Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Modus Licik! Pria Beratribut Ojol Gasak HP di Siang Bolong, Terekam CCTV!

modus licik pria beratribut ojol gasak hp di siang bolong terekam cctv portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Seorang pria dengan atribut ojek online (ojol) terekam kamera pengawas (CCTV) saat melakukan aksi pencurian nekat. Ia berhasil masuk ke rumah warga di Jalan Anggrek, Ciracas, Jakarta Timur, dan membawa kabur satu unit ponsel. Kejadian ini berlangsung di siang bolong, memicu kekhawatiran warga akan keamanan lingkungan mereka.

Aksi ini tidak hanya merugikan materiil, tetapi juga menimbulkan keresahan mendalam di tengah masyarakat. Modus operandi pelaku yang memanfaatkan atribut ojol menambah daftar panjang cara-cara licik para pencuri untuk mengelabui korbannya.

banner 325x300

Aksi Nekat di Siang Hari Bolong

Insiden mengejutkan ini terjadi pada Senin (20/10), sekitar pukul 10.21 WIB. Pelaku yang diperkirakan berusia 45 tahun itu beraksi seorang diri, memanfaatkan kelengahan pemilik rumah. Keberanian pelaku beraksi di jam-jam sibuk, saat banyak orang beraktivitas, menunjukkan tingkat kenekatan yang luar biasa.

Korban, Ferdian Bayu Hardianto, mengaku sangat terkejut dan tak habis pikir dengan keberanian pelaku. "Saya ga habis pikir sama aksi pelaku, itu terbilang nekat beraksi di siang hari," ujar Bayu, menyoroti betapa beraninya pencuri tersebut melakukan aksinya di tengah terang benderang.

Detik-detik Pelaku Masuk Rumah

Dalam rekaman CCTV, terlihat pelaku membuka gerbang rumah korban secara perlahan. Ia berusaha agar tidak menimbulkan suara yang mencurigakan, menunjukkan profesionalisme dalam tindak kejahatannya. Setelah gerbang terbuka, pelaku dengan santai masuk ke dalam area rumah.

Ia mulai mencari barang berharga di lantai bawah, namun terkejut saat melihat ibu korban sedang menyetrika di ruang tengah. Momen ini membuat pelaku sempat mengurungkan niatnya di lantai bawah dan memutuskan untuk keluar sebentar.

Mengintai Kesempatan Emas

Pelaku kemudian keluar pagar rumah, namun tidak langsung pergi. Ia terlihat mengamati situasi, pandangannya tertuju ke arah atas tangga, seolah mencari celah lain. Bayu menduga, pelaku sudah membuntuti istrinya yang saat itu bolak-balik mengantar es batu untuk jualannya.

"Kebetulan istri kan jualan di depan jalan, jadi dia lagi bolak balik bawa es batu," jelas Bayu. Gerak-gerik mencurigakan pelaku yang mondar-mandir di depan rumah sebanyak dua kali, seolah melakukan survei, terekam jelas. Ini mengindikasikan bahwa aksi pencurian ini bukanlah tindakan spontan, melainkan sudah direncanakan dengan matang.

Sasaran Kamar Atas yang Tak Terkunci

Setelah merasa situasi kondusif dan tidak ada penghuni di lantai bawah yang mengawasi, pelaku kembali masuk ke dalam rumah. Kali ini, ia langsung menaiki anak tangga yang aksesnya berada di teras rumah. Ia menuju kamar atas yang kebetulan tidak terkunci.

Di sana, ia menemukan dan langsung mengambil satu unit ponsel. Keberanian pelaku memanfaatkan celah keamanan rumah, ditambah dengan penyamaran atribut ojol, benar-benar mencengangkan dan membuat warga harus lebih waspada.

Nyaris Gagal Gara-gara Teriakan Keponakan

Beruntung, saat itu ada keponakan Bayu di kamar atas, meskipun sedang berada di kamar mandi. Keponakan tersebut sempat berteriak, "Bibi kenapa sih balik lagi," mengira itu adalah bibinya yang kembali. Teriakan ini sontak membuat pelaku panik dan terkejut.

Mendengar teriakan tersebut, pelaku langsung buru-buru turun dan melarikan diri dari lokasi kejadian. Jika tidak ada teriakan itu, Bayu memperkirakan pelaku bisa membawa lebih banyak barang berharga, mengingat ada sekitar empat ponsel lain di kamar yang diletakkan terpisah.

Kerugian dan Trauma yang Tersisa

Satu unit ponsel merek Vivo senilai sekitar lima juta rupiah raib digasak pelaku. Kerugian materiil ini menambah daftar panjang kekhawatiran Bayu dan keluarganya. "Di sini memang rawan pencurian, belum lama sepeda motor saya hilang di gang rumah," ungkapnya, menunjukkan betapa rentannya lingkungan mereka terhadap tindak kejahatan.

Selain kerugian materiil, insiden ini juga meninggalkan trauma bagi keluarga korban. Bayu juga menyebut bahwa warga sekitar sering melihat pelaku shalat di musala dekat rumahnya. Namun, ia memastikan bahwa pria tersebut bukanlah warga setempat, menambah misteri identitas pelaku dan membuat warga semakin curiga terhadap orang asing.

Belum Lapor Polisi, Berharap Pelaku Tertangkap

Hingga berita ini ditulis, Bayu belum membuat laporan resmi ke polisi. Ia baru sempat mengecek rekaman CCTV setelah dihubungi istrinya saat sedang bekerja. Harapannya, dengan bukti rekaman yang ada, pelaku bisa segera diidentifikasi dan ditangkap oleh pihak berwajib.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, modus pencurian dengan menyamar atau memanfaatkan atribut profesi tertentu semakin marak terjadi, menuntut kita untuk lebih jeli dan tidak mudah percaya.

Pentingnya Kewaspadaan Ekstra

Kasus pencurian di Ciracas ini menyoroti betapa pentingnya menjaga keamanan rumah, bahkan di siang hari yang ramai. Pastikan pintu dan jendela selalu terkunci, bahkan saat Anda berada di dalam rumah. Pertimbangkan pemasangan kamera CCTV sebagai alat pengawas tambahan yang efektif.

Jangan mudah percaya pada orang asing, meskipun mereka mengenakan atribut profesi yang terlihat meyakinkan. Selalu verifikasi identitas atau tujuan kunjungan mereka. Kewaspadaan kolektif di lingkungan juga krusial; saling menjaga dan melaporkan hal-hal mencurigakan kepada pihak berwajib dapat membantu mencegah tindak kejahatan serupa. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman untuk semua.

banner 325x300