Siapa sangka, tawaran untuk terlibat dalam film horor-thriller garapan Kimo Stamboel, "Abadi Nan Jaya" atau yang dikenal secara internasional sebagai "The Elixir," tak perlu waktu lama bagi Eva Celia untuk mengiyakan. Putri musisi legendaris Indra Lesmana dan aktris Sophia Latjuba ini langsung mantap mengambil peran sebagai istri muda seorang pebisnis jamu yang kemudian harus berhadapan dengan wabah zombie mengerikan. Keputusan cepat ini tentu memicu rasa penasaran banyak pihak.
Bukan Sekadar Zombie Biasa: Kecintaan Eva pada Genre Horor
Alasan utama di balik keputusan Eva Celia yang tanpa pikir panjang ini ternyata sangat sederhana, namun cukup mengejutkan. Ia adalah seorang penggemar berat film-film bergenre mayat hidup atau zombie sejak dulu. Jadi, ketika kesempatan untuk berakting di tengah kengerian zombie datang menghampiri, apalagi dengan sutradara sekaliber Kimo Stamboel, Eva tak bisa menolak.
"Sebenarnya saya adalah penggemar berat film genre zombi dari dulu. Ketika ada tawaran sebuah film zombi yang disutradarai Kimo Stamboel, saya langsung bilang iya," ungkap Eva Celia dalam catatan produksi "Abadi Nan Jaya." Ia menambahkan bahwa dirinya sama sekali tidak berpikir dua kali untuk terlibat dalam proyek yang menjanjikan ini. Antusiasmenya jelas terpancar, seolah mimpinya menjadi kenyataan.
Sentuhan Lokal yang Bikin "Abadi Nan Jaya" Berbeda
Selain kecintaannya pada genre zombie, Eva Celia juga menemukan daya tarik tersendiri pada cerita "Abadi Nan Jaya." Film ini mengambil latar di sebuah desa kecil di Jawa Tengah, menghadirkan nuansa lokal yang kental dan unik. Penggunaan unsur-unsur budaya Indonesia, seperti jamu tradisional dan tanaman kantong semar, menjadi bumbu yang membedakan film ini dari kebanyakan film zombie Hollywood.
"Saya rasa itulah yang membuat film ini berbeda dengan film-film zombie kebanyakan. Banyak elemen lokalnya," kata Eva. Konsep ini jelas memberikan kesegaran dan identitas kuat pada film, menjadikannya lebih dari sekadar tontonan horor biasa. Ceritanya sendiri berpusat pada sebuah desa yang tiba-tiba diserbu wabah zombie, setelah seorang pebisnis jamu menciptakan ramuan awet muda dari kantong semar yang justru mengubah peminumnya menjadi mayat hidup.
Karina: Karakter Anggun yang Penuh Teka-teki
Meskipun sudah menggemari film zombie dan memiliki pengalaman di berbagai film aksi, Eva Celia mengaku mendapatkan banyak tantangan saat memerankan karakter Karina. Karina adalah sosok istri muda yang digambarkan anggun, patut, dan sopan, sebuah karakter yang sangat bertolak belakang dengan kepribadian Eva yang tomboi di kehidupan nyata. Kontras ini menjadi salah satu rintangan terbesar yang harus ia taklukkan.
Tak hanya itu, Karina juga berada di tengah pusaran konflik sebuah keluarga yang penuh drama dan intrik. Kompleksitas hubungan antar karakter dan latar belakang emosional Karina menuntut Eva untuk menggali lebih dalam kemampuan aktingnya. Ia harus mampu menampilkan sisi manusiawi Karina yang bisa membuat keputusan-keputusan dipertanyakan, seperti menikahi ayah dari sahabat baiknya sendiri.
Lebih Berat dari Adegan Aksi: Drama dan Pengembangan Karakter
Eva Celia secara terang-terangan mengakui bahwa tantangan terberatnya justru bukan pada adegan-adegan dikejar zombie atau aksi fisik. Sebaliknya, drama dan pengembangan karakter Karina lah yang paling menguras energinya. Ia harus mengeksplorasi berbagai lapisan emosi dan motivasi Karina agar karakternya terasa nyata dan multi-dimensi.
"Sementara untuk drama itu ada banyak lapisan yang harus saya eksplorasi, justru menurut saya lebih berat di situ," jelas Eva. Ia menambahkan, "Tantangan paling besar buat saya justru ada pada drama dan pengembangan karakter. Bagaimana kami bisa mengembangkan karakter yang multi-layer dan berwarna." Ini menunjukkan dedikasi Eva untuk tidak hanya sekadar berakting, tetapi benar-benar menyelami jiwa karakternya.
Kimo Stamboel: Sutradara di Balik Horor Lokal yang Menjanjikan
"Abadi Nan Jaya" atau "The Elixir" menandai debut Kimo Stamboel dalam menggarap film bergenre zombie. Kimo, yang dikenal sebagai salah satu maestro horor Indonesia, tidak hanya duduk di kursi sutradara, tetapi juga turut serta dalam penulisan skenario bersama Agasyah Karim dan Khalid Khasogi. Kolaborasi ini menjamin kualitas cerita yang mendalam dan penuh ketegangan.
Film ini mengisahkan bagaimana wabah zombie secara brutal memporak-porandakan sebuah keluarga dan seluruh kampung. Mereka tidak hanya harus berjuang menyelamatkan diri dari ancaman mayat hidup, tetapi juga harus mencari dan menyatukan kembali anggota keluarga lainnya yang terpisah di tengah kekacauan. Kimo Stamboel sendiri bukan nama baru di industri film horor; ia sebelumnya sukses dengan karya-karya seperti "Badarawuhi di Desa Penari" (2024), "Sewu Dino" (2023), dan "Ratu Ilmu Hitam" (2019). Reputasinya sebagai sutradara yang mampu menciptakan atmosfer mencekam dan cerita yang kuat sudah tidak diragukan lagi.
Deretan Bintang dan Ketersediaan Film "Abadi Nan Jaya"
Selain Eva Celia yang memukau, "Abadi Nan Jaya" juga dibintangi oleh deretan aktor dan aktris papan atas Indonesia. Ada Mikha Tambayong, Donny Damara, Marthino Lio, Dimas Anggara, Ardit Erwanda, Claresta Taufan, dan Varen Arianda Calief. Kombinasi talenta-talenta ini menjanjikan penampilan akting yang solid dan memikat penonton.
Bagi kamu yang penasaran dengan aksi Eva Celia dan kengerian wabah zombie berbalut kearifan lokal, "Abadi Nan Jaya" kini sudah dapat disaksikan secara eksklusif di platform streaming Netflix. Film ini tayang perdana sejak akhir Oktober lalu, siap menemani malam-malammu dengan ketegangan dan sensasi horor yang berbeda. Jangan sampai ketinggalan untuk menyaksikan bagaimana jamu awet muda justru membawa malapetaka tak terduga!


















