Tahun 2024 mungkin akan selalu dikenang sebagai tahun di mana lagu "APT." mengguncang dunia. Kolaborasi epik antara Rosé BLACKPINK dan Bruno Mars ini tak hanya mencetak rekor demi rekor, tapi juga mengukuhkan posisi Rosé sebagai musisi Kpop pertama yang meraih penghargaan Song of the Year di MTV VMA. Namun, di balik megahnya kesuksesan itu, tersimpan sebuah cerita yang tak banyak orang tahu: Rosé dan Bruno Mars sempat terlibat konflik besar.
Drama di Balik Layar: Rosé Blak-blakan Soal Konflik dengan Bruno Mars
Kabar mengejutkan ini datang langsung dari Rosé sendiri. Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Vogue pada Minggu (12/10), pelantun "On The Ground" itu secara blak-blakan menceritakan momen tak terduga yang terjadi sebelum syuting video musik "APT.". Ia mengaku sempat berkonflik besar dengan Bruno Mars, sebuah pengakuan yang sontak membuat para penggemar terkejut.
"Aku dan Bruno, ya ampun… Aku tidak tahu boleh atau enggak ngomong ini, tapi aku sempat berantem besar dengan Bruno pada sebelum syuting video musik," ungkap Rosé BLACKPINK, dengan nada yang campur aduk antara canggung dan jujur. Pengakuan ini tentu saja menimbulkan banyak pertanyaan dan rasa penasaran di kalangan BLINK (sebutan untuk penggemar BLACKPINK) dan Hooligans (sebutan untuk penggemar Bruno Mars).
Meskipun pengakuan itu menghebohkan, Rosé memilih untuk tidak mengungkapkan detail spesifik mengenai penyebab atau inti perseteruan mereka. Musisi bernama lengkap Roseanne Park itu hanya menyebutkan bahwa konflik tersebut terjadi di momen krusial, yaitu sesaat sebelum proses pengambilan gambar video musik "APT." dimulai. Ini menunjukkan betapa intensnya proses kreatif yang mereka jalani.
Detil Konflik yang Masih Misteri dan Resolusinya
Meski tak merinci penyebabnya, Rosé memastikan bahwa permasalahan di antara mereka telah terselesaikan. Ia mengungkapkan bahwa ia dan Bruno Mars akhirnya berbaikan di lokasi syuting video musik tersebut. Momen perdamaian itu terjadi tepat di tengah persiapan produksi, membuktikan profesionalisme keduanya dalam mengatasi perbedaan.
"Kami baikan di lokasi syuting, sudah baik-baik saja," ujarnya sembari tertawa kecil, seolah mencoba meredakan ketegangan yang mungkin dirasakan pendengar. Ia menambahkan dengan nada bercanda, "Ya ampun, dia bakal marah banget… Okeh jangan berantem. Kita berteman saja." Komentar ini menunjukkan bahwa hubungan mereka kini sudah kembali harmonis dan persahabatan mereka tetap terjaga.
Perjalanan ‘APT.’: Dari Permainan Minum Jadi Lagu Pemenang VMA
Sebelum menjadi fenomena global dan pemenang penghargaan bergengsi, "APT." ternyata memiliki kisah awal yang sangat sederhana dan unik. Rosé mengungkapkan bahwa ide lagu ini berawal dari sebuah permainan minum favoritnya yang sering ia mainkan bersama teman-temannya. Permainan yang disebutnya sangat sederhana itu, secara tak terduga, menjadi inspirasi utama.
Suatu malam di studio, Rosé mencoba mengajari para kru cara memainkan permainan tersebut. Ia bercerita, "Semua orang terpesona, terutama ketika saya yang memulai nyanyiannya." Dari situlah ide untuk mengubah permainan sederhana itu menjadi sebuah lagu mulai muncul.
"Jadi kami bermain-main dengannya dan saya bilang kami harus membuat lagu darinya," lanjut Rosé. Ketika Bruno Mars bergabung dalam proyek ini, sisanya adalah sejarah. Sentuhan magis dari Bruno Mars, dikombinasikan dengan ide orisinal Rosé, melahirkan sebuah karya yang tak hanya catchy tapi juga penuh energi, siap mengguncang tangga lagu dunia.
Sejarah Baru untuk Kpop di MTV VMA
Kesuksesan "APT." mencapai puncaknya di MTV Video Music Awards (VMA) terbaru, di mana lagu ini berhasil memenangkan kategori Song of the Year. Ini adalah pencapaian luar biasa yang mengukir sejarah baru bagi industri Kpop. Rosé BLACKPINK menjadi artis Korea pertama yang meraih salah satu penghargaan tertinggi di acara tersebut.
Kemenangan ini terasa semakin manis mengingat ketatnya persaingan. "APT." berhasil mengungguli sederet lagu hit dan viral lainnya, termasuk "Ordinary" (Alex Warren), "Birds of Feather" (Billie Eilish), "Anxiety" (Doechii), "Sapphire" (Ed Sheeran), dan "I Love You I’m Sorry" (Gracie Adams). Bahkan, lagu "Die with a Smile" yang juga dibawakan Bruno Mars bersama Lady Gaga, turut menjadi pesaing kuat.
Selain itu, "What Was That" (Lorde), "Sports Car" (Tate McRae), dan "Timeless" (The Weeknd, Playboy Carti) juga masuk dalam nominasi Song of the Year. Prestasi Rosé ini menempatkannya di jajaran teratas musisi global, membuktikan pengaruh dan kualitas musik Kpop yang semakin diakui dunia.
Meskipun grup-grup Kpop raksasa seperti BTS, BLACKPINK (sebagai grup), dan SEVENTEEN sebelumnya telah meraih trofi VMA dalam berbagai kategori, kemenangan Rosé secara individu untuk Song of the Year adalah sebuah milestone yang berbeda. Ini menegaskan bahwa talenta individu dari artis Kpop mampu bersaing dan memenangkan penghargaan paling bergengsi di panggung internasional.
Mengapa ‘APT.’ Begitu Fenomenal?
Fenomena "APT." tidak hanya terletak pada rekor dan penghargaan yang diraihnya, tetapi juga pada kemampuannya untuk merangkul pendengar dari berbagai latar belakang. Perpaduan unik antara melodi yang adiktif, lirik yang mudah diingat, dan energi yang menular, menjadikan lagu ini cepat viral di berbagai platform media sosial.
Kolaborasi antara dua ikon musik global, Rosé dengan pesona Kpop-nya dan Bruno Mars dengan sentuhan pop-funk khasnya, menciptakan sinergi yang tak tertandingi. Mereka berhasil menghasilkan sebuah karya yang melampaui batas genre dan budaya, menjadikannya lagu wajib di setiap pesta dan playlist.
Kisah di balik layar, termasuk konflik yang sempat terjadi, justru menambah dimensi menarik pada narasi kesuksesan "APT.". Ini menunjukkan bahwa di balik setiap karya besar, ada proses kreatif yang penuh tantangan, emosi, dan pada akhirnya, resolusi yang membawa pada pencapaian luar biasa. Rosé dan Bruno Mars telah membuktikan bahwa perbedaan dapat diatasi demi menghasilkan sebuah mahakarya yang akan terus dikenang.


















