Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

K-Pop Guncang Grammy 2026! Rosé BLACKPINK dan Deretan Bintang Siap Ukir Sejarah

k pop guncang grammy 2026 rosc3a9 blackpink dan deretan bintang siap ukir sejarah portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

K-Pop, fenomena musik global yang tak terbendung, kembali mengincar panggung tertinggi di industri musik Amerika, Grammy Awards. Dengan ambisi yang membara, para idola Korea Selatan ini bertekad untuk akhirnya memecahkan "dinding" Grammy dan mengukir sejarah baru. Tahun ini, Grammy Awards ke-68 menjadi saksi bisu dari serbuan masif bintang K-Pop yang siap bersaing di berbagai kategori prestisius.

Berdasarkan sumber terpercaya, puluhan entri telah diajukan, termasuk dua lagu yang secara mengejutkan berani membidik kategori utama. Ini menunjukkan keseriusan dan kepercayaan diri industri K-Pop terhadap kualitas karya-karya mereka. Proses pemungutan suara putaran pertama untuk nominasi saat ini sedang berlangsung di Recording Academy, penyelenggara Grammy Awards.

banner 325x300

Ambisi K-Pop Tak Terbendung di Grammy Awards ke-68

Perjalanan K-Pop di kancah musik global memang luar biasa, namun Grammy Awards selalu menjadi tantangan tersendiri. Meskipun telah mendominasi tangga lagu dan memecahkan rekor penjualan di seluruh dunia, pengakuan tertinggi dari Recording Academy masih menjadi target yang belum sepenuhnya tercapai. Kini, dengan daftar entri yang semakin panjang dan beragam, harapan untuk meraih kemenangan semakin besar.

Setiap tahun, para penggemar dan kritikus musik selalu menantikan apakah ini akan menjadi tahun di mana K-Pop akhirnya mendapatkan pengakuan yang setara dengan popularitas globalnya. Momentum ini terasa berbeda, dengan beberapa nama besar yang berani mengajukan diri untuk kategori-kategori paling bergengsi. Ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang legitimasi dan pengakuan terhadap genre yang telah mendefinisikan ulang lanskap musik modern.

Rosé BLACKPINK: Ujung Tombak Harapan Baru

Sorotan utama tahun ini jatuh pada Rosé BLACKPINK, yang tidak hanya mengajukan satu, tetapi dua lagu untuk kategori utama Grammy Awards ke-68. Lagu "APT." hasil kolaborasinya dengan Bruno Mars, serta "Golden" yang menjadi soundtrack dari serial K-Pop Demon Hunters, secara mengejutkan diajukan untuk nominasi Record of the Year, Song of the Year, dan Album of the Year. Ini adalah langkah berani yang menunjukkan kepercayaan diri tinggi pada kualitas musiknya.

Selain kategori utama tersebut, Rosé juga memperluas jangkauan ambisinya ke kategori-kategori lain yang tak kalah penting. Untuk "APT.", ia mendaftarkan diri dalam kategori Best Pop Duo/Group Performance dan Best Music Video, menunjukkan kekuatan visual dan kolaborasinya. Sementara itu, lagu "Toxic till the end" diajukan untuk Best Pop Solo Performance, menyoroti kemampuan vokalnya sebagai solois.

Tak hanya itu, album penuh solo pertamanya yang bertajuk "rosie" juga didaftarkan untuk kategori Best Pop Vocal Album. Ini menandai upaya komprehensif dari Rosé untuk mendapatkan pengakuan atas seluruh spektrum karya solonya. Keberaniannya dalam mengajukan diri di berbagai kategori utama dan genre spesifik menunjukkan bahwa ia siap bersaing di level tertinggi.

‘Golden’ dan KPop Demon Hunters OST: Kejutan dari Soundtrack

Lagu "Golden" yang menjadi soundtrack KPop Demon Hunters juga tak kalah menarik perhatian. Lagu ini berhasil meraih hasil yang luar biasa di tangga lagu global, bahkan memuncaki Billboard Hot 100 AS dan UK Official Charts. Prestasi ini merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk sebuah original soundtrack K-Pop, membuktikan daya saingnya di pasar musik internasional.

Keberhasilan "Golden" ini mendorongnya untuk diajukan dalam beberapa kategori bergengsi lainnya di Grammy. Lagu ini didaftarkan untuk Best Pop Duo/Group Performance, Best Remixed Recording (David Guetta Remix), Best Music Video, dan Best Song Written for Visual Media. Ini menunjukkan bahwa sebuah soundtrack pun memiliki potensi besar untuk bersaing dengan lagu-lagu pop komersial lainnya.

Tidak hanya lagu tunggal, album OST lengkap KPop Demon Hunters juga dinominasikan untuk kategori Best Compilation Soundtrack for Visual Media. Ini adalah pengakuan terhadap keseluruhan karya musik yang mendukung sebuah proyek visual, menyoroti kualitas produksi dan kurasi musik dalam serial tersebut. Keberhasilan "Golden" dan OST-nya menjadi bukti bahwa K-Pop terus berinovasi dan menemukan cara baru untuk menembus pasar global.

Deretan Bintang K-Pop Lainnya Tak Mau Ketinggalan

Selain Rosé, gelombang bintang K-Pop ternama lainnya juga turut mengirimkan entri dalam berbagai kategori untuk Grammy Awards tahun ini. Nama-nama besar seperti BTS, BLACKPINK (melalui anggota Jennie dan Lisa), SEVENTEEN, TWICE, TXT, Stray Kids, dan aespa, semuanya telah mendaftarkan karya-karya terbaik mereka. Ini menunjukkan kekuatan kolektif industri K-Pop yang bersatu dalam misi menaklukkan Grammy.

Untuk kategori Record of the Year, entri yang masuk antara lain "JENNIE" dari Jennie BLACKPINK, "Born Again" dari Lisa BLACKPINK, dan "Neva Play" kolaborasi RM BTS dengan Megan Thee Stallion. Persaingan di kategori ini sangat ketat, mengingat ini adalah salah satu penghargaan paling diidamkan yang mengakui keseluruhan produksi lagu.

Sementara itu, untuk kategori Album of the Year, beberapa album solo dari anggota BLACKPINK dan BTS juga telah didaftarkan. Ada "RUBY" dari Jennie BLACKPINK, "Alter Ego" dari Lisa BLACKPINK, dan "Echo" dari Jin BTS. Kategori ini menghargai kualitas dan konsistensi sebuah album secara keseluruhan, menyoroti visi artistik para idola.

Tak ketinggalan, kategori Best New Artist juga diramaikan oleh nama-nama K-Pop yang sedang naik daun. aespa, ATEEZ, dan Katseye dinominasikan untuk kategori ini, menunjukkan pengakuan terhadap talenta-talenta baru yang siap mendominasi panggung global. Kategori ini sangat penting karena seringkali menjadi penanda bintang masa depan di industri musik.

Dalam kategori genre Best Pop Duo/Group Performance dan Best Music Video, beberapa grup idola generasi baru juga telah mendaftar. IVE, LE SSERAFIM, dan RIIZE adalah beberapa nama yang berani bersaing dengan musisi internasional lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa K-Pop terus menghasilkan grup-grup berkualitas yang mampu bersaing di panggung dunia.

Perjalanan Panjang Menuju Puncak Grammy

Proses menuju malam penghargaan Grammy memang panjang dan berliku. Setelah pemungutan suara putaran pertama untuk nominasi, daftar nominasi lengkap Grammy Awards 2026 akan diumumkan secara resmi pada 7 November. Ini adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para penggemar dan industri musik, karena akan menentukan siapa saja yang berhak melaju ke tahap selanjutnya.

Setelah pengumuman nominasi, pemungutan suara terakhir akan berlangsung dari 12 Desember hingga 5 Januari 2026. Selama periode ini, anggota Recording Academy akan memberikan suara mereka untuk menentukan para pemenang. Proses ini sangat krusial dan seringkali menjadi ajang lobi serta kampanye intens dari para label dan artis.

Puncak dari seluruh rangkaian acara ini adalah malam penghargaan Grammy Awards 2026, yang akan diselenggarakan pada 1 Februari di Crypto.com Arena, Los Angeles. Seluruh mata akan tertuju pada acara ini, menantikan momen-momen bersejarah dan kejutan yang mungkin terjadi. Bagi K-Pop, malam itu bisa menjadi penentu apakah mereka akhirnya bisa menembus "dinding" yang selama ini terasa kokoh.

Hingga saat ini, hanya dua orang Korea yang pernah memenangkan Grammy: penyanyi soprano Sumi Jo pada tahun 1993 dan penata suara Hwang Byeong-jun pada tahun 2012 dan 2016. Di antara artis K-pop, BTS adalah grup yang paling dekat dengan kemenangan, dinominasikan selama tiga tahun berturut-turut namun belum pernah berhasil membawa pulang piala. Oleh karena itu, perhatian tertuju pada apakah K-pop akhirnya akan menembus dinding Grammy dalam upacara ke-68 ini.

Mengapa Kemenangan Grammy Begitu Penting bagi K-Pop?

Kemenangan Grammy bukan hanya sekadar piala atau pengakuan semata bagi K-Pop; ini adalah simbol legitimasi global yang tak terbantahkan. Selama bertahun-tahun, K-Pop telah membuktikan dominasinya di tangga lagu, penjualan album, dan platform streaming, namun Grammy seringkali dianggap sebagai benteng terakhir pengakuan di mata industri musik Barat. Meraih Grammy berarti mengukuhkan posisi K-Pop sebagai genre musik yang setara dan dihormati di kancah global.

Selain itu, kemenangan Grammy akan membuka lebih banyak pintu bagi artis K-Pop di masa depan, baik dalam hal kolaborasi, peluang pasar, maupun penerimaan oleh audiens yang lebih luas. Ini akan menjadi dorongan moral yang besar bagi seluruh industri K-Pop, menginspirasi generasi baru artis untuk terus berinovasi dan bermimpi besar. Dampaknya akan terasa jauh melampaui satu piala, membentuk narasi baru tentang musik global.

Dengan Rosé BLACKPINK memimpin barisan, didukung oleh kekuatan BTS, BLACKPINK, dan deretan bintang K-Pop lainnya, Grammy Awards 2026 diprediksi akan menjadi salah satu yang paling menarik dalam sejarah. Apakah ini akan menjadi tahun di mana K-Pop akhirnya mengukir sejarah dan membawa pulang piala Grammy yang didambakan? Kita tunggu saja pengumuman nominasi pada 7 November, dan tentu saja, malam puncak pada 1 Februari 2026. Harapan besar kini berada di pundak para idola Korea Selatan ini.

banner 325x300