Beranda Kriminal Istri dan Selingkuhan Disidang, Kasus Pembunuhan Pedagang Es Campur

Istri dan Selingkuhan Disidang, Kasus Pembunuhan Pedagang Es Campur

0
Istri dan Selingkuhan Disidang, Kasus Pembunuhan Pedagang Es Campur

Aceh – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (23/4), menggelar sidang perdana kasus pembunuhan pedagang es campur bernama Jajuli (34), warga Desa Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara. Kasus tersebut menyeret dua terdakwa yaitu Jamaliah alias Novi (30) yang tak lain adalah istri korban dan Musliadi alias Adi (26), warga Desa Matang Manyam, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, yang merupakan selingkuhan Jamaliah.

Sidang yang dipimpin T Latiful SH didampingi dua hakim anggota Bob Rosman SH dan Fitriani SH tersebut dimulai pukul 16.10 WIB. Terdakwa hadir ke ruang sidang bersama dua pengacaranya, Taufik M Noer SH dan Abdullah Sani Angkat SH. Usai membuka sidang, hakim mempersilakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Harri Citra Kesuma SH, membacakan materi dakwaan.

loading...

Dalam materi dakwaannya, JPU antara lain menjelaskan kronologi pertemuan Jamaliah dan selingkuhannya Musliadi. Pada Agustus 2018, Adi bekerja sebagai pembantu tukang di rumah mertua Jamaliah, di Desa Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli. Setelah itu, dalam pertemuan berikutnya Jamaliah ternyata sering menyampaikan curahan hati (curhat) kepada Adi terkait rumah tanggannya.

Karena itu, antara keduanya mulai timbul rasa suka. Lalu, mereka menjalin hubungan terlarang atau tanpa diketahui korban. Bahkan, keduanya juga sering pergi bersama ke sejumlah lokasi seperti Lapang dan Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu. Bahkan, keduanya juga sudah berulangkali melakukan hubungan layaknya suami istri di rumah korban saat korban tak ada di rumah.

Jamaliah juga mengaku bersedia menikah dengan Adi, tapi harus berpisah dulu dengan suaminya Jajuli. Karena itu, Jamaliah meminta Adi untuk mencari cara agar ia bisa pisah dengan suaminya. Lalu, mereka merencanakan pembunuhan terhadap korban. Setelah merencanakan, tapi Adi tidak jadi membunuh Jajuli.

Pada 14 September 2018, Jamaliah kembali menghubungi Adi menanyakan kapan akan membunuh suaminya, sekaligus untuk membuktikan janji yang pernah disampaikan sebelumnya. Lalu, pada 15 September 2018, terjadilah pembunuhan tersebut dimana korban digorok oleh Musliadi atas suruhan Jamaliah menggunakan parang. Seusai mendengar materi dakwaan dari jaksa, hakim menunda sidang tersebut hingga Selasa (7/5) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jajuli ditemukan oleh istrinya Jamaliah, tewas bersimbah darah dengan luka gorok di leher, Sabtu (15/9/2018) sekitar pukul 02.30 WIB, di tempat tidur dalam kamarnya. Sebelum kejadian itu, Jamaliah mengaku tertidur saat menidurkan anaknya dalam kamar lain. Belakangan terungkap bahwa pembunuhan itu dilakukan Musliadi atas suruhan Jamaliah, setelah keduanya menjalin hubungan asmara. Bahkan Musliadi dan Jamaliah mengaku sudah melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Pengacara kedua terdakwa, Taufik M Noer SH, menyatakan, dirinya sempat menanyakan kepada kliennya apakah sudah memahami isi materi dakwaan atau belum, serta apakah nama mereka, lokasi kejadian, dan hal-hal lain yang disebut dalam dakwaan sudah sesuai dengan yang sebenarnya atau belum. Kedua terdakwa, menurut Taufik, menyatakan sudah memahami isi dakwaan dan tidak ada yang salah dalam penyebutan lokasi dan identitas mereka.

“Karena menurut terdakwa isi dakwaan jaksa tidak ada yang salah, maka kita tidak lagi mengajukan eksepsi (tanggapan terhadap dakwaan jaksa). Kami akan menyampaikan tanggapan saat sidang beragendakan pembacaan atau penyampaian pembelaan (pleidoi),” jelas Taufik M Noer.