Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Bikin Penasaran! ’67’ Dinobatkan Jadi Word of The Year 2025, Apa Maksudnya?

bikin penasaran 67 dinobatkan jadi word of the year 2025 apa maksudnya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Dunia maya kembali dihebohkan dengan sebuah fenomena linguistik yang sukses bikin banyak orang, terutama orang dewasa, geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, sebuah angka sederhana, ’67’, kini resmi dinobatkan sebagai ‘Word of the Year 2025’ oleh Dictionary.com. Istilah ini memang sudah jadi rahasia umum di kalangan Gen Z dan Alpha, tapi maknanya masih jadi misteri besar yang bikin penasaran.

Misteri di Balik Angka ’67’ yang Bikin Heboh

banner 325x300

Kata ’67’ bukan sekadar deretan angka biasa. Istilah ini meledak popularitasnya di pertengahan tahun 2025, menjadi semacam kode rahasia yang hanya dimengerti oleh segelintir orang. Bagi mereka yang ‘in the know’, mengucapkan atau mendengarnya bisa langsung memicu tawa atau senyum geli.

Fenomena ini awalnya lebih mirip lelucon internal yang menyebar cepat di berbagai platform media sosial. Maknanya yang tidak jelas justru menjadi daya tarik tersendiri, menciptakan rasa eksklusivitas di antara para penggunanya. Seolah-olah, kamu harus jadi bagian dari ‘geng’ tertentu untuk memahami esensinya.

Dictionary.com Ikut Bingung, Tapi Tetap Mengakui

Sebagai otoritas dalam dunia bahasa, Dictionary.com mengakui bahwa pilihan ‘Word of the Year’ mereka tahun ini cukup unik, bahkan membingungkan. Mereka menyebut pilihan tahunan ini sebagai "kapsul waktu linguistik" yang merefleksikan tren dan peristiwa sosial yang sedang terjadi. Namun, untuk ’67’, mereka jujur mengakui kebingungan mereka sendiri.

"Jangan khawatir, karena kami semua masih mencoba mencari tahu apa sebenarnya artinya," tulis situs tersebut dalam pengumuman resminya. Pernyataan ini menunjukkan betapa masifnya dampak ’67’ hingga kamus sekelas Dictionary.com pun ikut dibuat penasaran. Ini bukan sekadar kata, melainkan sebuah teka-teki budaya yang menarik untuk dipecahkan.

’67’: Antara Makna Tak Jelas dan Gestur Khas

Lalu, apa sebenarnya arti dari ’67’? Nah, di sinilah letak kerumitannya. Beberapa orang berspekulasi bahwa artinya bisa sangat fleksibel, seperti "biasa saja" atau "mungkin ini, mungkin itu," tergantung konteksnya. Seringkali, penggunaannya juga disertai dengan gestur tangan khas: kedua telapak tangan menghadap ke atas dan bergerak bergantian ke atas dan ke bawah, seolah mengisyaratkan ketidakpastian atau ketidakpedulian.

Merriam-Webster, kamus terkemuka lainnya, bahkan mendeskripsikan ’67’ sebagai "ekspresi tidak masuk akal yang terutama digunakan oleh remaja dan praremaja." Ini menegaskan bahwa ’67’ memang lahir dan berkembang di kalangan generasi muda, menjadi bagian tak terpisahkan dari cara mereka berkomunikasi. Sebuah bahasa baru yang hanya mereka yang paham.

Lebih dari Sekadar Kata, Ini ‘Brainrot’ yang Menghubungkan

Uniknya, banyak remaja menggunakan ’67’ justru untuk membuat orang dewasa frustrasi ketika ditanya artinya. Sebuah bentuk pemberontakan kecil yang lucu, bukan? Namun, Dictionary.com punya pandangan yang lebih dalam. Menurut mereka, ’67’ sebenarnya tidak berarti apa-apa secara harfiah.

"Itu tidak berarti, ada di mana-mana, dan tidak masuk akal. Dengan kata lain, itu memiliki semua ciri-ciri brainrot," jelas Dictionary.com. Istilah ‘brainrot’ sendiri merujuk pada konten internet yang dianggap merusak atau membuat otak "mati rasa" karena sifatnya yang berulang, tidak bermakna, atau berkualitas rendah. Namun, di balik itu, ’67’ tetap memiliki makna mendalam bagi para penggunanya.

Meskipun tidak memiliki arti eksplisit, ’67’ berhasil membangun koneksi dan rasa kebersamaan di antara mereka yang menggunakannya. Ini adalah bahasa non-verbal yang menciptakan ikatan, lelucon yang hanya dimengerti oleh ‘inner circle’. Dalam dunia digital yang serba cepat, koneksi semacam ini menjadi sangat berharga, bahkan jika itu dibangun di atas sebuah ‘kekosongan’ makna.

Mengapa ’67’ Dipilih? Analisis Tren dan Budaya Digital

Dictionary.com tidak sembarangan dalam memilih ‘Word of the Year’. Mereka mencari kata-kata yang secara signifikan memengaruhi cara banyak orang berbicara satu sama lain, baik secara langsung maupun daring. Proses seleksi melibatkan penelusuran mendalam terhadap mesin pencari, berita utama, dan tentu saja, tren media sosial yang sedang berkembang pesat.

Hasilnya? Penggunaan ’67’ melonjak drastis selama musim panas 2025, dengan pertumbuhan enam kali lipat sejak Juni. Angka ini menunjukkan betapa masifnya adopsi istilah ini di berbagai platform. "Word of the Year bukan hanya tentang penggunaan populer; kata ini mengungkapkan kisah yang kita ceritakan tentang diri kita sendiri dan bagaimana kita telah berubah sepanjang tahun," kata situs tersebut. Ini adalah cerminan budaya digital yang terus berevolusi dan membentuk cara kita berinteraksi.

Jejak Awal Mula ’67’: Dari Lagu Rapper Hingga TikTok Viral

Lalu, bagaimana sebenarnya ’67’ ini bisa muncul dan menjadi fenomena? Semua ini tampaknya berawal dari sebuah lagu rapper bernama Skrilla pada tahun 2024 yang berjudul "Doot Doot (67)". Lagu ini kemudian mulai muncul dalam video-video TikTok, seringkali menampilkan para pemain basket. Salah satu yang paling terkenal adalah LaMelo Ball dari NBA, yang memiliki tinggi menjulang sekitar 2 meter.

Namun, titik balik sesungguhnya terjadi ketika seorang anak laki-laki, yang kini dikenal luas sebagai "Si Anak 67", meneriakkan frasa tersebut. Dalam video yang viral itu, anak lain di sebelahnya sedang memainkan tangannya dengan gestur khas ’67’. Momen inilah yang membuat ’67’ meledak dan menjadi ikonik, menyebar bak api di padang rumput digital.

Video tersebut menjadi semacam katalis, mengubah ’67’ dari sekadar lirik lagu menjadi sebuah meme budaya yang hidup. Dari sana, istilah ini berevolusi, diadaptasi, dan diinterpretasikan ulang oleh jutaan pengguna media sosial, terutama Gen Z dan Alpha, yang selalu haus akan konten baru dan cara komunikasi yang unik.

’67’: Lebih dari Sekadar Kata, Ini Cerminan Generasi

Pada akhirnya, ’67’ mungkin memang tidak memiliki makna kamus yang jelas. Namun, keberadaannya sebagai ‘Word of the Year 2025’ adalah bukti nyata betapa dinamisnya bahasa dan budaya digital saat ini. Ini menunjukkan bagaimana sebuah istilah yang awalnya "tidak masuk akal" bisa menjadi perekat sosial, menciptakan identitas, dan bahkan memicu tawa di antara jutaan orang.

Fenomena ’67’ adalah cerminan dari generasi yang tumbuh besar dengan internet, di mana kecepatan informasi dan kreativitas meme menjadi mata uang utama. Ini adalah bahasa baru yang mungkin tidak dimengerti oleh semua orang, tetapi sangat berarti bagi mereka yang menggunakannya. Jadi, apakah kamu termasuk yang sudah paham arti ’67’, atau masih ikut bingung seperti Dictionary.com? Yang jelas, istilah ini sudah jadi bagian dari sejarah linguistik digital kita.

banner 325x300