Drama Korea Would You Marry Me? yang semula disambut hangat, kini justru menuai badai kritik dari para penonton setianya. Kontroversi ini mencuat setelah penayangan episode keenam pada Sabtu, 25 Oktober lalu, yang menampilkan adegan sensitif dan dianggap meremehkan kejahatan serius. Reaksi keras dari publik pun tak terhindarkan, memaksa pihak produksi untuk mengambil tindakan cepat.
Adegan Kontroversial yang Picu Amarah Netizen
Dalam episode yang menjadi sorotan tersebut, karakter Yoon Ji-kyung, yang diperankan oleh Shin Seul-ki, terlihat sedang melakukan tindakan CPR (resusitasi jantung paru) kepada seseorang yang mengalami henti jantung. Adegan penyelamatan ini terjadi di tengah aktivitas lari grup di sebuah taman, menunjukkan urgensi dan kepanikan situasi.
Namun, di tengah momen genting tersebut, bagian dada Ji-kyung terekspos. Alih-alih membantu atau menghormati privasinya, beberapa anggota grup lain justru mengambil kesempatan dalam kesempitan. Mereka dengan sengaja merekam dan memotret bagian tubuh Ji-kyung tanpa izin, sebuah tindakan yang jelas-jelas merupakan pelanggaran privasi dan kejahatan.
Intervensi ‘Pahlawan’ yang Berujung Masalah
Beruntung, perilaku kriminal ini disaksikan oleh Baek Sang-hyun, yang diperankan oleh Bae Na-ra. Tanpa ragu, Sang-hyun segera melepas jaketnya dan menutupi tubuh Ji-kyung, menunjukkan kepedulian dan melindungi privasinya. Tindakan ini awalnya disambut baik oleh penonton sebagai bentuk kepahlawanan.
Namun, respons Sang-hyun selanjutnya justru menjadi titik awal kritik. Ia mengambil ponsel para pelaku kejahatan tersebut dan menghapus seluruh gambar atau rekaman ilegal Ji-kyung. Sang-hyun bahkan sempat menghajar pelaku dan memperingatkan mereka tentang potensi hukuman atas perilaku tersebut.
"Rekaman ilegal dapat mengakibatkan hukuman penjara hingga tujuh tahun atau denda hingga 50 juta won. Saya biarkan kali ini, tapi lain kali, tidak akan ada keringanan," ujar Sang-hyun dalam adegan tersebut. Meskipun peringatan hukumnya akurat, ketiadaan keterlibatan polisi dalam penyelesaian masalah ini menjadi inti permasalahan.
Mengapa Adegan Ini Dihujat Habis-habisan?
Setelah tayang, potongan adegan kontroversial ini diunggah oleh saluran SBS ke media sosial mereka dengan judul yang memancing perhatian: "Anak orang kaya diam-diam merekam Shin Seul-ki, Bae Na-ra kasih pelajaran yang memuaskan." Judul ini, bersama dengan adegan itu sendiri, memicu gelombang kritik yang masif dari penonton.
Kritik utama datang karena drama tersebut dianggap meremehkan beratnya kejahatan seksual, khususnya perekaman ilegal atau molka. Penonton merasa geram karena para pelaku kriminal dimaafkan begitu saja tanpa adanya keterlibatan polisi atau konsekuensi hukum yang semestinya. Ini mengirimkan pesan yang salah bahwa kejahatan serius seperti itu bisa diselesaikan secara pribadi tanpa jalur hukum.
Di Korea Selatan, kejahatan molka (perekaman ilegal) adalah isu yang sangat sensitif dan serius. Banyak kasus telah terjadi, dan pemerintah serta masyarakat sangat gencar memerangi kejahatan ini. Menampilkan adegan di mana pelaku lolos begitu saja tanpa proses hukum dianggap sebagai bentuk normalisasi atau trivialisasi kejahatan yang dapat membahayakan korban di dunia nyata.
Tuntutan Netizen dan Respons Cepat SBS
Gelombang kemarahan netizen tak terbendung. Mereka membanjiri media sosial dengan komentar pedas dan mendorong saluran SBS untuk segera menghapus klip-klip terkait dari semua platform. Tuntutan ini menunjukkan betapa seriusnya masyarakat memandang isu kejahatan seksual dan pentingnya representasi yang bertanggung jawab dalam media.
Menanggapi reaksi negatif yang terus meningkat, SBS, seperti diberitakan Korea Times pada Selasa, 28 Oktober, akhirnya menghapus klip tersebut dari YouTube dan jaringan media sosial lainnya. Tindakan cepat ini menunjukkan bahwa pihak produksi menyadari kesalahan mereka dan berusaha meredam kontroversi yang ada.
Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi atau permintaan maaf lebih lanjut dari SBS terkait insiden tersebut. Ketiadaan penjelasan lebih lanjut ini juga menjadi sorotan, karena banyak yang berharap adanya klarifikasi dan komitmen untuk lebih berhati-hati dalam produksi konten di masa mendatang.
Sekilas Tentang Drama ‘Would You Marry Me?’
Sebelum kontroversi ini, Would You Marry Me? adalah drama romantis komedi yang cukup populer. Drama ini mengisahkan tentang seorang pria dan perempuan yang sepakat menjalani pernikahan palsu selama 90 hari. Tujuan mereka? Mendapatkan hadiah rumah mewah yang diperuntukkan bagi pasangan pengantin baru.
Drama ini dibintangi oleh Jung So-min dan Choi Woo-shik, dua aktor yang cukup dikenal di industri hiburan Korea Selatan. Sejak penayangan perdananya, drama ini menunjukkan performa rating yang menjanjikan. Menurut Nielsen Korea, rating nasionalnya meningkat dari 5,6 persen pada episode perdana menjadi 7,5 persen pada episode kelima.
Would You Marry Me? tayang setiap Jumat dan Sabtu malam, dan peningkatan rating ini menunjukkan bahwa drama tersebut memiliki basis penggemar yang solid. Namun, kontroversi episode keenam ini tentu saja berpotensi mempengaruhi reputasi dan pandangan publik terhadap drama secara keseluruhan.
Pelajaran Penting untuk Industri Hiburan
Insiden yang menimpa Would You Marry Me? ini menjadi pengingat penting bagi seluruh industri hiburan, khususnya di Korea Selatan. Representasi kejahatan, terutama kejahatan seksual, harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan bertanggung jawab. Media memiliki kekuatan besar untuk membentuk persepsi publik, dan oleh karena itu, mereka memiliki tanggung jawab moral untuk tidak menormalisasi atau meremehkan tindakan kriminal.
Pentingnya peran polisi dan sistem hukum dalam menangani kejahatan tidak boleh diabaikan demi narasi dramatis. Mengabaikan konsekuensi hukum dapat mengirimkan pesan berbahaya kepada penonton, terutama generasi muda, bahwa keadilan bisa dicapai tanpa melibatkan pihak berwenang.
Kontroversi ini juga menyoroti kekuatan netizen dan media sosial dalam menyuarakan pendapat dan menuntut pertanggungjawaban. Dalam era digital, setiap konten yang tayang dapat dengan cepat dianalisis dan dikritik oleh jutaan pasang mata, memaksa produser untuk lebih cermat dan peka terhadap isu-isu sosial yang ada.
Semoga insiden ini menjadi pembelajaran berharga bagi tim produksi Would You Marry Me? dan drama-drama Korea lainnya untuk selalu mengedepankan etika dan tanggung jawab sosial dalam setiap karya yang mereka sajikan kepada publik.


















