Kamis malam, 6 November 2025, menjadi saksi bisu sebuah drama sepak bola yang tak akan mudah dilupakan. Di Stadion Petaling Jaya, Malaysia, Persib Bandung berhasil menorehkan sejarah comeback epik saat menghadapi Selangor FC dalam laga penyisihan grup AFC Champions League Two (ACL2) 2025/2026. Pertandingan yang awalnya terasa seperti mimpi buruk, berakhir dengan tangis haru sang pahlawan, Adam Alis.
Awal yang Penuh Cobaan: Persib Tertinggal Dua Gol
Sejak peluit kick-off dibunyikan, atmosfer pertandingan langsung memanas. Namun, kejutan pahit harus diterima Maung Bandung hanya dalam hitungan menit. Selangor FC, yang bermain di kandang sendiri, langsung tancap gas dan berhasil mencetak gol cepat di menit ke-2 melalui Chrigor, memanfaatkan umpan matang dari Alvin Mateus Fortes. Sebuah awal yang mengejutkan dan membuat para pendukung Persib terdiam.
Tekanan belum usai. Petaka kembali menghampiri gawang Teja Paku Alam di menit ke-17. Dalam upaya penyelamatan yang kurang sempurna, bola justru membentur Patricio Matricardi dan berbelok masuk ke gawang sendiri. Skor 2-0 untuk keunggulan Selangor FC di awal babak pertama. Persib Bandung seolah tercekik, kesulitan mengembangkan permainan terbaik mereka di bawah tekanan tuan rumah.
Babak pertama berakhir dengan keunggulan dua gol untuk Selangor FC. Para pemain Persib terlihat lesu, dan para pendukung setia Maung Bandung mulai khawatir. Apakah ini akan menjadi malam yang pahit bagi perjalanan mereka di kancah Asia? Pertanyaan besar menggantung di udara saat jeda turun minum.
Strategi Bojan Hodak Berbuah Manis di Babak Kedua
Ruang ganti Persib di jeda pertandingan pasti dipenuhi instruksi dan motivasi dari pelatih Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia itu dikenal dengan kepiawaiannya dalam membaca permainan dan melakukan perubahan taktik yang krusial. Dan benar saja, Persib yang kembali ke lapangan di babak kedua adalah tim yang berbeda.
Mereka tampil lebih agresif, dengan determinasi tinggi untuk membalikkan keadaan. Tekanan demi tekanan mulai dilancarkan ke pertahanan Selangor FC. Perubahan formasi atau instruksi spesifik dari Bojan Hodak tampaknya berhasil membangkitkan semangat juang para pemain.
Andrew Jung Pembangkit Asa, Adam Alis Penyelamat
Perjuangan Persib mulai membuahkan hasil di menit ke-48. Andrew Jung berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 melalui sebuah kemelut di depan gawang lawan, memanfaatkan sepak pojok akurat dari Thom Haye. Gol ini menjadi suntikan moral yang sangat berharga, membangkitkan kembali harapan para pemain dan juga para Bobotoh yang menyaksikan.
Momentum kini berada di tangan Persib. Mereka terus menggempur pertahanan Selangor, mencari celah untuk menyamakan kedudukan. Kerja keras tak kenal lelah akhirnya terbayar lunas di menit ke-81. Adam Alis, gelandang lincah Maung Bandung, menerima umpan terobosan cerdik dari Marc Klok. Dengan tenang, ia melepaskan tendangan mendatar keras yang tak mampu dibendung kiper Selangor, Sikh Izhan Nazrel. Skor berubah menjadi 2-2!
Drama Puncak di Menit Krusial: Gol Kemenangan yang Emosional
Pertandingan memasuki masa tambahan waktu, dan skor 2-2 terasa adil mengingat perjuangan kedua tim. Namun, drama sesungguhnya baru saja dimulai. Ketika laga tampak akan berakhir imbang, sebuah kesalahan fatal dilakukan oleh kiper Selangor, Nazrel, pada menit ke-90+7. Kesempatan emas ini tak disia-siakan oleh Adam Alis.
Dengan ketenangan luar biasa di bawah tekanan, Adam Alis menyontek bola ke gawang lawan yang kosong. Gol! Persib Bandung berbalik unggul 3-2 di detik-detik terakhir pertandingan. Stadion Petaling Jaya seketika riuh, dengan para pemain Persib dan staf pelatih merayakan gol yang terasa seperti keajaiban.
Tangis Haru Adam Alis: Lebih dari Sekadar Gol
Usai mencetak gol penentu kemenangan yang dramatis itu, Adam Alis tak kuasa menahan air matanya. Emosi yang memuncak, lega, bahagia, dan mungkin juga rasa haru atas perjuangan timnya, semuanya tumpah ruah. Momen tersebut menjadi salah satu adegan paling ikonik dari pertandingan ini, menunjukkan betapa besar makna gol tersebut baginya dan bagi tim.
Begitu peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan berbunyi, Adam Alis kembali terlihat menangis. Kali ini, tangisnya adalah tangis kebahagiaan dan kelegaan yang tak terkira. Rekan-rekannya pun langsung mengerubungi dan memeluk sang gelandang, merayakan kemenangan comeback yang luar biasa ini. Adam Alis bukan hanya mencetak gol, ia menjadi simbol semangat juang dan pantang menyerah Persib Bandung malam itu.
Makna Kemenangan Comeback untuk Maung Bandung
Kemenangan dramatis ini memiliki makna yang sangat besar bagi Persib Bandung. Selain mengamankan tiga poin penting di fase grup ACL2, hasil ini juga menunjukkan mentalitas baja dan semangat juang yang tinggi dari skuad Maung Bandung. Bangkit dari ketertinggalan dua gol di kandang lawan bukanlah perkara mudah, dan Persib berhasil membuktikannya.
Ini adalah bukti nyata dari kepemimpinan Bojan Hodak dan kekompakan tim. Kemenangan ini akan menjadi suntikan kepercayaan diri yang luar biasa bagi Persib untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya di kompetisi Asia maupun di liga domestik. Mereka telah menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang tidak akan menyerah sampai peluit akhir dibunyikan.
Perjalanan Persib di ACL2: Tantangan Selanjutnya
Dengan kemenangan ini, posisi Persib Bandung di grup ACL2 tentu semakin kokoh. Namun, perjalanan masih panjang. Kompetisi ini menuntut konsistensi dan performa terbaik di setiap laga. Kemenangan atas Selangor FC ini hanyalah satu langkah awal, meskipun langkah yang sangat heroik dan penuh drama.
Para pemain harus tetap fokus dan tidak terlena dengan euforia kemenangan ini. Tantangan selanjutnya akan selalu menanti, dan setiap lawan memiliki kekuatan serta strateginya masing-masing. Namun, jika Persib mampu mempertahankan semangat juang dan determinasi seperti yang ditunjukkan Adam Alis dan kawan-kawan malam itu, bukan tidak mungkin mereka akan melangkah jauh di AFC Champions League Two musim ini.


















