Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Terkuak! Alec Baldwin Digugat Lagi, Dituding Sengaja ‘Kambing Hitamkan’ Sosok Ini di Balik Tragedi Rust

terkuak alec baldwin digugat lagi dituding sengaja kambing hitamkan sosok ini di balik tragedi rust portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Drama di balik film Rust seolah tak ada habisnya. Setelah berbagai persidangan dan tuntutan hukum, kini giliran aktor kawakan Alec Baldwin yang kembali menghadapi gugatan serius. Kali ini, gugatan datang dari seorang pemilik perusahaan properti yang merasa dirugikan dan dituding menjadi ‘kambing hitam’ atas insiden penembakan fatal di lokasi syuting.

Awal Mula Tragedi Film Rust yang Menggemparkan

banner 325x300

Mengingat kembali, insiden tragis pada Oktober 2021 silam mengguncang industri perfilman Hollywood. Sinematografer Halyna Hutchins tewas tertembak peluru tajam dari senjata properti yang dipegang Alec Baldwin. Peristiwa nahas itu memicu serangkaian penyelidikan mendalam dan tuntutan hukum yang tak kunjung usai, mencari siapa yang bertanggung jawab atas keberadaan peluru mematikan tersebut.

Kasus ini telah menyeret banyak pihak ke meja hijau, termasuk Baldwin sendiri yang sempat didakwa pembunuhan tidak disengaja. Meskipun dakwaan tersebut akhirnya dicabut, bayang-bayang tragedi Rust terus menghantui karier dan kehidupan pribadinya. Kini, sebuah babak baru yang tak kalah mengejutkan kembali terkuak.

Gugatan Baru: Pemilik Properti Tuding Alec Baldwin Lakukan Kampanye Hitam

Sosok di balik gugatan terbaru ini adalah Seth Kenney, pemilik perusahaan properti PDQ Arm & Prop. Perusahaan Kenney adalah pemasok kebutuhan properti, termasuk senjata dan amunisi, untuk film Rust. Ia kini menuding Baldwin dan produser film lainnya telah melancarkan strategi kampanye skala nasional yang sangat merugikan.

Dalam dokumen pengadilan yang diajukan, Kenney secara eksplisit mengklaim bahwa tujuan kampanye ini adalah untuk mengalihkan kesalahan dan menjadikan dirinya sebagai target utama. Ia merasa bahwa semua pihak yang terlibat dalam produksi film Rust sengaja mengarahkan jari telunjuk kepadanya, meskipun ia merasa tidak bersalah.

Kenney lebih lanjut mengklaim bahwa Baldwin dan studio menggunakan "para tukang reparasi industri Hollywood yang kejam" serta media massa untuk mencapai tujuan mereka. Mereka sengaja menciptakan narasi yang menggambarkan dirinya "dalam citra yang salah dan ofensif" di mata publik dan para profesional industri. Tuduhan ini sangat serius, menunjukkan adanya upaya sistematis untuk merusak reputasi Kenney dan perusahaannya.

Dampak Fatal Tuduhan: Kerugian Finansial dan Reputasi Hancur

Akibat "kampanye propaganda nasional" yang ditudingkan tersebut, Seth Kenney mengaku mengalami "kerugian finansial yang sangat besar." Ia juga kesulitan mendapatkan pekerjaan baru di industri yang sama, yang sebelumnya menjadi sumber penghidupannya. Reputasinya hancur, dan bisnisnya terancam lumpuh total.

Kenney merasa bahwa dirinya telah dijadikan tumbal untuk menutupi kesalahan pihak lain dalam insiden tragis tersebut. Ia meyakini bahwa ada upaya sengaja untuk menjadikannya kambing hitam, demi melindungi nama besar Alec Baldwin dan reputasi studio film Rust.

Kronologi Perseteruan dan Alasan Gugatan Seth Kenney

Tidak hanya soal reputasi yang tercoreng, Kenney juga berdalih bahwa tim produksi film Rust menyelesaikan syuting di salah satu properti sewaannya tanpa melakukan pembayaran penuh. Lebih parahnya lagi, aset miliknya ditahan oleh kepolisian sebagai bagian dari penyelidikan, tanpa ada kejelasan kapan akan dikembalikan. Situasi ini semakin memperparah kerugian materiil yang ia alami.

Ia merasa tidak hanya difitnah, tetapi juga dirugikan secara materiil oleh pihak film Rust yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, Kenney meminta pengadilan untuk membiarkan juri menentukan besaran ganti rugi yang harus ia terima atas semua kerugian yang ia derita. Ia juga menuntut uang tambahan bila juri memutuskan bahwa Baldwin dan pihak lainnya bertindak sembrono atau jahat dalam upaya mereka merusak reputasinya.

Gugatan ini, menurut Kenney, bukan sekadar mencari kompensasi finansial. Ini adalah upaya Kenney untuk membersihkan namanya dan mendapatkan keadilan atas apa yang ia yakini sebagai perlakuan tidak adil dan kampanye kotor yang menargetkannya.

Fakta Mencengangkan: Peluru Tajam Ditemukan, Tapi Bukan Milik Kenney?

Sebagai distributor properti utama, Seth Kenney bertanggung jawab memasok peluru kosong dan peluru tiruan untuk film Rust. Namun, penyelidikan menemukan adanya peluru tajam di gudang PDQ Arm & Prop miliknya. Fakta ini tentu saja menjadi sorotan utama dalam kasus ini.

Meski begitu, ada fakta krusial yang diungkap oleh New York Post. Jaksa penuntut mengklaim bahwa peluru tajam yang ditemukan di properti Kenney tidak cocok dengan yang menembak Halyna Hutchins. Poin ini menjadi inti dari pembelaan Kenney, yang merasa tuduhan kepadanya tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa peluru mematikan itu bukan berasal dari pasokannya, sehingga ia bukan penyebab utama insiden.

Klaim ‘Kambing Hitam’ dan Upaya Mencari Keadilan

Kepada Variety, Kenney mengungkapkan perasaannya yang sangat mendalam setelah mengajukan gugatan. "Ini sangat menghancurkan," ujarnya. "Ini bukan soal menyelamatkan muka. Tidak ada lagi yang bisa hilang. Semua ini sia-sia, dan sayalah kambing hitamnya." Pernyataan ini menunjukkan betapa tertekannya Kenney menghadapi situasi ini.

Gugatan ini, menurut Kenney, dipicu oleh gugatan Alec Baldwin pada Januari 2025 terhadap pejabat New Mexico atas tuduhan penuntutan yang jahat. Gugatan Baldwin tersebut secara tidak langsung menegaskan kembali teori bahwa perusahaan Kenney secara tidak sengaja memasukkan peluru tajam dalam paket properti ke film Rust. Hal ini membuat Kenney merasa terpojok dan terpaksa mengambil tindakan hukum. Ia merasa Baldwin terus-menerus mencoba mengarahkan kesalahan kepadanya, bahkan setelah fakta-fakta baru terungkap.

"Mengapa dia mencoba menggambarkan saya sebagai penjahat?" tanya Kenney, penuh emosi. "Saya harus menyampaikan pendapat saya. Saya memiliki kesempatan untuk mengatakan, ‘Inilah yang terjadi sebenarnya’." Perseteruan hukum ini diprediksi akan semakin memanas, membuka babak baru dalam drama film Rust yang tak berkesudahan. Publik menantikan bagaimana pengadilan akan menyikapi klaim ‘kambing hitam’ ini dan siapa sebenarnya yang akan bertanggung jawab penuh atas tragedi yang menggemparkan Hollywood.

banner 325x300