Pemerintah Provinsi Jawa Barat baru saja meluncurkan inisiatif "Imah Merenah Hirup Tumaninah". Program ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat memiliki rumah layak huni. Ini adalah kabar gembira bagi banyak keluarga di Jawa Barat yang mendambakan hunian sendiri.
Dukungan penuh datang dari bank bjb, yang menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan yang inklusif di Bumi Pasundan. Kolaborasi strategis ini menjadi kunci untuk mewujudkan mimpi memiliki rumah yang selama ini terasa sulit dijangkau.
‘Imah Merenah Hirup Tumaninah’: Solusi Nyata Hunian Layak
Peluncuran program bersejarah ini berlangsung di Sabuga ITB, Kota Bandung, pada Kamis (18/9) lalu. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari pemerintahan pusat hingga daerah, menunjukkan keseriusan dalam program ini.
Tampak hadir Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Erwan Setiawan juga turut mendampingi.
Perwakilan Kemenko Perekonomian, serta para Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat, ikut memeriahkan acara. Kehadiran mereka menunjukkan betapa seriusnya komitmen terhadap program "Imah Merenah Hirup Tumaninah" ini.
bank bjb: Mitra Strategis Wujudkan Mimpi Rumah Warga Jabar
Dari pihak bank bjb, jajaran direksi lengkap hadir, termasuk Direktur Utama Yusuf Saadudin, Direktur Korporasi dan UMKM Mulyana, serta Direktur Konsumer dan Ritel Nunung Suhartini. CEO Regional dan pemimpin cabang se-Jawa Barat juga tak ketinggalan, menandakan dukungan penuh dari seluruh lini.
Yusuf Saadudin menegaskan bahwa dukungan bank bjb terhadap "Imah Merenah Hirup Tumaninah" adalah langkah konkret. Ini merupakan upaya nyata untuk mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi seluruh lapisan masyarakat di Jawa Barat.
Sebagai bank yang berakar kuat di Jawa Barat, bank bjb memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan warganya. Mereka siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyalurkan berbagai pembiayaan, termasuk melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
"Inisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini mendapat sambutan baik dari kami," ujar Yusuf. "Lembaga perbankan regional ini siap mendukung penuh program dengan menjadi mitra strategis dalam penyaluran kredit perumahan."
"Sinergi kuat ini diharapkan dapat membantu lebih banyak masyarakat di Jawa Barat memiliki rumah impian mereka," tambahnya, menunjukkan optimisme terhadap dampak positif program.
Rekam Jejak Gemilang bank bjb dalam Pembiayaan Perumahan
Data terbaru menunjukkan realisasi FLPP secara nasional hingga 22 Agustus 2024 telah mencapai 178.060 unit rumah. Angka ini setara dengan 50,87 persen dari target nasional 350.000 unit tahun ini.
Kontribusi bank bjb, bersama bjb syariah, sangat signifikan dalam pencapaian ini. Mereka berhasil menyalurkan 5.049 unit rumah dari total alokasi 10.000 unit, atau sekitar 50,49 persen dari porsi yang ditargetkan.
Rekam jejak bank bjb dalam mendukung agenda perumahan rakyat memang tak perlu diragukan lagi. Sejak 2016 hingga pertengahan 2024, total 38.878 unit rumah FLPP telah tersalurkan melalui bank ini.
Capaian ini menempatkan bank bjb sebagai salah satu penyalur FLPP paling aktif di Indonesia. Mereka tidak hanya mendukung target nasional, tetapi juga memberikan kontribusi riil untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Yang lebih membanggakan, realisasi FLPP khusus di Jawa Barat tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional. Dari alokasi 23.000 unit, provinsi ini berhasil merealisasikan 36.546 unit rumah, melampaui target yang ditetapkan!
Pencapaian luar biasa ini menjadikan Jawa Barat sebagai motor utama program rumah subsidi. Peran penting bank bjb sebagai lembaga perbankan regional sangat krusial dalam mendorong realisasi tersebut.
Bukan Sekadar Subsidi: Ini Keunggulan Program ‘Imah Merenah’
Program ‘Imah Merenah Hirup Tumaninah’ tidak hanya menawarkan skema pembiayaan rumah dengan bunga terjangkau. Ia juga memperluas akses melalui Kredit Program Perumahan (KPP) yang inovatif.
Fasilitas KPP ini ditujukan khusus bagi para pelaku usaha di bidang properti dan pembangunan. Mulai dari developer, toko bangunan, hingga pengusaha lainnya, semua bisa mendapatkan kemudahan untuk mendukung ekosistem perumahan.
Melalui program FLPP, masyarakat bisa menikmati berbagai keunggulan menarik yang meringankan beban. Di antaranya, uang muka hanya 1 persen dan bunga tetap 5 persen selama 20 tahun, memberikan kepastian cicilan.
Tak hanya itu, pembeli juga dibebaskan dari PPN, PBG, dan BPHTB. Skema ini dirancang inklusif agar semakin banyak masyarakat dapat menjangkau rumah subsidi impian mereka tanpa terbebani biaya tambahan.
Dampak Luas Program: Lebih dari Sekadar Rumah, Bangun Ekonomi & Kesejahteraan
Partisipasi aktif dalam program ini menjadi bukti nyata semangat kolaborasi yang kuat. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan asosiasi pengembang bersinergi demi satu tujuan mulia.
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem perumahan yang berkelanjutan dan sehat. Baik dari sisi penyediaan rumah yang memadai maupun dampak ekonomi yang ditimbulkannya secara luas.
Dampak berganda dari program perumahan sangatlah signifikan bagi perekonomian daerah. Selain memberikan kesempatan masyarakat memiliki rumah, sektor konstruksi juga ikut bergerak aktif.
Lapangan kerja baru terbuka lebar di berbagai bidang, dan industri pendukung lainnya ikut berkembang pesat. Efek domino positif ini sangat penting untuk menjaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Lebih dari sekadar penyedia pembiayaan, hunian layak dipandang sebagai fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Rumah yang aman dan nyaman akan menciptakan rasa aman dan stabilitas keluarga.
Ini juga akan meningkatkan produktivitas penghuninya, serta memperkuat daya saing keluarga di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Rumah adalah awal dari segala kemajuan.
Sinergi Kuat untuk Masa Depan Hunian Jawa Barat
Program ‘Imah Merenah Hirup Tumaninah’ sangat sejalan dengan agenda pembangunan Jawa Barat. Provinsi ini selalu mengedepankan kesejahteraan sosial sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakannya.
Dengan dukungan penuh dari bank bjb, akses masyarakat Jawa Barat terhadap rumah layak kian nyata. Ini menjadikan perumahan sebagai instrumen penting dalam pemerataan sosial dan peningkatan kualitas hidup.
Sinergi yang telah terjalin akan terus diperkuat di masa mendatang. Baik dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi pengembang, maupun lembaga-lembaga lainnya untuk mencapai target yang lebih besar.
Ke depan, komitmen bank bjb untuk memperluas kontribusi dalam mendukung pencapaian target pembangunan perumahan nasional tetap terjaga. Mereka siap menjadi motor penggerak utama.
Dengan pengalaman panjang, kinerja nyata, dan dukungan pemerintah, bank bjb siap memastikan masyarakat Jawa Barat semakin mudah memiliki hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan. Ini adalah janji untuk masa depan yang lebih baik.


















