Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Geger! Penggalian Israel Ancam Masjid Al-Aqsa Roboh, Yerusalem Beri Peringatan

geger penggalian israel ancam masjid al aqsa roboh yerusalem beri peringatan portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kabar mengejutkan datang dari Yerusalem, kota suci yang selalu menjadi pusat perhatian dunia. Masjid Al-Aqsa, salah satu situs paling suci bagi umat Islam, kini berada dalam ancaman serius. Penggalian bawah tanah yang gencar dilakukan oleh Israel di sekitar kompleks masjid memicu kekhawatiran akan potensi runtuhnya sebagian bangunan bersejarah tersebut.

Ancaman Nyata di Bawah Tanah Kota Suci

banner 325x300

Pemerintahan Yerusalem telah mengeluarkan peringatan keras terkait aktivitas penggalian ini. Mereka menegaskan bahwa tindakan Israel tersebut berpotensi menimbulkan bahaya besar bagi stabilitas fondasi Masjid Al-Aqsa. Situasi ini sontak memicu ketegangan baru dan kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat internasional.

Marouf Al-Rifai, Penasihat Kegubernuran Yerusalem, tidak tinggal diam. Ia secara tegas memperingatkan Israel agar segera menghentikan penggalian, terutama pembangunan terowongan yang menghubungkan beberapa situs bersejarah di bawah tanah. Menurutnya, ini adalah bagian dari rencana yang lebih besar untuk merusak landmark bersejarah Islam di kota tersebut.

"Ini merupakan bagian dari rencana untuk merusak landmark bersejarah Islam, ini melanggar hukum Islam," ujar Al-Rifai kepada WAFA News Agency pada Rabu (22/10). Pernyataan ini menggarisbawahi betapa seriusnya pelanggaran yang sedang terjadi, tidak hanya dari segi fisik bangunan, tetapi juga dari perspektif hukum dan agama.

Terowongan Misterius dan "Kota Daud"

Penggalian yang dimaksud bukan sekadar lubang biasa. Israel diketahui tengah membangun jaringan terowongan kompleks yang menghubungkan area yang mereka sebut sebagai ‘Kota Daud’. Terowongan-terowongan ini melintasi lorong-lorong yang dibangun dari dinding batu kuno, mengubah lanskap bawah tanah Yerusalem secara drastis.

Sebagian besar terowongan ini dulunya adalah jalur air bersejarah yang telah dikeringkan. Kini, jalur-jalur kuno tersebut diubah fungsinya menjadi terowongan, museum, dan bahkan sinagoge, mengubah identitas dan sejarah asli situs tersebut. Transformasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai motif di baliknya.

Mengubah Sejarah, Mengancam Masa Depan

Salah satu terowongan yang paling disorot adalah ‘Pasar Jabbana’. Terowongan ini telah diubah menjadi jalur wisata Yahudi, yang secara langsung mengancam infrastruktur di bawah Masjid Al-Aqsa. Bayangkan saja, aktivitas wisata di bawah tanah masjid suci, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap stabilitas bangunan di atasnya.

Al-Rifai juga mengingatkan bahwa penggalian ini tidak hanya membahayakan Al-Aqsa. Banyak landmark Palestina lainnya, seperti rumah-rumah bersejarah dan sekolah-sekolah kuno, juga berada di ambang kehancuran. Warisan budaya yang tak ternilai harganya terancam lenyap demi kepentingan yang tidak jelas.

Dampak penggalian ini bisa sangat luas dan tidak terduga. Perubahan pada tanah di bawah Masjid Al-Aqsa bisa memengaruhi fondasinya, yang pada akhirnya dapat menyebabkan keruntuhan sebagian atau bahkan seluruh bangunan. Ini adalah skenario terburuk yang harus dihindari dengan segala cara.

Fondasi Al-Aqsa dalam Bahaya Serius

Pemerintahan Yerusalem menegaskan bahwa penggalian yang dilakukan Israel tidak memiliki metodologi ilmiah yang jelas. Ini bukan sekadar proyek arkeologi biasa, melainkan tindakan yang sarat akan motif politik. Tanpa dasar ilmiah yang kuat, risiko kerusakan permanen terhadap Al-Aqsa menjadi semakin tinggi.

"Penggalian tersebut tidak memiliki metodologi ilmiah dan merupakan pelanggaran status quo, yang menegaskan bahwa penggalian tersebut murni bermotif politik," tegas Al-Rifai. Pernyataan ini menyoroti kurangnya transparansi dan standar internasional dalam proyek penggalian tersebut.

Pelanggaran Status Quo dan Motif Politik

Istilah ‘status quo’ di Yerusalem merujuk pada kesepakatan historis mengenai pengaturan dan pengelolaan situs-situs suci. Pelanggaran terhadap status quo ini berarti mengabaikan kesepakatan yang telah lama berlaku, yang justru bisa memicu konflik dan ketegangan yang lebih besar di wilayah tersebut.

Terowongan-terowongan ini, menurut Al-Rifai, adalah upaya Israel untuk memaksakan kendali mereka atas tempat-tempat suci di Yerusalem. Ini bukan hanya tentang arkeologi atau pengembangan wisata, melainkan tentang perebutan kekuasaan dan identitas di kota yang sangat sensitif secara agama dan politik.

Langkah ini menimbulkan kekhawatiran serius akan masa depan Kota Suci Yerusalem dan identitas Palestina-nya. Jika penggalian terus berlanjut tanpa pengawasan dan pertanggungjawatan, warisan budaya dan keagamaan yang telah ada selama berabad-abad bisa terancam punah.

Masa Depan Yerusalem dan Identitas Palestina

Yerusalem adalah kota yang memiliki makna mendalam bagi tiga agama besar dunia: Islam, Kristen, dan Yahudi. Masjid Al-Aqsa sendiri merupakan kiblat pertama umat Islam dan situs ketiga paling suci setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Keberadaannya adalah simbol penting bagi identitas Palestina dan umat Islam di seluruh dunia.

Ancaman terhadap Al-Aqsa bukan hanya masalah lokal, melainkan isu global yang membutuhkan perhatian serius dari komunitas internasional. Jika fondasi masjid ini benar-benar terganggu, dampaknya bisa memicu gelombang kemarahan dan protes yang luas, memperburuk ketidakstabilan di kawasan tersebut.

Dunia harus segera bertindak untuk melindungi warisan budaya dan keagamaan yang tak ternilai ini. Penghentian penggalian yang tidak bertanggung jawab adalah langkah pertama yang krusial. Masa depan Yerusalem, dengan segala keragaman dan sejarahnya, bergantung pada upaya kolektif untuk menjaga dan melestarikannya dari ancaman yang nyata.

banner 325x300