Ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjadi saksi bisu sebuah drama emosional yang menyentuh hati. Pada Kamis (13/10/2025), usai pembacaan eksepsi dalam kasus narkoba yang menjerat aktor Ammar Zoni, suasana tegang berubah menjadi haru biru. Majelis hakim memberikan kesempatan langka bagi Ammar untuk berkomunikasi secara virtual dengan orang-orang terkasihnya.
Momen tersebut menjadi sangat berarti, mengingat Ammar kini ditahan di Lapas Nusakambangan yang terkenal dengan peraturan ketatnya. Ketua majelis hakim, dengan pertimbangan kemanusiaan, memberikan waktu 10 menit. "Ini sidangnya saya tutup. Majelis hakim tetap di sini, kami kasih waktu 10 menit demi rasa kemanusiaan," ujarnya, membuka jalan bagi pertemuan virtual yang penuh makna.
Momen Haru di Ruang Sidang PN Jakarta Pusat
Kesempatan emas ini segera dimanfaatkan oleh keluarga Ammar. Mereka bergegas duduk di kursi pengacara, menyiapkan diri untuk terhubung dengan Ammar yang berada jauh di Nusakambangan. Layar monitor menjadi jembatan penghubung antara dunia luar dan dinginnya jeruji besi.
Pertemuan virtual ini bukan sekadar formalitas, melainkan luapan emosi yang tertahan. Setiap detik terasa berharga, mengingat betapa sulitnya akses komunikasi dengan tahanan di Lapas Nusakambangan. Momen ini menjadi secercah harapan di tengah perjuangan hukum yang panjang.
Tangis Ibu Angkat dan Doa Tak Putus
Air mata tak terbendung dari Titiek Haryanti, ibu angkat Ammar, saat ia menatap wajah putranya di layar. Suaranya bergetar menahan isak tangis, namun ia berusaha tegar memberikan dukungan penuh. "Amar, ini ibu sama Uwak. Kemudian ada dokter Kamelia juga di sini," tuturnya dengan penuh kasih sayang.
Titiek Haryanti terus menyemangati Ammar, mengingatkannya untuk tidak pernah menyerah. "Kita semua berdoa dan berjuang untuk kamu. Semangat. Pesannya kamu banyak-banyak doa. Hanya Allah yang bisa membantu kamu dengan melihat sidangnya seperti ini," pesannya, menekankan kekuatan doa sebagai satu-satunya penolong. Dukungan emosional ini menjadi pilar penting bagi Ammar di masa sulitnya.
Kondisi Ammar Zoni di Balik Jeruji Nusakambangan
Dari balik layar, Ammar Zoni berusaha menenangkan keluarganya, terutama kekasihnya, dr. Kamelia. Ia meyakinkan bahwa kondisinya di Nusakambangan baik-baik saja, jauh dari bayangan buruk yang mungkin ada di benak mereka. "Aku baik-baik aja di sini, Bu, makasih ya. Kamu juga jangan khawatir. Gak kok, gak seperti yang dipikirkan, di Nusakambangan ini baik-baik aja," ucapnya, mencoba meredakan kekhawatiran.
Aktor sinetron itu menegaskan bahwa perjuangannya saat ini adalah melalui doa dan ibadah. Ia memilih untuk fokus pada spiritualitas selama menjalani masa tahanan. "Aku di sini insyaallah benar-benar hanya ibadah. Aku mau ngucapin makasih buat semua yang udah bantu dan berjuang untuk aku. Aku berjuang lewat doa," katanya, menunjukkan tekad untuk berubah.
Permintaan Tak Terduga: ‘Surat Nikah’ dari Kekasih
Di tengah momen haru, Ammar sempat melontarkan candaan yang menyimpan makna mendalam. Ia meminta Kartu Keluarga (KK) dan surat nikah kepada dr. Kamelia, alasannya untuk mempermudah pengurusan izin video call di Lapas. "Tapi aku butuh ini ya, aku butuh surat… surat ini loh, surat nikah loh. Buat di sini, buat pegangan. Buat surat nikah sama KK loh, KK yang benar," ujarnya, tersenyum tipis.
Candaan ini juga terselip keraguan Ammar terhadap dukungan adik-adiknya. "Kamu tahu sendiri kan, adik-adik (kurang mendukung)," imbuhnya, seolah mencari kepastian dari dr. Kamelia. Permintaan ini, meskipun disampaikan dengan nada ringan, menunjukkan kerinduan akan stabilitas dan pengakuan resmi di tengah keterbatasannya.
Janji Setia dr. Kamelia: "Titik Darah Penghabisan"
Mendengar keraguan Ammar, dr. Kamelia langsung menyanggah dengan tegas. Ia meyakinkan Ammar bahwa adik-adiknya memberikan dukungan penuh. "Tidak. Mereka, mereka mendukung kok," timpal dokter Kamelia, menepis kekhawatiran Ammar dengan keyakinan.
Lebih dari itu, dr. Kamelia menegaskan dukungan totalnya, meskipun keduanya belum memiliki ikatan pernikahan resmi. "Apapun, walaupun kita belum ada hubungan ikatan, aku tetap ada di sini buat kamu. Akan mencarikan titik darah penghabisan," ucapnya dengan suara mantap, menjanjikan bantuan maksimal dan kesetiaan yang tak tergoyahkan. Janji ini menjadi penguat hati Ammar di tengah cobaan.
Pesan Mendalam dari ‘Uwak’ dan Harapan Perubahan
Dukungan emosional juga mengalir deras dari kerabat dekat Ammar yang dipanggil ‘Uwak’. Dengan suara bergetar penuh emosi, Uwak menyampaikan pesan haru agar Ammar benar-benar berubah menjadi pribadi yang lebih baik. "Orang mendoakan kamu, Mar, dari Padang sampai Malaysia semua lihat. Kamu baik-baik di sana, cepat pulang, jangan terulang lagi," ujarnya.
Uwak juga menyentuh hati Ammar dengan menyebut almarhum ayahnya. "Bapak di kuburan sampai menangis," tambahnya, memberikan tekanan emosional yang kuat agar Ammar tidak mengecewakan lagi. Sebagai penutup, Uwak memberikan janji manis yang disambut haru, "Nanti aku nikahkan kamu sama dokter Kamelia."
Perjalanan Ammar Zoni Menuju Perubahan Diri
Kasus narkoba yang menjerat Ammar Zoni untuk kesekian kalinya memang menjadi sorotan publik. Namun, di balik jeruji Nusakambangan, terlihat ada upaya serius dari Ammar untuk melakukan introspeksi dan perubahan diri. Fokusnya pada ibadah dan doa menunjukkan kesadaran akan pentingnya kekuatan spiritual dalam menghadapi cobaan hidup.
Dukungan tanpa syarat dari keluarga dan kekasihnya, dr. Kamelia, menjadi modal berharga bagi Ammar. Momen-momen emosional di ruang sidang ini bukan hanya sekadar pertemuan, melainkan simbol harapan dan pengingat bahwa ia tidak sendirian. Perjalanan Ammar masih panjang, namun dengan dukungan ini, ia diharapkan bisa kembali menjadi pribadi yang lebih baik.
Momen haru di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini menjadi pengingat akan kekuatan cinta dan dukungan keluarga. Ammar Zoni, di tengah keterbatasannya, menemukan secercah harapan dan motivasi untuk berubah. Semoga perjalanan spiritual dan hukumnya membawa hasil terbaik, mengantarkannya pada kehidupan yang lebih baik di masa depan.


















