Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Dari Gagal Debut SM ke Nominasi Grammy: Kisah Ejae, Otak di Balik Lagu ‘Golden’ KPop Demon Hunters

dari gagal debut sm ke nominasi grammy kisah ejae otak di balik lagu golden kpop demon hunters portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Lirik lagu "Golden" yang ia tulis seolah menjadi ramalan nyata bagi perjalanannya: "We dreamin’ hard, we came so far, now I’ll believe… We’re goin’ up, up, up, it’s our moment, you know together we’re glowing, gonna be, gonna be golden." Kim Eun-jae, atau yang lebih dikenal sebagai Ejae, tak pernah menyangka kariernya bisa berkilau keemasan, bahkan hingga ke panggung Grammy Awards.

Semua berawal dari tawaran untuk bergabung dalam proyek film animasi ambisius, KPop Demon Hunters (2025). Sebuah proyek yang tak hanya memberinya kesempatan bersinar, tetapi juga menjadi saksi bisu atas perjuangan panjang yang akhirnya berbuah manis.

banner 325x300

Perjalanan Penuh Lika-liku: Dari Trainee Gagal ke Penulis Lagu Berbakat

Sebelum namanya dikenal sebagai penulis lagu di balik hit global, Ejae memiliki mimpi yang berbeda. Sejak usia 11 tahun, ia telah mengabdikan dirinya sebagai trainee di SM Entertainment, salah satu agensi K-Pop terbesar di Korea Selatan. Selama hampir satu dekade, ia berlatih keras, menari, menyanyi, dan bermimpi untuk debut sebagai idola K-Pop.

Namun, takdir berkata lain. Setelah 10 tahun penuh pengorbanan, mimpi debutnya di SM Entertainment harus kandas. Sebuah kegagalan yang tentu saja menghantam mental dan semangat seorang remaja yang telah mendedikasikan seluruh masa mudanya untuk satu tujuan.

Bangkit dari Keterpurukan dan Menemukan Jalan Baru

Rasa sakit hati dan kekecewaan itu perlahan ia tinggalkan. Pada tahun 2015, Ejae memutuskan untuk move on sepenuhnya dari dunia trainee. Ia memilih untuk melanjutkan studinya, pindah ke Amerika Serikat, dan menimba ilmu di New York University Tisch School of the Arts, sebuah sekolah seni bergengsi.

Perpindahan ini menjadi titik balik dalam hidupnya. Di sinilah ia menemukan passion baru yang tak kalah besar: menulis lagu dan menjadi produser. Ejae mulai mengasah kemampuannya, belajar seluk-beluk industri musik dari perspektif yang berbeda.

Mentor dan Pintu Kesuksesan Pertama

Jalan Ejae semakin terbuka lebar ketika ia bertemu dengan Andrew Choi, seorang musisi berbakat di bawah naungan SM Entertainment. Choi melihat potensi besar dalam diri Ejae dan bersedia menjadi mentornya. Di bawah bimbingan Choi, Ejae mendalami teknik penulisan lagu dan produksi, mengubah pengalamannya menjadi lirik dan melodi.

Kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Ejae terlibat dalam penggarapan lagu "Psycho" untuk Red Velvet, yang kemudian menjadi salah satu hit terbesar grup tersebut. Kesuksesan "Psycho" membuka banyak pintu lain bagi Ejae, membuktikan bahwa kegagalan debutnya bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru yang lebih gemilang.

Setelah itu, ia terus menorehkan prestasi dengan menghasilkan sejumlah lagu populer lainnya. Di antaranya adalah soundtrack drama Korea Woman of 9.9 Billion, lagu "Drama" untuk girl group aespa, dan "Birthday" yang kembali dibawakan oleh Red Velvet. Nama Ejae mulai dikenal di kalangan industri musik Korea sebagai penulis lagu yang produktif dan inovatif.

‘Golden’: Lagu Emas yang Membawa Ejae ke Puncak Dunia

Puncak karier Ejae datang ketika ia memutuskan untuk bergabung dengan proyek KPop Demon Hunters. Dalam film animasi yang sangat dinantikan ini, Ejae tidak hanya berperan sebagai pencipta lagu fenomenal "Golden", tetapi juga mengisi vokal karakter Rumi, vokalis dari trio fiktif HUNTR/X.

Lagu "Golden" bagaikan cerminan perjalanan hidup Ejae sendiri. Liriknya yang penuh semangat dan optimisme, tentang perjuangan dan impian yang akhirnya terwujud, berhasil menyentuh hati jutaan pendengar di seluruh dunia. Lagu ini menjadi sangat fenomenal setelah KPop Demon Hunters dirilis pada Juni 2025.

Mengukir Sejarah di Tangga Lagu Global

"Golden" bukan hanya mendapat ulasan positif dari kritikus, tetapi juga mencapai masa keemasan sebagai lagu soundtrack. Lagu ini berhasil menduduki peringkat satu di Billboard Global 200, sebuah pencapaian luar biasa yang menunjukkan dominasinya di kancah musik internasional.

Tak hanya itu, "Golden" juga memuncaki tangga lagu di lebih dari 30 negara, termasuk Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat. Bahkan, lagu ini berhasil masuk dalam sepuluh besar tangga lagu di lebih dari 20 negara lainnya. Sebuah bukti nyata bahwa musik Ejae memiliki daya tarik universal yang melampaui batas bahasa dan budaya.

Reaksi Ejae: Antara Tak Percaya dan Rasa Syukur Mendalam

Pada Jumat (7/11), dunia musik dikejutkan dengan pengumuman nominasi Grammy Awards 2026. Film KPop Demon Hunters berhasil mendulang empat nominasi bergengsi, dan salah satunya adalah untuk kategori Song of The Year berkat lagu "Golden". Lagu ini, yang ikut ditulis oleh Ejae bersama Mark Sonnenblick, 24, Ido, dan Teddy, kini berdiri sejajar dengan karya-karya terbaik dunia.

"Golden" juga mencetak sejarah sebagai salah satu dari dua lagu K-Pop pertama yang masuk dalam kategori prestisius ini, bersamaan dengan "APT." milik Rose dan Bruno Mars. Sebuah pencapaian yang tak terbayangkan bagi Ejae, mengingat betapa sulitnya menembus dominasi musik Barat di ajang Grammy.

Ungkapan Hati di Media Sosial

Perempuan berusia 31 tahun itu tak bisa menyembunyikan rasa tak percayanya. Melalui unggahan di Instagram pada Sabtu (9/11), Ejae mengungkapkan betapa terkejut dan bersyukurnya ia atas nominasi yang begitu prestisius ini, terutama karena ini adalah kali pertama namanya masuk dalam daftar Grammy Awards.

"Saya bahkan tidak punya kata-kata yang cukup untuk menggambarkan perasaanku. Ini melampaui segala hal yang pernah aku bayangkan, dinominasikan untuk Grammy adalah sesuatu yang luar biasa," tulisnya dengan penuh haru. "Mengatakan bahwa ini adalah mimpiku rasanya masih kurang. Semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa dukungan luar biasa dari para penggemar film ini."

Lebih dari Sekadar Lagu: Pesan Inspiratif di Balik ‘Golden’

Kisah Ejae dan "Golden" adalah bukti nyata bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan sebuah jeda untuk menemukan jalan yang lebih baik. Perjuangan selama lebih dari satu dekade, dari seorang trainee yang gagal debut hingga menjadi penulis lagu pemenang penghargaan, adalah sebuah hadiah yang tak ternilai.

Lagu "Golden" bukan hanya sekadar melodi dan lirik yang indah, tetapi juga sebuah anthem bagi siapa pun yang pernah merasa gagal atau kehilangan arah. Pesan untuk terus bermimpi, berjuang keras, dan percaya pada diri sendiri, seolah menjadi inti dari setiap nada yang Ejae ciptakan.

Warisan Ejae: Inspirasi Bagi Para Pejuang Mimpi

Kini, Ejae telah mengukir namanya dalam sejarah musik global. Dari seorang gadis berusia 11 tahun yang memimpikan panggung idola, hingga menjadi penulis lagu yang karyanya diakui di ajang Grammy. Perjalanan Ejae adalah inspirasi bagi banyak orang, terutama mereka yang sedang berjuang meraih mimpi di tengah badai kegagalan.

Kisah Ejae mengajarkan kita bahwa terkadang, jalan yang berbeda dari yang kita bayangkan justru bisa membawa kita ke tempat yang lebih indah dan gemilang. Seperti lirik "Golden" yang terus bergema, Ejae telah membuktikan bahwa dengan ketekunan dan keyakinan, setiap mimpi bisa menjadi kenyataan, dan setiap perjuangan akan berbuah "emas" pada waktunya.

banner 325x300