Setelah sekian lama menjadi misteri dan spekulasi publik, Kim Kardashian akhirnya buka suara mengenai alasan di balik gugatan cerainya terhadap Kanye West pada tahun 2021. Pengakuan mengejutkan ini diungkapkan Kim dalam siniar Call Her Daddy yang dirilis baru-baru ini, menguak serangkaian perilaku Kanye yang disebutnya sudah tak bisa lagi ia toleransi. Pernikahan delapan tahun mereka yang tampak glamor dari luar, ternyata menyimpan masalah serius yang mengancam stabilitas emosional dan finansial Kim.
Akhirnya Buka Suara: Alasan di Balik Gugatan Cerai
Kim Kardashian, ikon reality show dan pengusaha sukses, mengungkapkan bahwa ada banyak hal yang menjadi pemicu utama keputusannya untuk berpisah. Bukan hanya sekadar perbedaan pendapat, namun ada batasan-batasan pribadi yang dilanggar secara berulang kali oleh mantan suaminya tersebut. Ini adalah kali pertama Kim berbicara secara mendalam mengenai sisi gelap di balik perpisahan mereka.
Ia menegaskan bahwa ada "garis merah" yang tidak bisa ia biarkan terlampaui. Kim merasa perlu untuk melindungi dirinya dan anak-anaknya dari lingkungan yang tidak sehat, yang pada akhirnya mendorongnya untuk mengambil langkah drastis ini. Keputusan ini, meski berat, dirasa sebagai satu-satunya jalan keluar untuk mendapatkan kembali kedamaian.
Perilaku Kanye yang Tak Bisa Ditoleransi Lagi
Salah satu pemicu utama yang diungkap Kim adalah perilaku Kanye yang kerap berbicara buruk tentang orang-orang terdekatnya. "Ada banyak hal yang tidak akan saya hadapi," kata Kim Kardashian, seperti diberitakan Page Six. Ia menambahkan, "Saya tidak suka perasaan seseorang yang berbicara buruk tentang anak-anak, nenek, bibi saya – semua perasaan itu."
Bagi Kim, menghina atau merendahkan anggota keluarga adalah tindakan yang tidak dapat dimaafkan. Ia percaya bahwa jika seseorang tidak menghargai orang-orang yang dicintainya, maka hubungan tersebut tidak akan bisa bertahan. "Jika seseorang merasa seperti itu, maka kita seharusnya tidak bersama," tegasnya, menunjukkan ketegasannya dalam menjaga batasan pribadi.
Ancaman Ketidakamanan Emosional dan Finansial
Selain perilaku verbal, Kim juga mengakui bahwa ia mulai merasa tidak aman secara emosional dan finansial. Perasaan ini muncul setelah menyaksikan beberapa tindakan Kanye yang tidak terduga dan meresahkan. Stabilitas yang seharusnya ada dalam sebuah pernikahan justru terasa goyah.
Kim menyebut perasaan tidak aman ini muncul setelah Kanye West tanpa diduga berencana untuk memberikan seluruh harta benda yang mereka punya kepada teman-temannya tanpa alasan khusus. Tindakan impulsif tersebut menimbulkan kekhawatiran besar di benak Kim. "Anda tidak pernah tahu apa yang akan Anda dapatkan ketika bangun tidur, dan itu benar-benar perasaan yang meresahkan," ujar perempuan berumur 44 tahun itu.
Ia melanjutkan, "Ketiadaan stabilitas adalah hal yang besar." Kim merasa bahwa hidupnya dan masa depan anak-anaknya berada dalam ketidakpastian, sebuah kondisi yang sangat tidak nyaman bagi seorang ibu yang ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Ketidakpastian ini menjadi beban berat yang pada akhirnya sulit untuk ia tanggung sendiri.
Drama Publik dan Kicauan Kontroversial Kanye
Masalah semakin runyam ketika Kanye West terlalu banyak mengumbar masalah pribadi mereka ke publik, termasuk hal-hal yang sangat sensitif. Salah satunya adalah soal pertimbangan untuk melakukan aborsi saat Kardashian hamil anak pertama mereka, North. Pengungkapan ini, yang seharusnya menjadi privasi mereka berdua, justru menjadi konsumsi publik.
Puncak kekesalan Kim terjadi pada Maret 2025 (mungkin maksudnya 2022 atau 2023, mengingat konteks perceraian 2022), ketika Kanye West meracau di X (sebelumnya Twitter) dan mempertanyakan kapasitas mental anak kembar Jay-Z dan Beyonce yang masih berusia tujuh tahun. Kicauan kontroversial tersebut, meskipun kemudian dihapus, memicu kemarahan Kim. Ia merasa muak dengan kelakuan Kanye yang menyeret anak-anak tak bersalah ke dalam drama pribadinya.
"Kim kaget mantan suaminya akan menggunakan bahasa seperti itu untuk siapa pun, apalagi ini terkait anak-anak," kata sumber dekat Kim Kardashian. "Kim sudah muak dan dia jengah mencoba bersikap rasional dengan Kanye West dalam hal komunikasi." Unggahan Kanye tersebut dinilai "mengejutkan dan sangat menyinggung" oleh Kim, yang merasa bahwa "tak peduli pertengkaran apa yang terjadi antara Kanye dengan Jay dan Beyonce, tapi bawa-bawa anak itu sudah kelewatan."
Kekhawatiran Karier dan Pembuktian Diri
Ibu empat anak tersebut mengakui dirinya sempat khawatir akan dikucilkan dari dunia seni dan mode. Dunia yang sudah dikenalkan oleh Kanye West kepadanya bila ia sudah resmi berpisah dengan rapper tersebut. Kekhawatiran ini cukup beralasan, mengingat pengaruh besar Kanye di industri tersebut.
Namun, ia bersyukur justru ada lebih banyak proyek yang datang kepadanya setelah memutuskan untuk meninggalkan pria tersebut. Ini menjadi semacam validasi atas keputusannya. "Semesta memberi saya hadiah dan menunjukkan bahwa saya bergerak ke arah yang benar," kata Kim Kardashian, yang resmi bercerai dengan Kanye West pada November 2022 setelah drama perceraian selama setahun lebih.
Tak Ada Penyesalan, Hanya Empat Anak Luar Biasa
Meskipun melalui proses perceraian yang panjang dan penuh drama, Kim Kardashian menegaskan bahwa ia tidak menyesali keputusannya. Ia melihat tanda-tanda dari alam semesta yang membimbingnya untuk membuat keputusan yang tepat. Baginya, kebahagiaan dan stabilitas dirinya serta anak-anaknya adalah prioritas utama.
"Dan saya pikir itu seperti hal yang sangat penting dan berpengaruh untuk memperhatikan tanda-tanda dan memperhatikan kehidupan dan apa yang terjadi dan bagaimana Anda dapat dibimbing untuk membuat keputusan yang benar-benar baik, tetapi saya tidak menyesal," lanjutnya. Ia menutup pengakuannya dengan penuh rasa syukur, "Saya memiliki empat anak yang luar biasa dan rupawan." Ini menunjukkan bahwa di tengah badai, Kim menemukan kekuatan dan fokus pada hal yang paling penting dalam hidupnya: keluarga kecilnya.


















