Standard Chartered Indonesia, melalui CEO-nya Donny Donosepoetro OBE, menegaskan komitmen kuatnya terhadap inovasi digital. Fokus utamanya? Tentu saja segmen korporasi dan perbankan transaksi. Ini bukan sekadar janji manis, melainkan sebuah visi nyata untuk mengubah cara perusahaan mengelola keuangan mereka di era serba cepat ini.
Donny Donosepoetro, yang berbicara di sela-sela Indonesia Treasury Leadership Forum 2025 di Hotel Mulia Jakarta, Selasa (22/10), menjelaskan bahwa Standard Chartered telah menyiapkan berbagai terobosan. Mereka tidak hanya berbicara tentang masa depan, tetapi sudah mewujudkannya sekarang. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan klien korporasi mendapatkan layanan terbaik dan paling efisien.
Standard Chartered: Bukan Sekadar Bank, Tapi Pionir Digital
Di tengah hiruk pikuk transformasi digital, Standard Chartered Indonesia tampil sebagai pemimpin. Mereka memahami betul bahwa kebutuhan perusahaan modern jauh lebih kompleks dari sekadar transaksi dasar. Perusahaan membutuhkan solusi yang terintegrasi, cepat, dan aman untuk mengelola likuiditas dan kebutuhan finansial lainnya.
Komitmen ini bukan tanpa alasan. Dunia bisnis terus bergerak, dan bank harus mampu beradaptasi, bahkan memimpin perubahan. Dengan inovasi digital, Standard Chartered ingin memastikan bahwa klien korporasi mereka selalu selangkah lebih maju, siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di pasar global.
Portal "Corporate Treasurer": Solusi Satu Pintu untuk Keuangan Perusahaan
Salah satu inovasi andalan Standard Chartered adalah portal "corporate treasurer" yang komprehensif. Bayangkan sebuah "one-stop shop" digital yang dirancang khusus untuk para bendahara perusahaan. Portal ini memungkinkan mereka mengelola seluruh kebutuhan finansial dan likuiditas dengan mudah, dari satu tempat saja.
Donny menjelaskan, portal ini bukan sekadar alat, melainkan sebuah ekosistem. Ini dirancang untuk menyederhanakan proses yang sebelumnya rumit dan memakan waktu. Mulai dari pelacakan dana, pengelolaan kas, hingga kebutuhan likuiditas, semuanya bisa diakses dan dikendalikan secara online. Efisiensi operasional pun meningkat drastis.
API dan AI: Senjata Rahasia Standard Chartered di Era Digital
Standard Chartered tidak berhenti di portal saja. Mereka juga menyediakan 386 Application Programming Interface (API) yang siap digunakan. Bagi yang belum familiar, API adalah jembatan digital yang memungkinkan sistem berbeda untuk "berbicara" satu sama lain. Dengan API ini, bendahara perusahaan bisa mengintegrasikan sistem mereka sendiri dengan layanan bank secara mulus.
Fleksibilitas ini membuka banyak kemungkinan. Mau melakukan digital cash pooling untuk mengoptimalkan dana, swaps untuk mengelola risiko mata uang, atau sweeping antar rekening? Semuanya bisa dilakukan dengan konektivitas API yang lancar. Ini adalah game changer yang memberikan kontrol penuh kepada perusahaan atas transaksi mereka.
Selain API, Standard Chartered juga berinvestasi besar pada insight berbasis Artificial Intelligence (AI). Teknologi AI memungkinkan bank untuk menganalisis data keuangan dalam jumlah besar, mengidentifikasi pola, dan memberikan rekomendasi cerdas. Ini membantu perusahaan membuat keputusan finansial yang lebih tepat dan proaktif.
Sejarah Panjang, Visi Modern: Standard Chartered Dukung Ekonomi Indonesia
Standard Chartered bukan pemain baru di Indonesia. Donny Donosepoetro dengan bangga menyebutkan bahwa mereka adalah salah satu bank tertua di Tanah Air, dengan sejarah lebih dari 162 tahun. Selama itu, Standard Chartered telah menjadi saksi dan pendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta integrasinya dalam arus perdagangan dan investasi global.
Sejarah panjang ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga fondasi kuat untuk masa depan. Kepercayaan yang dibangun selama berabad-abad kini diterjemahkan ke dalam visi modern. Standard Chartered terus berada di garis depan dalam membentuk masa depan inovasi perbankan dan treasury digital di Indonesia. Mereka juga dipercaya sebagai penasihat pemerintah terkait peringkat investasi nasional, menunjukkan peran strategis mereka dalam ekosistem ekonomi.
Adopsi Digital yang Mengagumkan: Bukti Nyata Keberhasilan
Angka berbicara lebih keras dari kata-kata. Standard Chartered Indonesia sangat bangga dengan tingkat adopsi digital yang luar biasa di kalangan klien korporasinya. Sebanyak 99,8 persen klien korporasi telah menggunakan platform digital perusahaan untuk penyelesaian transaksi harian mereka. Ini menunjukkan betapa efektif dan mudahnya penggunaan solusi digital yang ditawarkan.
Tidak hanya itu, sekitar 86 persen klien kini memanfaatkan solusi digital untuk transaksi yang sebelumnya sangat manual dan memakan waktu, seperti garansi bank, letter of credit (LC), dan penarikan pinjaman. Transformasi ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mengurangi risiko kesalahan manusia dan meningkatkan transparansi. Ini adalah bukti nyata bahwa inovasi digital Standard Chartered benar-benar memberikan nilai tambah yang signifikan bagi bisnis.
Kolaborasi dan Lokalisasi: Kunci Inovasi Berkelanjutan
Standard Chartered memahami bahwa inovasi tidak bisa dilakukan sendiri. Oleh karena itu, mereka aktif berkolaborasi dengan mitra fintech dan klien mereka. Tujuannya adalah untuk melokalisasi inovasi sesuai dengan konteks pasar dan budaya Indonesia. Ini memastikan bahwa solusi yang dikembangkan relevan dan mudah diterima oleh pengguna lokal.
Namun, lokalisasi tidak berarti mengorbankan standar global. Standard Chartered tetap memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku dan keselarasan dengan praktik terbaik global. Pendekatan ini memungkinkan mereka untuk menghadirkan solusi yang inovatif, aman, dan sesuai dengan kebutuhan unik pasar Indonesia, sekaligus mempertahankan reputasi sebagai bank internasional terkemuka. Dengan terus berinvestasi pada platform API, insight berbasis AI, solusi perdagangan digital, dan konektivitas pembayaran instan, Standard Chartered siap membantu perusahaan mengelola likuiditas, pembayaran, dan penerimaan dana dengan mulus di berbagai zona waktu, mata uang, dan wilayah. Ini adalah masa depan perbankan korporasi yang sudah ada di depan mata.


















