Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Vietnam Mencekam! Banjir ‘Monster’ Terjang, Puluhan Tewas, Kota Kuno Terendam, Kerugian Triliunan Rupiah Akibat Cuaca Ekstrem!

vietnam mencekam banjir monster terjang puluhan tewas kota kuno terendam kerugian triliunan rupiah akibat cuaca ekstrem portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Gelombang banjir dahsyat baru saja menerjang wilayah tengah Vietnam, meninggalkan jejak kehancuran dan duka mendalam. Bencana alam ini telah menelan puluhan nyawa dan menyebabkan kerugian material yang tak terhitung, mengubah lanskap menjadi lautan air yang mengerikan. Sejak Minggu (2/11), hujan deras tanpa henti memicu banjir besar yang merendam berbagai provinsi, membuat warga panik dan tak berdaya.

Badan Manajemen Bencana dan Tanggul Vietnam (VDDMA) melaporkan, sedikitnya 35 orang dinyatakan tewas akibat terjangan banjir ini. Angka ini kemungkinan masih bisa bertambah, mengingat lima warga lainnya hingga kini masih dalam pencarian. Tragedi ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat setempat.

banner 325x300

Korban jiwa tersebar di beberapa provinsi yang paling parah terdampak, termasuk Hue, Da Nang, Lam Dong, dan Quang Tri. Tim penyelamat dan relawan terus berjuang melakukan upaya evakuasi dan pencarian di tengah kondisi cuaca yang masih menantang dan medan yang sulit dijangkau.

Hoi An, Kota Kuno yang ‘Tenggelam’ dalam Sejarah

Salah satu lokasi yang paling menyita perhatian dunia adalah kota kuno Hoi An, yang biasanya ramai dengan turis dari berbagai penjuru. Kini, kota warisan dunia UNESCO itu berubah menjadi genangan air setinggi pinggang, mencatat rekor ketinggian air tertinggi dalam 60 tahun terakhir. Pemandangan ikonik Hoi An yang terendam banjir membuat warga dan wisatawan yang terjebak di sana dilanda kepanikan.

Chuong Nguyen, seorang warga Hoi An, mengungkapkan keterkejutannya kepada AFP. "Semua orang kaget setelah banjir ini. Warga sudah siap-siap, tapi tidak menyangka air akan naik setinggi ini," ujarnya, menggambarkan betapa mendadak dan dahsyatnya bencana ini.

Banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga mereka, menyebabkan kerugian besar dan trauma mendalam. "Banyak barang rusak. Semua orang merasa tak berdaya akibat kerusakan yang parah," tambah Chuong, yang masih menyaksikan hujan turun deras saat itu. Ia menceritakan bagaimana air naik begitu cepat, menyapu harapan dan harta benda dalam sekejap.

Kondisi di Hoi An menjadi simbol betapa rentannya kehidupan manusia di hadapan kekuatan alam yang mengamuk. Jalanan yang biasanya dipenuhi lampion dan perahu kini hanya terlihat genangan air keruh, menghapus jejak keindahan kota kuno tersebut.

Dampak Kerusakan yang Meluas: Rumah, Lahan, dan Ekonomi Hancur

Skala kerusakan akibat banjir ini sangat masif dan meluas ke berbagai sektor kehidupan. Data awal dari VDDMA menunjukkan, lebih dari 16.500 rumah penduduk tenggelam sepenuhnya, membuat ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka kini menghadapi ketidakpastian masa depan.

Tidak hanya permukiman, sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi banyak warga juga lumpuh total. Lebih dari 5.300 hektare lahan pertanian terendam air, dan ribuan hewan ternak serta unggas hanyut terbawa arus deras. Ini menjadi pukulan telak bagi mata pencarian warga, mengancam ketersediaan pangan dan stabilitas ekonomi lokal.

Kementerian Lingkungan Vietnam menambahkan, lebih dari 100.000 rumah lainnya juga terdampak banjir, baik terendam sebagian maupun mengalami kerusakan parah. Selain itu, lebih dari 150 tanah longsor terjadi di berbagai wilayah pegunungan, menghancurkan desa-desa dan memutus akses jalan. Infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan banyak yang putus, menghambat distribusi bantuan dan upaya penyelamatan.

Secara keseluruhan, bencana ini diperkirakan telah menyebabkan kerugian ekonomi mencapai lebih dari US$610 juta, atau setara dengan sekitar Rp 9,64 triliun. Angka fantastis ini tentu akan terus bertambah seiring dengan pendataan yang masih berlangsung dan upaya pemulihan yang membutuhkan biaya besar. Kerugian ini bukan hanya angka, melainkan cerminan dari penderitaan ribuan keluarga yang kehilangan segalanya.

Vietnam, Langganan Bencana Alam yang Kian Parah

Tragedi banjir ini bukan kali pertama bagi Vietnam. Negara di Asia Tenggara ini memang dikenal sebagai salah satu wilayah yang paling aktif dilalui topan tropis di dunia, dengan musim hujan besar yang biasanya berlangsung antara Juni hingga September. Namun, intensitas dan frekuensi bencana tampaknya semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam sembilan bulan pertama tahun ini saja, bencana alam seperti badai, banjir, dan tanah longsor telah menewaskan atau menyebabkan hilangnya 187 orang di seluruh Vietnam. Ini menunjukkan betapa rentannya negara ini terhadap gejolak alam yang tak terduga. Masyarakat hidup dalam bayang-bayang ancaman yang terus-menerus.

Biasanya, Vietnam dilanda sekitar 10 topan atau badai tropis setiap tahun, baik secara langsung maupun di lepas pantai. Namun, data hingga tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan, di mana negara tersebut telah mengalami 12 topan. Frekuensi yang meningkat ini menjadi alarm serius bagi pemerintah dan masyarakat, menandakan adanya perubahan pola cuaca yang mengkhawatirkan.

Peran Perubahan Iklim dalam Bencana yang Makin Mematikan

Para ilmuwan dan ahli lingkungan sepakat bahwa peningkatan intensitas dan frekuensi bencana alam seperti banjir dan badai ini sangat terkait dengan perubahan iklim global. Aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan, seperti emisi gas rumah kaca dan deforestasi, disebut sebagai pemicu utama pemanasan global.

Pemanasan global menyebabkan pola cuaca menjadi lebih ekstrem, dengan curah hujan yang lebih tinggi dan badai yang lebih kuat. Akibatnya, bencana yang dulunya dianggap ‘sekali dalam beberapa dekade’ kini menjadi ancaman yang lebih sering, lebih dahsyat, dan mematikan. Vietnam adalah salah satu negara yang merasakan dampak langsung dari krisis iklim ini.

Kondisi ini menuntut perhatian serius dari seluruh dunia untuk bersama-sama mengatasi dampak perubahan iklim. Tanpa tindakan konkret dan kolaborasi global, tragedi seperti yang menimpa Vietnam ini mungkin akan terus berulang dengan skala yang lebih besar, mengancam kehidupan dan keberlanjutan planet kita.

Saat ini, Vietnam masih berjuang untuk pulih dari hantaman banjir dahsyat ini. Solidaritas dan bantuan internasional sangat dibutuhkan untuk membantu ribuan warga yang terdampak membangun kembali kehidupan mereka di tengah puing-puing kehancuran. Kisah pilu dari Vietnam ini menjadi pengingat bagi kita semua akan urgensi menjaga lingkungan dan beradaptasi dengan tantangan iklim yang kian nyata.

banner 325x300