Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Berita Duka dari Thailand: Ibu Suri Sirikit, ‘Ibu Bangsa’ yang Melegenda, Tutup Usia di 93 Tahun

berita duka dari thailand ibu suri sirikit ibu bangsa yang melegenda tutup usia di 93 tahun portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Dunia berduka atas kepergian Ibu Suri Sirikit, sosok sentral dalam sejarah modern Thailand dan ibu dari Raja Maha Vajiralongkorn. Beliau mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (24/10) malam waktu setempat, di usia 93 tahun yang penuh pengabdian. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh pihak istana, membawa kesedihan mendalam bagi seluruh rakyat Thailand dan para pengagumnya di seluruh dunia.

Pengumuman Duka dari Istana

banner 325x300

Dalam pernyataan resmi yang dirilis, istana mengumumkan bahwa kondisi Yang Mulia Ibu Suri Sirikit memburuk drastis hingga Jumat malam. Beliau meninggal dunia pada pukul 21.21 di Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok. Kepergiannya menandai berakhirnya sebuah era yang panjang dan penuh makna bagi Kerajaan Thailand.

Ibu Suri Sirikit memang telah lama berjuang melawan berbagai penyakit, termasuk infeksi darah yang menyerangnya pada Oktober ini. Beliau telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama beberapa waktu, jauh dari sorotan publik yang pernah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupannya. Jenazah beliau rencananya akan disemayamkan di Dusit Thorne Hall, Istana Agung, Bangkok, tempat rakyat dapat memberikan penghormatan terakhir.

Sosok "Ibu Bangsa" yang Dicintai

Bagi rakyat Thailand, Ibu Suri Sirikit bukan sekadar seorang ratu atau ibu dari raja. Beliau dikenal luas sebagai ‘Ibu Bangsa’, sebuah julukan yang mencerminkan kedalaman kasih sayang dan penghormatan yang diberikan kepadanya. Hari ulang tahunnya, 12 Agustus, bahkan ditetapkan sebagai Hari Ibu Nasional di Thailand, menunjukkan betapa sentralnya peran beliau dalam identitas dan hati masyarakat.

Selama enam dekade lebih, beliau berdiri kokoh di samping suaminya, Raja Bhumibol Adulyadej, yang memerintah Thailand dari tahun 1946 hingga 2016. Bersama-sama, mereka membentuk fondasi monarki yang dicintai dan dihormati, membimbing negara melalui berbagai tantangan dengan kebijaksanaan dan dedikasi. Kepergiannya kini meninggalkan kekosongan yang mendalam.

Perjalanan Hidup Sang Ratu: Dari Pernikahan hingga Takhta

Lahir pada 12 Agustus 1932, Mom Rajawongse Sirikit Kitiyakara adalah putri dari Pangeran Nakkhatra Mangala Kitiyakara dan Mom Luang Bua Kitiyakara. Beliau menghabiskan masa kecilnya di Thailand sebelum melanjutkan pendidikan di Eropa, di mana takdir mempertemukannya dengan calon suaminya, Pangeran Bhumibol Adulyadej, yang saat itu sedang belajar di Swiss. Kisah cinta mereka bermula dari pertemuan tak terduga yang kemudian berujung pada pernikahan agung.

Pernikahan mereka pada tahun 1950 bukan hanya menyatukan dua hati, tetapi juga mengukuhkan harapan bagi masa depan Thailand. Sirikit dengan cepat beradaptasi dengan perannya sebagai Ratu, menunjukkan kecerdasan, keanggunan, dan komitmen yang luar biasa terhadap tugas-tugas kerajaan. Beliau melahirkan empat anak, termasuk Raja Maha Vajiralongkorn, yang kini memimpin Kerajaan Thailand.

Gaya dan Pengaruh: Dijuluki "Jackie Kennedy" Asia

Selain dikenal karena dedikasinya, Ibu Suri Sirikit juga mengukir reputasi ganda sebagai seorang ikon mode yang elegan dan pemimpin bangsa yang penuh perhatian. Pada masa keemasannya di tahun 1960-an, pesona dan gaya busananya yang khas menarik perhatian dunia. Beberapa media barat bahkan menampilkannya di sampul majalah, mengagumi keanggunan dan selera modenya yang tak lekang oleh waktu.

Tidak jarang, beliau kerap dibanding-bandingkan dengan ibu negara Amerika Serikat kala itu, Jackie Kennedy, karena karisma dan pengaruhnya yang mendunia. Namun, di balik gemerlap dunia mode, Ibu Suri Sirikit tak pernah melupakan tugas utamanya: melayani rakyat. Beliau menggunakan platformnya untuk mempromosikan budaya dan kerajinan tangan Thailand ke kancah internasional, membantu mengangkat perekonomian lokal.

Dedikasi untuk Rakyat dan Pembangunan

Dedikasi Ibu Suri Sirikit terhadap kesejahteraan rakyatnya tidak perlu diragukan lagi. Beliau adalah pelopor berbagai proyek sosial dan pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Salah satu inisiatifnya yang paling terkenal adalah Yayasan SUPPORT (The Foundation for the Promotion of Supplementary Occupations and Related Techniques).

Melalui Yayasan SUPPORT, beliau mendorong pengembangan kerajinan tangan tradisional Thailand, seperti tenun sutra, keramik, dan perhiasan, sebagai mata pencarian tambahan bagi masyarakat pedesaan. Program ini tidak hanya melestarikan warisan budaya Thailand tetapi juga memberdayakan ribuan keluarga, memberikan mereka keterampilan dan pendapatan yang berkelanjutan. Inisiatif ini menunjukkan visi jauh ke depan dan kepeduliannya yang tulus terhadap rakyat kecil.

Masa Senja dan Perjuangan Kesehatan

Seiring bertambahnya usia, kesehatan Ibu Suri Sirikit mulai menurun. Beliau dan Raja Bhumibol Adulyadej secara bertahap pensiun dari sorotan publik dalam beberapa tahun terakhir karena kondisi kesehatan yang memburuk. Meskipun demikian, cinta dan penghormatan rakyat Thailand terhadap mereka tidak pernah pudar. Kehadiran mereka, bahkan dalam ketidakhadiran fisik, tetap menjadi simbol stabilitas dan persatuan.

Pada Oktober ini, kondisi Ibu Suri Sirikit memburuk akibat infeksi darah, yang akhirnya menjadi penyebab kepergiannya. Meskipun telah dirawat intensif, usia dan berbagai penyakit yang dideritanya membuat tubuhnya tak mampu lagi bertahan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, namun juga kenangan abadi akan pengabdiannya yang tak tergantikan.

Warisan Abadi Sang Ratu

Kepergian Ibu Suri Sirikit adalah kehilangan besar bagi Thailand dan dunia. Raja Vajiralongkorn telah menugaskan anggota keluarga kerajaan untuk memulai masa berkabung selama setahun, sebuah tradisi yang mencerminkan kedalaman duka dan penghormatan terhadap mendiang ratu. Selama masa ini, rakyat Thailand akan mengenang dan menghormati warisan abadi sang ‘Ibu Bangsa’.

Ibu Suri Sirikit akan selalu dikenang sebagai ratu yang anggun, berdedikasi, dan penuh kasih. Dari perannya sebagai ikon mode hingga pelopor pembangunan sosial, beliau telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah Thailand. Kisah hidupnya adalah inspirasi tentang bagaimana seorang pemimpin dapat menggabungkan keanggunan, kekuatan, dan kepedulian tulus untuk melayani bangsanya dengan sepenuh hati.

banner 325x300