Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

One Battle After Another Sukses Jadi Primadona Kritikus Film

one battle after another sukses jadi primadona kritikus film portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Sejak tayang secara global pada September 2025, "One Battle After Another" (OBAA) telah menjadi fenomena yang tak terhindarkan di kancah perfilman. Film garapan sutradara visioner Paul Thomas Anderson (PTA) yang dibintangi aktor kaliber Oscar, Leonardo DiCaprio, ini tidak hanya memukau penonton, tetapi juga berhasil mencetak rekor penilaian kritikus yang mencengangkan di laman agregator film ternama, Rotten Tomatoes.

Pada Rabu (1/10), data dari Rotten Tomatoes menunjukkan bahwa "One Battle After Another" meraih skor kritikus sebesar 96 persen dari total 318 ulasan. Angka yang luar biasa ini semakin diperkuat dengan skor audiens yang tak kalah impresif, yakni 85 persen dari lebih dari 2.500 rating yang masuk, menandakan bahwa film ini benar-benar berhasil merebut hati banyak orang.

banner 325x300

Rekor Baru yang Mengguncang Sejarah Sinema

Skor kritikus yang fantastis ini bukan sekadar angka biasa. "One Battle After Another" secara resmi memecahkan rekor baru dalam karier Paul Thomas Anderson, mengungguli semua karya-karya sebelumnya yang sudah dianggap legendaris. Bahkan, film ini berhasil melampaui "Boogie Nights" (1997) dan "There Will Be Blood" (2007) yang sama-sama mencetak skor 91 persen, sebuah pencapaian yang sebelumnya dianggap sulit ditandingi.

Bagi Leonardo DiCaprio, OBAA juga menorehkan sejarah baru. Film ini kini menjadi karya DiCaprio dengan skor kritikus tertinggi, menyamai "Catch Me If You Can" (2002). Namun, yang membuat OBAA lebih istimewa adalah jumlah ulasan kritikus yang jauh lebih banyak, menegaskan konsensus positif yang lebih luas terhadap performa dan kualitas film ini. Ini membuktikan bahwa kolaborasi antara PTA dan DiCaprio adalah resep jitu untuk kesuksesan yang monumental.

Paul Thomas Anderson: Sang Revolusioner yang Kembali dengan Gemilang

Sebagian besar kritikus film sepakat bahwa "One Battle After Another" adalah sebuah karya revolusioner dari Paul Thomas Anderson. Setelah empat tahun absen sejak "Licorice Pizza" (2021), PTA kembali dengan gebrakan yang lebih berani dan penuh hiburan, menegaskan posisinya sebagai salah satu sutradara paling berpengaruh di generasinya.

David Jenkins dari Little White Lies, misalnya, memuji eksekusi Anderson di OBAA sebagai "keberhasilan besar lain." Ia menulis, "Ini adalah keberhasilan besar lain dari Anderson, yang telah membuat film yang benar-benar langka: sebuah film luar biasa menyenangkan tanpa pernah sekalipun berusaha keras menjadi menyenangkan." Sebuah pujian yang menggambarkan betapa alami dan mengalirnya kualitas hiburan yang disajikan.

Chase Hutchinson, kritikus dari Seattle Times, bahkan menyebut film ini sebagai karya paling relevan yang pernah diciptakan PTA. Menurutnya, OBAA adalah "potret kehidupan modern yang menegangkan dan mendebarkan. Ini adalah karya Anderson yang paling relevan selama ini." Pernyataan ini menunjukkan bagaimana PTA mampu menangkap esensi zaman dan menerjemahkannya ke dalam sebuah narasi yang kuat dan menggugah.

Kehebohan Media Sosial yang Terbukti Bukan Sekadar Isapan Jempol

Tak hanya kritikus, kehebohan di media sosial seputar "One Battle After Another" juga terbukti bukan sekadar bualan. Film ini memang layak dibanjiri pujian dan disorot sebagai salah satu karya monumental yang akan dikenang sepanjang masa. Para pencinta film di seluruh dunia ramai membicarakannya, menjadikannya topik hangat yang tak ada habisnya.

Kristy Puchko dari Mashable dengan tegas menyatakan, "Percaya lah dengan kehebohannya: One Battle After Another sungguh luar biasa." Ini adalah validasi langsung dari kualitas film yang mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang telah dibangun oleh buzz di jagat maya. Alex Godfrey dari Empire Magazine bahkan meyakini bahwa film ini tidak akan lekang oleh zaman. "Beberapa tahun ke depan ketika film ini diputar di televisi pada tengah malam, rasanya mustahil untuk berhenti menontonnya. Ini tipe film yang seperti itu," katanya, menggarisbawahi daya tarik abadi OBAA.

Satu-satunya Nada Sumbing di Tengah Simfoni Pujian

Meskipun banjir pujian, seperti halnya karya seni lainnya, "One Battle After Another" tidak luput dari satu atau dua komentar miring. Salah satunya datang dari kritikus Boston Globe, Odie Henderson. Dalam ulasannya, Henderson menilai OBAA tidak jelas karena durasinya yang terlalu panjang.

"Pada hakikatnya, ini adalah film yang tidak jelas, terlalu panjang, yang kadang-kadang memberi sensasi dalam perjalanan tak tentu arah," ungkap Odie Henderson. Kritik ini, meski minoritas, tetap menjadi bagian dari spektrum ulasan yang memperkaya diskusi tentang film ini, menunjukkan bahwa tidak semua orang akan memiliki pengalaman yang sama, namun tidak mengurangi dampak positif secara keseluruhan.

Di Balik Layar: Dua Dekade Perjuangan dan Kolaborasi Bintang

"One Battle After Another" adalah buah dari penantian panjang. Paul Thomas Anderson telah mengerjakan naskah film ini selama lebih dari dua dekade, sebuah bukti dedikasi dan visi yang tak tergoyahkan. Kesempatan emas ini akhirnya terbuka lebar ketika proyek ambisius ini mendapat lampu hijau dari Warner Bros. Pictures pada Juni 2023, membuka jalan bagi realisasi sebuah mahakarya.

Film ini tidak hanya dibintangi oleh Leonardo DiCaprio, tetapi juga didukung oleh jajaran aktor papan atas lainnya. Ada Sean Penn, Benicio del Toro, Regina Hall, Teyana Taylor, Chase Infiniti, Alana Haim, hingga Wood Harris, yang semuanya berkontribusi dalam menciptakan pengalaman sinematik yang kaya dan mendalam. Kehadiran para bintang ini tentu menambah daya tarik dan kualitas akting yang tak perlu diragukan lagi.

Dengan segala pencapaian dan pujian yang telah diraih, "One Battle After Another" telah membuktikan dirinya sebagai salah satu film paling penting dan berpengaruh di tahun 2025. Tayang mulai 24 September di bioskop, film ini adalah tontonan wajib bagi siapa saja yang ingin menyaksikan bagaimana sebuah karya sinema mampu memecahkan rekor, memukau kritikus, dan merebut hati penonton di seluruh dunia. Jangan sampai ketinggalan!

banner 325x300