Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Nobel Sastra 2025: Laszlo Krasznahorkai Pemenangnya! Karyanya yang ‘Apokaliptik’ Bikin Dunia Terkesima

nobel sastra 2025 laszlo krasznahorkai pemenangnya karyanya yang apokaliptik bikin dunia terkesima portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, CNN Indonesia — Dunia sastra kembali bergemuruh dengan pengumuman pemenang Hadiah Nobel Sastra 2025. Kali ini, sorotan tertuju pada penulis asal Hungaria, Laszlo Krasznahorkai, yang dinobatkan sebagai penerima penghargaan paling prestisius di bidang literatur tersebut. Keputusan Akademi Swedia ini sontak menarik perhatian global, terutama mengingat reputasi Krasznahorkai dengan karya-karyanya yang mendalam dan seringkali bertema apokaliptik.

Penghargaan ini diberikan pada Kamis (9/10), mengukuhkan posisi Krasznahorkai sebagai salah satu suara paling penting dalam sastra kontemporer. Karya-karyanya yang visioner dinilai berhasil menegaskan kembali kekuatan seni di tengah gambaran kengerian dan kehancuran. Sebuah pengakuan yang tak hanya mengharumkan namanya, tetapi juga sastra Hungaria di kancah internasional.

banner 325x300

Reaksi Sang Pemenang: Antara Bahagia dan Gugup

Mendengar namanya disebut sebagai pemenang Nobel Sastra, Laszlo Krasznahorkai tak bisa menyembunyikan perasaannya yang campur aduk. “Saya sangat bahagia, saya tenang dan sekaligus sangat gugup,” ujarnya kepada penyiar Swedia Sveriges Radio dari Frankfurt, seperti yang diberitakan AFP. Sebuah pengakuan yang jujur dari seorang seniman besar.

Ia menambahkan dengan senyum, “Ini hari pertama saya sebagai pemenang Hadiah Nobel.” Kalimat sederhana itu menggambarkan betapa besar dampak penghargaan ini bagi dirinya. Sebuah momen bersejarah yang mengubah segalanya, dari seorang penulis ternama menjadi ikon sastra global.

Kemenangan ini juga membawa serta hadiah uang tunai yang fantastis, sebesar 11 juta krona Swedia, atau setara dengan sekitar Rp19,36 miliar. Jumlah yang tak hanya menjadi apresiasi finansial, tetapi juga simbol pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya terhadap dunia sastra. Penyerahan penghargaan akan dilakukan langsung oleh Raja Carl XVI Gustaf di Stockholm pada 10 Desember mendatang, bertepatan dengan peringatan wafatnya Alfred Nobel.

Mengenal Laszlo Krasznahorkai: Sosok di Balik Karya Apokaliptik

Laszlo Krasznahorkai bukanlah nama baru di dunia sastra. Penulis berusia 71 tahun ini lahir di Gyula, Hungaria tenggara, dan tumbuh dalam keluarga Yahudi kelas menengah. Latar belakang ini, ditambah dengan pengalamannya hidup di bawah rezim komunisme, membentuk fondasi kuat bagi perspektif unik dalam karyanya.

Pengalaman hidupnya yang kaya tak berhenti di situ. Pada tahun 1987, ia pertama kali pindah ke luar negeri untuk beasiswa di Berlin Barat, yang kemudian diikuti oleh perjalanan ekstensif ke berbagai belahan dunia, termasuk Tiongkok dan Jepang. Interaksi dengan budaya dan filosofi Timur ini memberikan dimensi baru pada narasi-narasinya, menjadikannya lebih kontemplatif dan mendalam.

Karya-karya Krasznahorkai paling dikenal di Jerman, tempat ia lama tinggal, dan tentu saja di negara asalnya, Hungaria. Ia adalah orang Hungaria kedua yang meraih penghargaan bergengsi ini, setelah mendiang Imre Kertész pada tahun 2002. Sebuah kebanggaan ganda bagi bangsa Hungaria.

Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, pun tak ketinggalan menyampaikan pujiannya. Melalui akun Facebook, Orban menulis, “Kebanggaan Hungaria, pemenang Hadiah Nobel pertama dari Gyula, Laszlo Krasznahorkai. Selamat!” Ungkapan ini menunjukkan betapa besar arti kemenangan Krasznahorkai bagi identitas nasional dan kebanggaan budaya Hungaria.

Satantango dan Kekuatan Narasi yang Unik

Salah satu karya Krasznahorkai yang paling ikonik dan membawanya ke puncak popularitas adalah novel pertamanya, Satantango (1985). Akademi Swedia bahkan menyebutnya sebagai “sebuah sensasi sastra.” Novel ini bukan hanya sekadar cerita, melainkan sebuah pengalaman membaca yang mendalam, menggambarkan kehidupan di sebuah desa terpencil di Hungaria pasca-komunisme dengan gaya yang sureal dan gelap.

Akademi Swedia memberikan penghargaan kepada Laszlo Krasznahorkai “atas karyanya yang memikat dan visioner, yang, di tengah teror apokaliptik, menegaskan kembali kekuatan seni.” Deskripsi ini merangkum esensi dari apa yang membuat Krasznahorkai begitu istimewa. Ia adalah seorang “penulis epik hebat dalam tradisi Eropa Tengah yang membentang dari Kafka hingga Thomas Bernhard,” dengan ciri khas absurdisme dan grotesque excess.

Namun, Krasznahorkai tak hanya terpaku pada tradisi Barat. Perjalanannya ke Timur, khususnya Tiongkok dan Jepang, memberinya inspirasi untuk mengadopsi nada yang lebih kontemplatif dan terkalibrasi. Hasilnya adalah serangkaian karya yang memadukan kedalaman filosofis Barat dengan ketenangan dan keindahan liris Timur, menciptakan gaya yang benar-benar unik.

Salah satu ciri khas yang paling mencolok dari gaya penulisan Krasznahorkai adalah sintaksisnya yang mengalir dengan kalimat-kalimat panjang dan berliku, seringkali tanpa titik. Gaya ini mungkin terdengar menantang, namun justru menjadi daya tarik tersendiri. Anggota Akademi,

banner 325x300