Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Terungkap! Red Command, Gangster Paling Berbahaya di Brasil yang Bikin Lula Murka & Ratusan Tewas

terungkap red command gangster paling berbahaya di brasil yang bikin lula murka ratusan tewas portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Brasil sedang geger! Presiden Lula da Silva baru saja meluncurkan operasi besar-besaran yang mengguncang Rio de Janeiro. Targetnya? Gangster narkoba paling ditakuti, Red Command.

Operasi ini bukan main-main, bahkan sampai Presiden Lula turun tangan langsung. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok kriminal ini bagi keamanan dan stabilitas Brasil.

banner 325x300

Operasi Brutal Lula: Ratusan Nyawa Melayang

Operasi brutal ini menelan korban jiwa yang tak sedikit. Sebanyak 132 orang tewas dalam perburuan aparat Brasil, meninggalkan pemandangan mengerikan di dua permukiman kumuh yang menjadi sarang Red Command. Ratusan jasad tergeletak di jalanan, menciptakan horor yang tak terlupakan.

Beberapa anggota kunci Red Command berhasil ditangkap. Kelompok ini memang dikenal sering melancarkan serangan di ibu kota Brasil, bahkan berupaya merebut wilayah dari musuh bebuyutan mereka, Komando Ibu Kota Pertama (PCC).

"Kita tak boleh membiarkan kejahatan terorganisir menghancurkan keluarga, menindas warga, dan menyebarkan narkoba serta kekerasan di kota-kota," tegas Presiden Lula di platform X. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memerangi geng kriminal.

Namun, operasi besar-besaran ini tak luput dari sorotan tajam pemerhati HAM dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pasalnya, banyak tersangka tewas di tangan aparat tanpa melalui proses hukum yang jelas, menimbulkan pertanyaan besar tentang keadilan.

Siapa Sebenarnya Red Command? Dari Penjara ke Jalanan Rio

Lalu, siapa sebenarnya Red Command ini? Mengapa mereka begitu ditakuti dan menjadi target utama pemerintah Brasil? Mari kita selami lebih dalam sejarah dan sepak terjang kelompok ini.

Red Command, atau yang dikenal juga sebagai Comando Vermelho (CV), adalah kelompok kriminal tertua di Brasil. Geng ini lahir dari sebuah aliansi tak terduga antara penjahat biasa dan milisi sayap kiri, semuanya berawal dari balik jeruji besi.

Mereka adalah narapidana yang dijebloskan ke penjara selama era rezim diktator Brasil, yang berlangsung dari tahun 1964 hingga 1985. Kondisi politik yang represif kala itu justru menjadi cikal bakal terbentuknya kekuatan baru.

Di penjara Candido Mendes, Pulau Ilha Grande, Rio de Janeiro, kondisi yang keras mendorong para narapidana untuk bersatu. Mereka membentuk sebuah kekuatan demi bertahan hidup dalam sistem yang brutal.

Awalnya, mereka membentuk organisasi bernama Falange Vermelha, yang berhaluan sayap kiri. Namun, seiring waktu, haluan ini ditinggalkan karena mereka semakin terlibat dalam kejahatan terorganisir, hingga media menjuluki mereka "Komando Merah".

Pada tahun 1979, pengaruh kelompok ini mulai merambah keluar penjara, menyebar ke jalanan Rio de Janeiro. Anggota yang bebas bertugas mengumpulkan uang melalui berbagai kegiatan kriminal, yang kemudian disalurkan kepada rekan-rekan mereka di dalam penjara.

Awalnya, Red Command hanya berfokus pada perampokan bank dan penjambretan. Namun, nama mereka cepat menyebar dari satu penjara ke penjara lain, membuat organisasi ini semakin berkembang dan menguat.

Evolusi Bisnis: Dari Rampok Bank ke Kartel Narkoba Internasional

Memasuki tahun 1980, Red Command membuat langkah besar dengan beralih ke bisnis narkoba. Mereka menjalin kerja sama dengan kartel narkoba di Kolombia, memanfaatkan struktur dan organisasi mereka yang solid untuk mendistribusikan narkoba dalam jumlah besar.

Pada saat yang sama, pengaruh mafia judi ilegal di Brasil mulai memudar. Ini membuka peluang emas bagi Red Command untuk memperluas kekuasaan dan dominasi mereka di dunia kriminal.

Tak hanya itu, Red Command juga berhasil mengambil alih kepemimpinan sosial di lingkungan marginal Rio de Janeiro, terutama di daerah favela. Mereka menjadi semacam "pemerintah" alternatif bagi warga yang terpinggirkan.

"Sejak saat itu, kelompok ini berkembang menjadi ancaman nasional dan transnasional yang cukup besar," demikian laporan dari Insight Crime, situs yang fokus pada kejahatan terorganisir. Ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman Red Command.

Jaringan Kuat dan Pengaruh di Seluruh Brasil

Pada tahun 2005, diperkirakan Red Command telah menguasai lebih dari separuh wilayah paling keras di Rio de Janeiro. Mereka membangun kerajaan mereka di tengah kemiskinan dan ketidakadilan.

Pengaruh Red Command tak hanya di jalanan, tetapi juga merambah ke dalam penjara-penjara di seluruh Brasil. Basis utama narapidana mereka berada di Amazonas, dengan basis sekunder di Mato Grosso, serta memiliki relasi kuat dengan Bolivia sebagai sumber utama kokain.

Di favela, mereka membangun sistem pemerintahan paralel, menyediakan lapangan kerja, dan bahkan menyelesaikan perselisihan. Ini membuat mereka mendapatkan loyalitas dari penduduk yang merasa terpinggirkan oleh pemerintah resmi.

Ancaman Baru dan Persaingan Sengit

Namun, dominasi Red Command mulai terusik. Pada tahun 2008, muncul gerakan serupa di Sao Paulo bernama Komando Ibu Kota Pertama (PCC), serta kelompok-kelompok kriminal kecil lainnya yang menjadi pesaing.

Pengaruh Red Command juga semakin melemah ketika pemerintah mengerahkan pasukan ke wilayah-wilayah yang mereka dominasi. Tak hanya itu, mereka juga harus berhadapan dengan milisi bersenjata yang berusaha merebut wilayah kekuasaan mereka.

Para pengamat kini melihat tujuan anggota Red Command di luar penjara semakin jelas: membentuk geng-geng bersenjata lengkap. Tujuannya adalah untuk mengambil alih wilayah narkoba dan memperluas kekuasaan atas nama Komando Merah.

Pertarungan antara pemerintah, milisi, dan berbagai geng kriminal ini menjadikan Brasil medan perang yang tak berkesudahan. Operasi Lula da Silva hanyalah babak baru dalam konflik panjang melawan Red Command, geng yang lahir dari kegelapan penjara dan kini menjadi ancaman besar bagi negara.

banner 325x300