi setiap rintangan dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

Harapan dan Target Jangka Panjang

Pelepasan kontingen ini bukan hanya seremonial belaka, melainkan sebuah deklarasi harapan dan target jangka panjang bagi olahraga Indonesia. Keberhasilan di ISG dan AYG 2025 akan menjadi tolok ukur penting bagi strategi pembinaan atlet nasional. Ini akan menunjukkan apakah pendekatan "tidak coba-coba" dan fokus pada atlet terbaik membuahkan hasil yang signifikan.

Jika para atlet mampu berprestasi gemilang, ini akan menjadi momentum untuk meningkatkan kepercayaan diri di seluruh ekosistem olahraga Indonesia. Ini juga akan menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus mengalokasikan sumber daya yang lebih besar demi kemajuan olahraga. Targetnya jelas: Indonesia harus menjadi kekuatan olahraga yang disegani di kancah Asia, bahkan dunia.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah, KOI, KONI, PB-PB, dan seluruh masyarakat Indonesia, kita patut optimis. Kontingen Merah Putih yang berangkat ke ISG dan AYG 2025 membawa harapan besar. Mari kita doakan agar mereka bisa tampil maksimal, mengibarkan bendera Merah Putih setinggi-tingginya, dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di podium juara. Ini adalah awal dari era baru kejayaan olahraga Indonesia.

banner 325x300