Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Ngeri! Trump Sesumbar AS Punya Nuklir Penghancur Dunia 150 Kali Lipat

ngeri trump sesumbar as punya nuklir penghancur dunia 150 kali lipat portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Presiden Donald Trump kembali membuat pernyataan yang menggegerkan publik internasional. Ia mengeklaim bahwa Amerika Serikat memiliki persenjataan nuklir dengan kekuatan dahsyat, yang disebutnya mampu meledakkan dunia hingga 150 kali lipat. Klaim ini sontak memicu perbincangan hangat mengenai kekuatan militer dan stabilitas global.

Pernyataan mengejutkan tersebut dilontarkan Trump dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media ternama, CBS. Ia dengan tegas menyatakan bahwa Washington memiliki lebih banyak senjata nuklir dibandingkan negara mana pun di dunia. Angka "150 kali lipat" yang disebutkannya menggarisbawahi kapasitas penghancuran massal yang luar biasa dari arsenal AS.

banner 325x300

"Kita punya cukup senjata nuklir untuk meledakkan dunia 150 kali," ujar Trump dalam wawancara tersebut. Ia juga menambahkan bahwa Rusia memiliki banyak senjata serupa, sementara China disebutnya akan segera memiliki lebih banyak lagi, meskipun saat ini AS masih unggul dalam jumlah.

Mengapa Trump Mengklaim Demikian?

Pernyataan Trump yang menggegerkan ini bukanlah tanpa konteks. Ia melontarkannya ketika ditanya tentang instruksi kontroversialnya pada 30 Oktober lalu. Kala itu, Trump secara terbuka memerintahkan Departemen Pertahanan AS untuk segera memulai uji coba nuklir, sebuah langkah yang berpotensi mengubah lanskap keamanan global.

Instruksi tersebut disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social, menjelang pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Busan, Korea Selatan. Kedua pemimpin dunia itu kala itu hadir untuk menghadiri rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (KTT APEC).

Trump beralasan bahwa uji coba senjata nuklir harus dilakukan karena negara-negara lain sudah mulai melakukannya. Ia merasa AS tidak boleh tertinggal dalam perlombaan persenjataan strategis ini. "Karena negara-negara lain sedang menguji program, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk mulai menguji senjata nuklir kami secara setara," tulis Trump.

Respons Terhadap Uji Coba Nuklir Rusia

Pernyataan Trump mengenai uji coba nuklir AS sendiri dilontarkan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (29/30) menyatakan bahwa negaranya telah berhasil meluncurkan Poseidon. Poseidon adalah persilangan antara torpedo dan pesawat nirawak yang memiliki kemampuan nuklir, dipercaya bisa menyebabkan tsunami yang cukup kuat untuk menghancurkan kota-kota pesisir.

Dalam wawancara dengan CBS 60 Minutes, Trump secara terang-terangan mengakui bahwa alasan utama AS hendak menguji coba senjata nuklir adalah karena Rusia telah memulainya. Ini menunjukkan adanya dinamika persaingan kekuatan yang semakin memanas antara negara-negara adidaya.

"Alasan saya memerintahkan uji coba (senjata nuklir) karena Rusia mengumumkan bahwa mereka akan melakukan uji coba," jelas Trump. Ia menambahkan, "Jika Anda perhatikan, Korea Utara terus-terusan melakukan uji coba. Negara-negara lain juga sedang menguji coba. Kita satu-satunya negara yang tidak melakukannya, dan saya tidak ingin jadi satu-satunya negara yang tidak menguji coba (senjata nuklir)."

Moratorium Uji Coba Nuklir AS yang Terancam Berakhir

Jika Amerika Serikat benar-benar melakukan uji coba senjata nuklir, ini akan menjadi yang perdana dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. AS telah menjalankan moratorium terhadap uji coba bahan peledak nuklir sejak tahun 1992, sebuah komitmen penting dalam upaya non-proliferasi global.

Uji coba nuklir terakhir yang dilakukan AS terjadi pada 23 September 1992, dengan nama sandi "Divider". Sejak saat itu, AS berhenti melakukan uji coba, dan Korea Utara menjadi satu-satunya negara yang secara terbuka masih terus melakukan uji coba nuklir, memicu kecaman dari komunitas internasional.

Keputusan untuk mengakhiri moratorium ini akan memiliki implikasi besar bagi perjanjian kontrol senjata dan stabilitas regional maupun global. Langkah tersebut bisa memicu negara lain untuk mengikuti, mengancam era baru perlombaan senjata yang berbahaya.

Klaim Trump: Rusia dan China Juga Uji Coba Diam-diam?

Ketika ditanya mengenai fakta bahwa hanya Pyongyang yang melakukan uji coba nuklir, Trump dengan tegas membantah. Ia menegaskan bahwa Rusia dan China juga sudah melakukannya, hanya saja publik tidak mengetahuinya karena sifat pemerintahan mereka yang tertutup.

"Rusia dan China sedang menguji coba (senjata nuklir), tapi mereka tidak membicarakannya," kata Trump. Ia membandingkan dengan sistem media di AS yang lebih transparan. "Anda tahu, kita ini masyarakat terbuka. Kita berbeda. Kita membicarakannya. Kita harus membicarakannya, karena kalau tidak, kalian (jurnalis) akan melaporkannya."

Trump menambahkan, "Mereka tidak punya wartawan yang akan menulis tentang itu, tapi kita punya." Pernyataan ini menyoroti perbedaan fundamental antara sistem politik dan kebebasan pers di negara-negara tersebut, yang berdampak pada transparansi informasi mengenai program senjata nuklir.

Klaim Donald Trump ini, baik mengenai kekuatan nuklir AS maupun dugaan uji coba rahasia oleh negara lain, tentu saja menambah ketegangan dalam lanskap geopolitik. Ini mengingatkan kita akan bahaya laten dari perlombaan senjata nuklir dan pentingnya dialog untuk menjaga perdamaian dunia.

banner 325x300