Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

The Ning King Berpulang: Kisah Inspiratif Pendiri Alam Sutera, dari Tekstil hingga Raksasa Properti

the ning king berpulang kisah inspiratif pendiri alam sutera dari tekstil hingga raksasa properti portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Dunia bisnis Indonesia kembali berduka. The Ning King, sosok konglomerat visioner di balik gemerlapnya kawasan Alam Sutera, telah menghembuskan napas terakhirnya pada usia 93 tahun. Pendiri raksasa properti yang juga dikenal sebagai taipan multisektor ini wafat pada Minggu, 2 November 2025.

Kabar Duka dari Alam Sutera

banner 325x300

Berita duka cita ini pertama kali disampaikan melalui akun media sosial resmi Alam Sutera. Manajemen Alam Sutera Group juga telah mengonfirmasi kepergian sang pendiri, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Ucapan belasungkawa mengalir deras, mengenang dedikasi dan warisan yang ditinggalkan The Ning King.

"Segenap keluarga besar Alam Sutera Group menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Kiranya damai dan terang Kasih Kristus senantiasa menyertai dan memberi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan," demikian bunyi pernyataan resmi dari akun Instagram @alam_sutera_realty. Kepergiannya meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam peta pembangunan dan perekonomian nasional.

Jejak Awal Sang Visioner: Dari Bandung ke Puncak Bisnis

The Ning King lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 20 April 1931. Nama "The" yang melekat padanya bukanlah penanda gelar kebangsawanan atau keturunan kerajaan, melainkan nama keluarga yang telah lama dikenal. Sejak usia muda, ia menunjukkan bakat dan naluri bisnis yang kuat, membentuk dasar bagi kerajaan bisnis yang akan ia bangun di kemudian hari.

Perjalanan The Ning King di dunia bisnis dimulai sejak tahun 1949, di tengah gejolak pasca-kemerdekaan Indonesia. Dengan semangat juang dan visi yang tajam, ia mulai membangun fondasi usahanya dari nol. Kisah hidupnya adalah cerminan dari kegigihan seorang pebisnis yang mampu melihat peluang di tengah tantangan, mengubahnya menjadi kesuksesan yang luar biasa.

Kerajaan Bisnis Multisektor The Ning King

The Ning King dikenal sebagai pebisnis ulung dengan minat yang sangat beragam, menjadikannya salah satu konglomerat paling berpengaruh di Indonesia. Kerajaan bisnisnya tidak hanya berfokus pada satu sektor, melainkan merambah berbagai bidang vital yang menopang perekonomian negara. Dari tekstil hingga pertambangan, jejak bisnisnya tersebar luas.

Agro Manunggal Group, cikal bakal konglomerasi ini, bermula dari sebuah perusahaan perdagangan tekstil sederhana. Namun, di bawah kepemimpinan The Ning King, perusahaan ini berevolusi menjadi sebuah konglomerasi raksasa. Minat bisnisnya meliputi tekstil, baja, unggas, properti, pertambangan, energi, perpipaan PVC, asuransi, hingga perkebunan.

Agro Manunggal Group: Fondasi Awal Kejayaan

Transformasi Agro Manunggal Group dari perusahaan tekstil kecil menjadi konglomerasi multisektor adalah bukti nyata dari kejelian The Ning King dalam berbisnis. Ia tidak hanya mengembangkan usaha yang sudah ada, tetapi juga berani merambah sektor-sektor baru yang menjanjikan. Ini menunjukkan kemampuannya dalam diversifikasi dan adaptasi terhadap dinamika pasar.

Salah satu pilar utama dari Agro Manunggal Group adalah produsen tekstil PT Agro Pantes. Perusahaan ini mencatat sejarah penting sebagai perusahaan tekstil pertama yang berhasil tercatat di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 7 Januari 1991. Pencapaian ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi grup usahanya tetapi juga bagi perkembangan pasar modal Indonesia.

Saat ini, grup usaha milik The Ning King telah menjadi salah satu penyedia lapangan kerja terbesar di Indonesia. Dengan lebih dari 80 pabrik dan bisnis yang tersebar di berbagai wilayah, grup ini mempekerjakan sekitar 22 ribu orang. Pendapatan tahunan grup ini pun tidak main-main, mencapai lebih dari US$1,2 miliar per tahun, menunjukkan skala operasional yang masif dan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional.

Alam Sutera: Mahakarya Properti yang Mengubah Lanskap

Di antara berbagai lini bisnisnya, PT Alam Sutera Realty Tbk mungkin adalah mahakarya The Ning King yang paling dikenal publik. Perusahaan properti ini didirikan oleh keluarga The Ning King pada tahun 1993, dengan visi untuk menciptakan kawasan hunian dan komersial terpadu yang modern dan berkelanjutan. Alam Sutera tidak hanya membangun rumah, tetapi juga sebuah gaya hidup.

Di bawah kepemimpinan dan arahan The Ning King, Alam Sutera berkembang pesat menjadi salah satu raksasa properti terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini tidak hanya fokus pada pengembangan hunian, tetapi juga mengelola kawasan komersial, kawasan industri, pusat perbelanjaan, pusat rekreasi, hingga perhotelan. Konsep kota mandiri yang diusungnya berhasil menarik perhatian banyak masyarakat dan investor.

Pengelolaan Alam Sutera yang terintegrasi dan berorientasi pada kualitas telah menjadikannya ikon pengembangan properti modern. Dari sebuah lahan kosong, The Ning King berhasil menyulapnya menjadi sebuah kota mandiri yang lengkap dengan berbagai fasilitas. Ini adalah bukti nyata dari visi jangka panjang dan kemampuan eksekusi yang luar biasa dari sang taipan.

Masuk Daftar Orang Terkaya Forbes: Kekayaan dan Pengaruhnya

Kiprah The Ning King di dunia bisnis tidak luput dari perhatian global. Majalah Forbes pernah mencatat kekayaan bersihnya mencapai US$450 juta, atau setara dengan sekitar Rp7,4 triliun. Angka fantastis ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu individu terkaya di Indonesia. Pada tahun 2017, namanya bahkan masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Pencapaian ini bukan hanya sekadar angka, melainkan cerminan dari kerja keras, inovasi, dan keberanian The Ning King dalam mengambil risiko bisnis. Kekayaannya adalah hasil dari puluhan tahun dedikasi dalam membangun dan mengembangkan berbagai usaha, menciptakan nilai tambah bagi perekonomian, dan membuka lapangan kerja bagi ribuan orang.

Warisan Abadi The Ning King

Kepergian The Ning King meninggalkan duka mendalam, namun warisan yang ia tinggalkan akan terus hidup dan berkembang. Lebih dari sekadar kekayaan materi, ia mewariskan sebuah etos kerja, semangat kewirausahaan, dan visi untuk membangun Indonesia yang lebih maju. Alam Sutera, Agro Manunggal Group, dan berbagai perusahaan lainnya adalah monumen nyata dari kejeniusan bisnisnya.

The Ning King adalah sosok yang berhasil membuktikan bahwa dengan ketekunan dan visi yang kuat, segala sesuatu bisa dicapai. Ia adalah inspirasi bagi banyak generasi pebisnis di Indonesia, menunjukkan bahwa dari sebuah awal yang sederhana, seseorang bisa membangun kerajaan bisnis yang megah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Selamat jalan, The Ning King. Warisanmu akan selalu kami kenang.

banner 325x300