Beranda News Hal Penting Proses Penularan HIV yang Wajib Diketahui

Hal Penting Proses Penularan HIV yang Wajib Diketahui

0
Hal Penting Proses Penularan HIV yang Wajib Diketahui

Jakarta – HIV/AIDS memang menjadi masalah kesehatan serius di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat, jumlah pengidap HIV-AIDS per Oktober 2018 sebanyak 305 ribu pasien. Sebelumnya, pada Juni 2018, tercatat ada 301.959 penderita HIV.

Namun, terlepas dari jumlah tersebut, apakah penderita HIV/AIDS dapat dengan mudah menularkan penyakit tersebut kepada orang di sekitarnya?

loading...

Untuk diketahui, HIV/AIDS adalah suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga mudah terinfeksi. Normalnya, tubuh manusia memiliki sel darah putih (limfosit) yang berguna sebagai pertahanan tubuh dari serangan virus maupun bakteri. Namun, karena virus HIV yang masuk ke tubuh dapat melemahkan bahkan mematikan sel darah putih sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Kemenkes menyebutkan bahwa HIV/AIDS tidak mudah menular, seperti dalam penggunaan toilet bersama, gigitan nyamuk, menggunakan alat makan bersama, bersalaman atau berpelukan, bahkan tinggal serumah dengan pengidap HIV.

Oleh karenanya, menjauhi penderita HIV terlalu berlebihan bukanlah menjadi solusi. Kendati demikian, masyarakat harus tetap berperilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah terjadinya penularan HIV. Saat bertemu pengidap HIV, bersikaplah wajar dan jangan mendiskriminasi atau memberikan cap negatif, bahkan seharusnya orang-orang di sekitar harus memberikan dukungan terhadapnya.

Pada umumnya, penularan HIV terjadi melalui cairan semen, air mani, cairan vagina, transfusi darah, alat suntik, narkoba, transplantasi organ, dan perinatal ibu hamil ke janinnya. Oleh karenanya, Kemenkes mengimbau kepada orang yang sudah pernah melakukan perilaku berisiko tersebut, harus melakukan tes HIV segera. Bila tes HIV negatif, tetap berperilaku aman dari hal-hal yang berisiko menularkan HIV.

Namun, apabila tes HIV positif, selalu gunakan kondom saat berhubungan seksual, serta patuhi petunjuk dokter dan minum obat ARV, agar hidup tetap produktif walaupun positif HIV. Tes HIV sejak dini juga perlu dilakukan demi mencegah risiko penyakit yang lebih parah akibat dari virus tersebut.

Anda bisa memeriksa HIV sendiri di rumah guna segera mendapat perawatan dan mencegah komplikasi serius jika memang hasilnya positif. Salah satu solusinya dengan menggunakan OneStep yang dapat memberikan hasil uji dengan cepat. Alat uji ini mudah digunakan karena hanya menggunakan 1 tetes darah dan dapat dilakukan sendiri di rumah. Tak perlu khawatir, OneStep ini juga telah lulus evaluasi reagensia HIV oleh RSCM dan mendapatkan Nomor Izin Edar dari Kementerian Kesehatan RI.

Adapun cara periksa HIV dengan menggunakan OneStep, pertama usapkan Alkohol Prep Pad pada jari yang akan diambil menjadi sampel. Kemudian, tekan Lancet sampai jari mengeluarkan titik darah dan sedot darah menggunakan Pippete Plastik. Teteskan satu tetes darah ke dalam Cassete bertuliskan S, yang diikuti dengan satu tetes Cairan Buffer ke dalam Cassete bertuliskan huruf S. OneStep dapat menjadi alat tes HIV cepat, karena hasilnya bisa didapatkan dalam 10-15 menit, dan jangan membaca hasil setelah lewat dari 20 menit.

Perlu diketahui, OneStep merupakan alat deteksi awal yang bekerja secara kualitatif dan tidak dapat digunakan untuk membuat keputusan akhir atau menggantikan hasil laboratorium. Hasil positif dengan tes ini bukan berarti pasti terinfeksi HIV namun harus ada pengujian tambahan lebih lanjut di laboratorium.