Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Geger Drama ‘Tempest’: Jun Ji-hyun Diboikot Netizen China Gara-gara Dialog Sensitif!

Foto close-up Jun Ji-hyun, aktris Korea yang dikritik netizen China.
Jun Ji-hyun dikecam netizen China akibat dialog kontroversial dalam drama terbarunya.
banner 120x600
banner 468x60

Dunia hiburan Korea Selatan tengah dihebohkan dengan kabar tak menyenangkan yang menimpa salah satu bintang Hallyu paling bersinar, Jun Ji-hyun. Aktris papan atas ini kini menjadi sorotan tajam dan dihujani kritik pedas dari netizen China, semua bermula dari perannya dalam drama Korea terbaru, "Tempest."

Kemarahan netizen China memuncak setelah episode kelima drama tersebut tayang. Sebuah dialog yang dilontarkan karakternya, Seo Mun-ju, dinilai sangat menyinggung dan merendahkan citra China di mata dunia.

banner 325x300

Dialog Kontroversial yang Memantik Api

Dalam adegan yang kini viral di media sosial China, Seo Mun-ju mempertanyakan sikap China dalam eskalasi politik yang memanas di Semenanjung Korea. Dialog tersebut berbunyi, "Kenapa China lebih ingin perang? Bom nuklir bisa saja jatuh di dekat perbatasan."

Potongan dialog ini langsung menyulut amarah publik Negeri Tirai Bambu. Mereka merasa dialog tersebut tidak hanya menyebarkan perspektif yang tidak akurat, tetapi juga secara terang-terangan merendahkan kedaulatan dan niat baik China dalam menjaga perdamaian regional.

Badai Kritik di Weibo: Boikot Mengancam Karier?

Gelombang kecaman tak terbendung membanjiri platform media sosial terbesar di China, Weibo. Video cuplikan adegan kontroversial itu tersebar luas, memicu diskusi panas dan seruan boikot terhadap Jun Ji-hyun serta drama "Tempest."

Banyak netizen yang meluapkan kekecewaan mereka dengan komentar pedas. Salah satu komentar yang paling sering dikutip berbunyi, "Kalau China sangat ingin perang, Korea Selatan sudah tak berdiri sebagai negara."

Kritik lainnya bahkan menyinggung perjalanan karier Jun Ji-hyun yang panjang. "Relasi yang dia bangun dengan China lebih dari 20 tahun terakhir hilang," tulis netizen lain, mengisyaratkan dampak serius terhadap popularitas dan peluang kerja sang aktris di pasar China yang sangat besar.

Ini bukan sekadar kritik biasa; ini adalah ancaman boikot yang bisa merusak citra dan potensi pendapatan Jun Ji-hyun dari iklan maupun proyek-proyek di China, pasar yang selama ini sangat menguntungkan bagi bintang Hallyu. Sebuah dialog singkat ternyata memiliki kekuatan untuk mengguncang fondasi karier internasional seorang bintang besar.

Bukan Hanya Dialog: Lokasi Syuting dan Puisi Li Bai Ikut Disorot

Kontroversi "Tempest" ternyata tidak berhenti pada dialog semata. Beberapa netizen China juga merasa keberatan dengan adegan yang berlatar di Dalian, sebuah kota di China. Mereka menuduh tim produksi drama sengaja mengambil gambar permukiman kumuh dengan nuansa gelap.

Tindakan ini dinilai sebagai upaya untuk merusak citra kota timur laut China tersebut, memberikan kesan negatif yang tidak sesuai dengan kenyataan. Spekulasi pun bermunculan, bahkan ada yang menduga adegan itu sebenarnya difilmkan di Hong Kong, bukan Dalian, untuk menghindari sensor atau menciptakan kesan tertentu.

Selain itu, adegan lain yang menampilkan seseorang berjalan di karpet bermotif simbol bintang lima China juga menuai protes. Simbol nasional ini dianggap direndahkan dengan cara penempatannya dalam drama.

Puncaknya, dialog Seo Mun-ju yang membacakan puisi ciptaan penyair legendaris China, Li Bai, juga menjadi sasaran kritik. Beberapa netizen menuduh Jun Ji-hyun sengaja mengubah pengucapannya, sehingga terdengar tidak tepat dan tidak menghormati karya sastra klasik China.

Meski demikian, ada juga sebagian netizen yang mencoba bersikap objektif. Mereka berpendapat bahwa pengucapan puisi tersebut harus dipahami dalam konteks yang tepat, mungkin ada alasan artistik atau plot di balik cara pengucapan tersebut. Namun, suara-suara pembelaan ini tenggelam di tengah gelombang kemarahan yang lebih besar.

“Tempest”: Drama Thriller Politik yang Penuh Risiko

"Tempest" sendiri adalah drama thriller politik yang sangat intens. Ceritanya berpusat pada Seo Mun-ju, karakter yang diperankan Jun Ji-hyun, yang tengah berjuang dalam pencalonan Presiden Korea Selatan.

Di tengah ambisinya, ia juga harus berjibaku menghentikan ancaman perang yang sudah di depan mata. Konflik di Semenanjung Korea terus meningkat, melibatkan kekuatan besar seperti Korea Utara, Amerika Serikat, dan tentu saja, China.

Plot yang sarat dengan intrik geopolitik ini memang menawarkan ketegangan yang menarik, namun juga datang dengan risiko tinggi. Setiap dialog atau penggambaran suatu negara harus dilakukan dengan sangat hati-hati, mengingat sensitivitas isu-isu internasional. Kontroversi ini menjadi bukti nyata betapa tipisnya batas antara fiksi dan realitas dalam drama bertema politik.

Respons Resmi yang Dinanti

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Disney Plus Korea, selaku layanan streaming resmi "Tempest," maupun dari agensi Jun Ji-hyun. Keheningan ini menambah spekulasi dan membuat situasi semakin tegang.

Publik menanti-nanti bagaimana pihak produksi dan sang aktris akan menyikapi badai kritik ini. Apakah akan ada permintaan maaf, klarifikasi, atau bahkan tindakan lebih lanjut untuk meredakan amarah netizen China? Waktu akan menjawab.

Di Balik Layar “Tempest”: Sutradara dan Bintang Ternama

Terlepas dari kontroversi yang melanda, "Tempest" sebenarnya adalah proyek besar yang digarap oleh nama-nama besar di industri drama Korea. Drama ini diarahkan oleh sutradara Kim Hee-won, sosok di balik kesuksesan drama-drama populer seperti "Crash Landing on You" (2019), "Vincenzo" (2020), "Little Women" (2023), dan "Queen of Tears" (2024).

Naskahnya sendiri ditulis oleh Jeong Seo-kyeong, menjanjikan cerita yang kuat dan mendalam. "Tempest" juga bertabur bintang papan atas, selain Jun Ji-hyun, ada juga Gang Dong-won, John Cho, Lee Mi-sook, Park Hae-joon, dan Kim Hae-sook.

Jajaran pemeran pendukungnya pun tak kalah mentereng, seperti Yoo Jae-myung, Oh Jung-se, Lee Sang-hee, Joo Jong-hyuk, hingga Won Ji-an. Drama ini terdiri dari 9 episode dan mulai tayang pada 10 September 2024, dengan tiga episode perdana langsung dirilis, kemudian dua episode setiap hari Rabu.

"Tempest" dapat disaksikan secara eksklusif di Disney+ Hotstar. Sayangnya, deretan nama besar dan kualitas produksi yang tinggi kini harus berhadapan dengan kontroversi yang berpotensi meredupkan cahaya kesuksesannya.

Insiden ini sekali lagi menunjukkan betapa kompleksnya produksi media di era globalisasi. Sensitivitas budaya dan politik menjadi faktor krusial yang harus diperhatikan, terutama ketika menyentuh isu-isu internasional. Akankah "Tempest" mampu melewati badai ini, ataukah kontroversi ini akan menjadi noda hitam dalam perjalanan karier Jun Ji-hyun? Kita tunggu saja kelanjutannya.

banner 325x300