Jakarta, CNN Indonesia — Drama keluarga Kerajaan Inggris seolah tak ada habisnya. Setelah bertahun-tahun penuh ketegangan dan publikasi sensasional, kini muncul kabar mengejutkan. Pangeran Harry dan Meghan Markle, Duke dan Duchess of Sussex, disebut-sebut sedang melancarkan sebuah strategi rahasia untuk kembali merajut hubungan dengan keluarga Kerajaan Inggris. Misi ini diberi nama sandi "Project Thaw", sebuah upaya untuk mencairkan permusuhan yang telah membeku.
Lantas, apa saja detail dari rencana ambisius ini? Dan seberapa besar peluang mereka untuk benar-benar diterima kembali di lingkaran Istana Buckingham? Mari kita telusuri lebih dalam.
Mengintip "Project Thaw": Strategi Diplomatik Ala Sussex
"Project Thaw" bukan sekadar isapan jempol belaka. Ini adalah serangkaian siasat yang terencana matang, dirancang untuk membangun kembali jembatan yang runtuh antara pasangan Sussex dan monarki Inggris. Tujuannya jelas: mengembalikan posisi mereka, setidaknya sebagian, dalam kehidupan publik Inggris.
Salah satu langkah awal yang cukup mencolok dari "Project Thaw" adalah rencana kehadiran Meghan Markle di Paris Fashion Week pada 4 Oktober 2025. Mengapa Paris? Dan mengapa ajang mode internasional?
Paris Fashion Week: Panggung Pembuka Jalan
Kehadiran Meghan di Paris Fashion Week bukan sekadar agenda fesyen biasa. Menurut editor Daily Mail, Richard Eden, dalam artikelnya yang terbit Kamis (9/10), perjalanan ini adalah bagian dari "rencana kaum elit" yang lebih besar. Ini adalah panggung strategis untuk rehabilitasi citra.
"Apa yang bisa lebih baik daripada foto-foto dirinya disambut dengan ciuman oleh para pesohor mode Eropa serta petinggi Vogue, Anna Wintour?" kata Eden. Pertanyaan retoris ini menyoroti bagaimana kehadiran Meghan di acara bergengsi tersebut dapat mengirimkan pesan kuat kepada publik dan, yang terpenting, kepada keluarga kerajaan.
Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa Meghan masih relevan, memiliki pengaruh, dan diterima di lingkaran sosial kelas atas, terlepas dari keretakan hubungannya dengan Istana. Ini adalah langkah PR yang cerdas, dirancang untuk memulihkan persepsi positif.
Harry Bergerak Sendiri: Jembatan Menuju Raja Charles
Sebelum Meghan melangkah di Paris, Pangeran Harry sudah lebih dulu bergerak. "Project Thaw" juga didasarkan pada kesuksesan kunjungan Duke ke Inggris bulan lalu. Kunjungan tersebut memiliki dua poin penting: kegiatan amal dan, yang paling krusial, undangan minum teh bersama Raja Charles di Clarence House.
Pertemuan antara Harry dan ayahnya pada September 2025 itu adalah yang pertama kalinya dalam 19 bulan. Sebuah jeda waktu yang cukup panjang untuk seorang anak dan ayah. Momen ini menjadi sinyal positif, menunjukkan bahwa pintu komunikasi antara Harry dan Raja Charles setidaknya sudah terbuka kembali.
Setelah pertemuan emosional itu, Harry melanjutkan perjalanannya dari Inggris ke Ukraina. Menariknya, dalam perjalanan ini, ia dikabarkan berada dalam kereta yang sama dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper. Sebuah kebetulan? Atau bagian dari rencana yang lebih besar?
Dukungan Tak Terduga dari Politisi Inggris
Richard Eden juga menyebutkan bahwa Yvette Cooper sangat mengagumi Pangeran Harry. Cooper bahkan berharap pria berusia 41 tahun itu dapat memiliki peran yang lebih besar dalam kehidupan publik. Dukungan dari figur politik berpengaruh seperti Cooper tentu saja menjadi angin segar bagi "Project Thaw".
Ini menunjukkan bahwa Harry masih memiliki sekutu dan pendukung di Inggris, bahkan di kalangan elit politik. Hal ini bisa menjadi modal penting dalam upaya mereka untuk kembali mendapatkan tempat di hati publik Inggris dan, pada akhirnya, di lingkaran kerajaan.
Keinginan Harry untuk Kembali ke Inggris
Keinginan untuk kembali ke Inggris bukan hanya sekadar rumor. Harry sendiri tak sungkan mengungkapkan kepada The Guardian bahwa dirinya berharap bisa membawa Meghan Markle dan anak-anak mereka kembali ke Inggris. Keinginan ini muncul setelah hak keamanan mereka dicabut pada awal 2025.
"Minggu ini jelas telah mendekatkan hal itu," kata Harry kepada media tersebut saat itu, merujuk pada pertemuannya dengan Raja Charles. Ini mengindikasikan bahwa bagi Harry, keamanan keluarganya adalah prioritas utama, dan kembali ke Inggris mungkin menjadi solusi yang ia inginkan.
Menurut Eden, langkah selanjutnya dalam "Project Thaw" adalah kunjungan pasangan ini ke Inggris secara bersama-sama. Sebuah sumber mengatakan kepada Daily Mail bahwa Meghan Markle akan datang ke Inggris sebelum akhir 2025 dengan perasaan "membawa beban berat". Apa beban berat yang dimaksud? Apakah ini terkait dengan tekanan publik atau ekspektasi keluarga kerajaan?
Tantangan Berat dari Dalam Istana
Meskipun ada sinyal positif, jalan Harry dan Meghan untuk kembali menjadi bagian utuh dari keluarga Kerajaan Inggris tidak akan mudah. Ada beberapa rintangan besar yang harus mereka hadapi, terutama dari dalam Istana itu sendiri.
Aturan Raja Charles: "Tidak Boleh Setengah-setengah"
Menurut sumber dari dalam Istana Kerajaan Inggris, Raja Charles III adalah pria yang pemaaf, namun sangat tegas. Ia tidak akan bisa menerima mereka yang "bermain dua kaki", yakni ingin berada di dalam dan di luar Istana secara bersamaan.
"Raja adalah pria yang pemaaf, tetapi sangat tegas dalam menegakkan keputusan mendiang ibunya bahwa tidak boleh ada anggota keluarga kerajaan yang ‘separuh masuk, separuh keluar’," kata sumber kepada Daily Mail, seperti diberitakan Page Six pada Minggu (21/9). Ini adalah prinsip yang dipegang teguh oleh Ratu Elizabeth II, dan kini dilanjutkan oleh Raja Charles.
Artinya, Harry dan Meghan harus membuat pilihan yang jelas: apakah mereka ingin kembali sebagai anggota kerajaan yang bekerja penuh, dengan segala aturan dan kewajibannya, atau tetap berada di luar, menikmati kebebasan mereka namun tanpa status resmi.
Ratu Camilla yang Sulit Memaafkan
Rintangan lain datang dari Ratu Camilla. Ia disebut tidak semudah itu untuk memaafkan dan melupakan perbuatan Pangeran Harry. Terutama terkait komentar pedas Harry tentang dirinya dalam buku memoarnya yang berjudul Spare.
Dalam Spare, Pangeran Harry secara terang-terangan menilai ibu tirinya tersebut sebagai orang yang berbahaya dan penjahat. Tuduhan ini tentu saja melukai perasaan Ratu Camilla dan meninggalkan luka yang dalam.
"Harry telah bersikap sangat tidak baik kepada Ratu, baik secara tertulis maupun lisan, dan Ratu tidak mudah memaafkan," ujar seorang sumber internal istana kepada Times of London. Ini menunjukkan bahwa meskipun Raja Charles mungkin bersedia membuka pintu, Ratu Camilla bisa menjadi penghalang besar bagi "Project Thaw".
Fokus Harry: Keluarga dan Ayahnya
Di tengah segala spekulasi dan rencana, juru bicara Pangeran Harry memberikan pernyataan yang cukup jelas kepada Page Six. Mereka menegaskan bahwa fokus utama Harry saat ini adalah soal keluarganya, terutama ayahnya.
"Duke telah menegaskan bahwa fokusnya, terkait keluarganya, adalah ayahnya. Selain itu, dan terkait isu-isu lain yang berkaitan dengan Keluarga Kerajaan, kami tidak akan berkomentar," kata mereka. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Harry ingin menjaga fokus pada hubungan pribadinya dengan Raja Charles, tanpa terlalu banyak terlibat dalam drama istana yang lebih luas.
Namun, apakah fokus pada ayahnya ini cukup untuk mencairkan semua permusuhan dan mengembalikan posisi mereka di Kerajaan? Atau justru akan semakin memperjelas garis pemisah antara mereka dan institusi monarki?
Masa Depan "Project Thaw": Antara Harapan dan Realita
"Project Thaw" adalah upaya berani dari Meghan dan Harry untuk memperbaiki hubungan yang telah lama retak. Dengan strategi PR yang cerdas, dukungan dari figur publik, dan upaya pribadi Harry untuk mendekati ayahnya, mereka berharap bisa membuka lembaran baru.
Namun, tantangan yang mereka hadapi tidaklah kecil. Aturan tegas Raja Charles tentang "tidak boleh setengah-setengah" dan sikap Ratu Camilla yang sulit memaafkan menjadi tembok besar yang harus mereka lewati. Apakah "Project Thaw" akan berhasil mencairkan es permusuhan yang telah membeku selama bertahun-tahun? Atau justru akan berakhir dengan kegagalan, meninggalkan Harry dan Meghan di luar lingkaran kerajaan selamanya?
Hanya waktu yang akan menjawab bagaimana akhir dari drama keluarga kerajaan yang tak ada habisnya ini. Satu hal yang pasti, publik akan terus menanti setiap perkembangan dari "Project Thaw" ini dengan napas tertahan.


















