Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

"Kok Sekarang Saya Sering Mikirin Dia?" Kalimat Pilu Suami Sebelum Habisi Nyawa Istri di Kebon Jeruk

Petugas memindahkan jenazah korban pembunuhan ke ambulans, disaksikan warga merekam.
Tragedi rumah tangga di Kedoya Selatan, Jakarta Barat, di mana seorang wanita ditemukan tewas, diduga dibunuh suaminya.
banner 120x600
banner 468x60

Tragedi rumah tangga kembali mengguncang Jakarta Barat, menyisakan duka mendalam dan pertanyaan besar di benak banyak orang. Seorang wanita berinisial S (49) ditemukan tak bernyawa di kediamannya di Kedoya Selatan, Kebon Jeruk. Ironisnya, pelaku pembunuhan keji ini tak lain adalah suaminya sendiri, W (55), yang diduga kuat dilatarbelakangi oleh api cemburu.

Kisah pilu ini terungkap pada Selasa (6/8/2024), saat jasad S ditemukan dengan luka jeratan tali pada lehernya. Penemuan ini sontak menggegerkan warga sekitar dan menjadi pengingat pahit akan bahaya kecemburuan yang tak terkendali.

banner 325x300

Kecemburuan yang Berujung Maut

Peristiwa nahas ini bermula dari kecurigaan dan kegelisahan yang menyelimuti hati W. Menurut kesaksian tetangga, W kerap kali menyampaikan perubahan sikap istrinya yang dianggap tak biasa. Perasaan cemburu yang membara ini diduga menjadi pemicu utama di balik tindakan brutalnya.

W, yang dikenal sebagai sosok yang temperamental, tak mampu membendung emosinya. Alih-alih mencari solusi atau berkomunikasi, ia justru memilih jalan kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa sang istri. Kasus ini menjadi cerminan kelam dari konflik rumah tangga yang tak terselesaikan.

Kesaksian Tetangga: Gelagat Aneh dan Perubahan Korban

Sumarni, salah satu tetangga dekat korban, menjadi saksi bisu kegelisahan W sebelum tragedi terjadi. Ia mengingat betul perkataan W yang terdengar aneh dan penuh kecurigaan. "Wisman pernah bilang ke saya, ‘Kok sekarang saya sering mikirin dia?’ Dari situ saya sudah merasa dia kayaknya cemburu," ujar Sumarni kepada wartawan.

Kalimat itu, yang kini terdengar begitu pilu, mengisyaratkan adanya gejolak batin yang kuat pada diri W. Perasaan cemburu itu semakin menguat seiring dengan perubahan perilaku S. Korban diketahui sering keluar rumah dan berkumpul bersama teman-temannya, bahkan hingga pergi ke tempat karaoke.

Perilaku S inilah yang diduga kuat oleh Sumarni menjadi pemicu utama kecemburuan buta Wisman. Meskipun demikian, Sumarni mengaku tidak pernah mendengar adanya pertengkaran hebat yang mencolok antara pasangan suami istri tersebut selama lebih dari satu tahun mereka tinggal di lingkungan itu.

"Saya enggak pernah dengar mereka ribut. Tapi kalau Wisman, emang dari dulu kasar orangnya," tambah Sumarni, memberikan gambaran lebih jelas tentang karakter pelaku. Sifat kasar W yang sudah menjadi rahasia umum di kalangan tetangga, kini menjadi sorotan setelah tragedi ini terungkap.

Kronologi Penemuan dan Penyerahan Diri Pelaku

Jasad S pertama kali ditemukan oleh anak laki-lakinya sepulang kerja. Sang anak bergegas pulang setelah dihubungi oleh teman ibunya yang khawatir karena S tidak dapat dihubungi sejak pagi. Pagi harinya, saat sang anak berangkat kerja, kedua orang tuanya diketahui masih tertidur.

"Ditemukan sama anaknya. Anaknya siang dia pulang kerja, pas dia buka pintu. Kita lagi mengarah ke jalan, ke rumah kontrakan bersama pelaku. Pas kita sampai ada anaknya juga belum lama sampai," terang Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Ganda. Pemandangan mengerikan itu menyambut sang anak, mengubah hari biasa menjadi hari terkelam dalam hidupnya.

Setelah melancarkan aksinya, W tidak melarikan diri. Ia justru menyerahkan diri ke Polsek Kembangan. Namun, karena lokasi pembunuhan berada di wilayah Kebon Jeruk, pelaku kemudian diserahkan ke Polsek Kebon Jeruk untuk proses hukum lebih lanjut. "Pelaku itu menyerahkan diri ke Polsek Kembangan. Baru kita jemput, karena itu kan perbatasan," tutur Ganda.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses autopsi. Prosedur ini penting untuk mengetahui penyebab pasti kematian S dan mengumpulkan bukti-bukti forensik yang akan membantu penyidikan.

Polisi Masih Dalami Motif dan Dugaan Perselingkuhan

AKP Ganda juga membenarkan temuan tali jeratan pada leher korban. "Kita cek itu, kita ke TKP (tempat kejadian perkara) ditemukan tali, tali tas itu. Kita coba cek dengan dokter nanti hasil pemeriksaan dokter," kata Ganda, menjelaskan bukti awal yang ditemukan di lokasi kejadian. Tali tas tersebut diduga kuat menjadi alat yang digunakan W untuk menghabisi nyawa istrinya.

Terkait motif pembunuhan, dugaan sementara mengarah pada sakit hati pelaku karena menuding istrinya berselingkuh. Kecemburuan yang membabi buta ini tampaknya telah menguasai pikiran W hingga mendorongnya melakukan tindakan ekstrem.

"Sementara karena diduga korban ada perselingkuhan, tapi kami masih dalami lagi, benar gak informasi itu. Kita kroscek informasi yang ada dengan data penyelidikan kita," imbuh Ganda. Polisi menegaskan bahwa dugaan perselingkuhan ini masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan untuk mengungkap tabir di balik kasus ini, memastikan keadilan bagi korban, dan memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat tentang pentingnya komunikasi dan penyelesaian masalah tanpa kekerasan. W kini mendekam di balik jeruji besi, menanti pertanggungjawaban atas perbuatannya, sementara keluarga korban berduka atas kehilangan yang tak terduga.

banner 325x300