Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Geger! Meghan & Harry Susun ‘Project Thaw’ Demi Rujuk dengan Kerajaan, Akankah Berhasil?

geger meghan harry susun project thaw demi rujuk dengan kerajaan akankah berhasil portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Duke dan Duchess of Sussex, Meghan Markle dan Pangeran Harry, dikabarkan sedang merancang sebuah strategi besar untuk kembali mendekatkan diri dengan keluarga Kerajaan Inggris. Rencana ambisius ini diberi nama ‘Project Thaw’, yang secara harfiah berarti ‘Proyek Pencairan’.

Tujuan utamanya jelas: mencairkan hubungan yang membeku setelah berbagai drama dan kontroversi yang mereka alami. Kabar ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat kerajaan dan publik.

banner 325x300

Awal Mula ‘Project Thaw’: Apa Itu?

‘Project Thaw’ adalah serangkaian langkah strategis yang dirancang untuk memperbaiki hubungan Meghan dan Harry dengan Kerajaan Inggris. Ini bukan sekadar isapan jempol, melainkan sebuah siasat yang terstruktur dan terencana.

Salah satu langkah awal yang cukup mengejutkan adalah rencana kehadiran Meghan di Paris Fashion Week pada 4 Oktober 2025. Perjalanan ini bukan sekadar menghadiri acara mode, melainkan bagian dari ‘rencana kaum elit’ yang lebih besar.

Richard Eden, editor Daily Mail, mengungkapkan detail menarik ini dalam artikelnya pada Kamis (9/10). Ia menyebut bahwa perjalanan Meghan ke Prancis adalah bagian tak terpisahkan dari strategi yang sedang dijalankan.

"Apa yang bisa lebih baik daripada foto-foto dirinya disambut dengan ciuman oleh para pesohor mode Eropa serta petinggi Vogue, Anna Wintour?" tulis Eden. Ini menunjukkan bahwa setiap penampilan publik Meghan kini memiliki makna politis yang mendalam.

Langkah Strategis Meghan: Paris Fashion Week Jadi Kunci?

Kehadiran Meghan di Paris Fashion Week dipandang sebagai upaya untuk membangun kembali citra dan koneksi di panggung global. Dengan berinteraksi dengan tokoh-tokoh berpengaruh di dunia mode dan hiburan, Meghan berharap dapat menciptakan narasi baru.

Narasi ini diharapkan bisa menepis citra negatif yang mungkin melekat padanya selama ini. Ini adalah langkah cerdas untuk menunjukkan bahwa ia masih relevan dan memiliki pengaruh di lingkaran sosial kelas atas.

‘Project Thaw’ sendiri bertujuan untuk meluluhkan permusuhan yang telah lama terjalin. Kesuksesan kunjungan Pangeran Harry ke Inggris bulan lalu menjadi dasar optimisme untuk proyek ini.

Saat itu, Harry tidak hanya melakukan kegiatan amal, tetapi yang terpenting, ia diundang ke Clarence House untuk minum teh bersama Raja Charles. Momen ini dianggap sebagai sinyal positif pertama setelah sekian lama.

Pertemuan Rahasia Harry dan Raja Charles: Titik Balik Harapan?

Pertemuan yang dinanti-nanti itu terjadi pada September 2025, menandai kali pertama Harry berhadapan langsung dengan ayahnya setelah 19 bulan lamanya. Momen ini disebut-sebut sebagai ‘pencairan’ awal dari hubungan yang membeku.

Kunjungan tersebut memberikan secercah harapan bahwa ada kemungkinan rekonsiliasi. Raja Charles, yang dikenal pemaaf, mungkin membuka pintu bagi putranya, meskipun dengan syarat-syarat tertentu.

Setelah pertemuan dengan ayahnya, Harry melanjutkan perjalanannya dari Inggris ke Ukraina. Dalam perjalanan itu, ia dikabarkan berada di kereta yang sama dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper.

Momen ini menarik perhatian karena menunjukkan bahwa Harry masih memiliki koneksi dan pengaruh di lingkaran politik. Ini juga bisa menjadi bagian dari upaya untuk membangun kembali reputasi publiknya.

Dukungan Tak Terduga dari Politisi Inggris

Yvette Cooper, Menteri Luar Negeri Inggris, disebut-sebut sangat mengagumi Pangeran Harry. Ia bahkan menginginkan pria berusia 41 tahun tersebut memiliki peran yang lebih besar dalam kehidupan publik.

Dukungan dari figur politik semacam Cooper tentu menjadi angin segar bagi ‘Project Thaw’. Ini menunjukkan bahwa Harry masih memiliki sekutu di Inggris, bahkan di luar lingkaran kerajaan.

Harry sendiri tidak sungkan mengungkapkan harapannya kepada The Guardian. Ia berharap bisa membawa Meghan Markle bersama anak-anak mereka kembali ke Inggris, terutama setelah hak keamanan mereka dicabut pada awal 2025.

"Minggu ini jelas telah mendekatkan hal itu," kata Harry kepada media tersebut saat itu. Pernyataan ini menegaskan bahwa keinginannya untuk kembali ke Inggris sangat kuat dan bukan sekadar wacana.

Menurut Richard Eden, langkah selanjutnya dari pasangan Duke dan Duchess of Sussex dalam rangka proyek ini adalah melakukan kunjungan ke Inggris bersama-sama. Ini akan menjadi ujian besar bagi ‘Project Thaw’.

Seorang sumber mengatakan kepada Daily Mail bahwa Meghan Markle akan datang ke Inggris sebelum akhir 2025 dengan perasaan "membawa beban berat". Page Six telah meminta tanggapan dari perwakilan Harry soal berita tersebut, namun belum ada komentar resmi.

Tantangan Besar: Aturan ‘Tidak Setengah-Setengah’ Raja Charles

Meskipun ada tanda-tanda positif, jalan kembali bagi Pangeran Harry dan Meghan Markle tidak akan mudah. Menurut sumber dari dalam Istana Kerajaan Inggris, Raja Charles III memiliki prinsip yang sangat tegas.

Raja tidak akan bisa menerima mereka yang bermain dua kaki, yaitu ingin berada di dalam dan di luar Istana secara bersamaan. Ini adalah aturan yang telah ditegakkan oleh mendiang ibunya, Ratu Elizabeth II.

"Raja adalah pria yang pemaaf, tetapi sangat tegas dalam menegakkan keputusan mendiang ibunya bahwa tidak boleh ada anggota keluarga kerajaan yang ‘separuh masuk, separuh keluar’," kata sumber kepada Daily Mail seperti diberitakan Page Six pada Minggu (21/9).

Ini berarti Harry dan Meghan harus membuat pilihan yang jelas: apakah mereka ingin kembali sepenuhnya sebagai anggota kerajaan yang bekerja, atau tetap memilih jalur independen mereka. Tidak ada jalan tengah.

Namun, seorang juru bicara Harry mengatakan kepada Page Six bahwa saat ini fokus utama suami Meghan Markle adalah soal keluarganya. "Duke telah menegaskan bahwa fokusnya, terkait keluarganya, adalah ayahnya," kata mereka.

"Selain itu, dan terkait isu-isu lain yang berkaitan dengan Keluarga Kerajaan, kami tidak akan berkomentar," tambah juru bicara tersebut. Pernyataan ini menunjukkan bahwa prioritas Harry saat ini adalah memperbaiki hubungan pribadi dengan ayahnya.

Ratu Camilla: Luka Lama yang Sulit Disembuhkan

Tantangan lain yang tak kalah besar datang dari Ratu Camilla. Ia disebut tidak semudah itu untuk memaafkan dan melupakan perbuatan Pangeran Harry yang mengobral komentar pedas tentang dirinya dalam buku memoarnya, "Spare".

Dalam memoar sensasionalnya itu, Pangeran Harry secara terang-terangan menilai ibu tirinya tersebut sebagai orang yang berbahaya dan bahkan menyebutnya sebagai "penjahat". Tentu saja, ini meninggalkan luka yang dalam.

"Harry telah bersikap sangat tidak baik kepada Ratu, baik secara tertulis maupun lisan, dan Ratu tidak mudah memaafkan," ujar seorang sumber internal istana kepada Times of London. Ini menjadi batu sandungan besar bagi ‘Project Thaw’.

Tanpa restu dan penerimaan dari Ratu Camilla, proses rekonsiliasi akan menjadi jauh lebih sulit. Pengaruh Ratu dalam keluarga kerajaan tidak bisa diremehkan, dan ia memegang kunci penting dalam dinamika internal istana.

Masa Depan Duke dan Duchess: Akankah Ada Jalan Kembali?

‘Project Thaw’ adalah upaya berani dari Meghan dan Harry untuk memperbaiki hubungan yang retak. Dengan langkah-langkah strategis seperti kehadiran di Paris Fashion Week dan pertemuan pribadi, mereka menunjukkan keseriusan.

Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah kecil. Aturan tegas Raja Charles tentang "tidak setengah-setengah" dan luka lama yang ditorehkan pada Ratu Camilla menjadi rintangan besar.

Akankah ‘Project Thaw’ berhasil mencairkan permusuhan yang telah lama membeku? Atau justru akan berakhir dengan kegagalan, meninggalkan Meghan dan Harry di luar lingkaran kerajaan selamanya? Hanya waktu yang bisa menjawab drama kerajaan ini.

banner 325x300