PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai Subholding Gas Pertamina, kembali menunjukkan performa gemilang di tengah dinamika pasar energi yang penuh tantangan. Perusahaan ini berhasil mencatatkan peningkatan kinerja signifikan sepanjang Triwulan III 2025, membuktikan ketahanan dan strategi bisnis yang solid. Laporan Konsolidasian Perseroan menjadi bukti nyata dari keberhasilan PGN dalam menjaga stabilitas operasional dan memperkuat fundamental bisnisnya.
Tantangan di sektor energi, mulai dari fluktuasi harga komoditas hingga isu geopolitik global, tidak menyurutkan langkah PGN. Justru, perusahaan ini mampu beradaptasi dan menerapkan langkah mitigasi risiko secara menyeluruh. Ini adalah fondasi penting yang memungkinkan PGN tetap kokoh dan adaptif dalam menghadapi berbagai gejolak ekonomi dan industri.
Kinerja Moncer di Tengah Badai Tantangan
Fajriyah Usman, Corporate Secretary PGN, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari upaya menjaga kesinambungan pasokan energi. PGN secara aktif mengoptimalkan portofolio gas bumi dan LNG, didukung koordinasi intensif dengan pemerintah serta pemangku kepentingan strategis lainnya. Langkah ini krusial untuk memastikan pasokan energi yang andal bagi seluruh pelanggan.
"Menjaga keandalan pasokan gas bumi bagi pelanggan merupakan prioritas utama PGN," tegas Fajriyah. Ia menambahkan bahwa pengelolaan volume gas dilakukan secara adaptif, diselaraskan dengan kebutuhan pasar yang dinamis. Kolaborasi lintas sektor juga diperkuat untuk memastikan ketersediaan pasokan tambahan dan keberlanjutan layanan energi bagi seluruh pelanggan di Indonesia.
Strategi Jitu PGN Jaga Pasokan dan Keuangan
Selain fokus pada pasokan, PGN juga menerapkan disiplin ketat dalam pengelolaan keuangan dan efisiensi biaya. Langkah ini menjadi bagian integral dari strategi mitigasi risiko, sekaligus memperkuat struktur modal perusahaan agar lebih resilient. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, efisiensi adalah kunci untuk bertahan dan terus berkembang.
"Kami menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio bisnis," jelas Fajriyah. Ini termasuk langkah selektif dalam memilih dan mengimplementasikan proyek-proyek prioritas yang memiliki nilai tambah tinggi. Strategi ini sangat penting untuk membangun ketahanan korporasi dalam menghadapi berbagai dinamika industri dan bisnis di masa depan.
Angka-Angka Bicara: Pendapatan dan Laba Melonjak
Hingga 30 September 2025, PGN mencatat performa finansial yang sangat impresif. Pendapatan perseroan mencapai USD 2,9 miliar, melonjak sekitar 3,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan pertumbuhan yang solid dan kemampuan PGN dalam meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.
Laba operasi PGN tercatat sebesar USD 383,1 juta, sementara EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) mencapai USD 728,7 juta. Yang paling menarik, laba bersih perusahaan berhasil menembus angka USD 237,9 juta. Ini adalah bukti nyata efektivitas strategi PGN dalam mengelola operasional dan keuangan secara cermat.
Investasi juga tetap menjadi fokus PGN untuk pertumbuhan jangka panjang. Realisasi belanja modal (CAPEX) mencapai USD 173,9 juta, dialokasikan secara terukur untuk proyek-proyek strategis. Penanaman modal ini penting untuk memperluas jangkauan layanan dan kapasitas infrastruktur di masa mendatang, mendukung visi PGN sebagai penyedia energi terkemuka.
Ekspansi Operasional dan Pelanggan Baru Terus Bertumbuh
Kinerja operasional PGN sepanjang Triwulan III 2025 juga menunjukkan tren positif di hampir semua segmen bisnis. Volume penjualan niaga gas bumi mencapai 833,0 BBTUD (Billion British Thermal Unit per Day), menandakan tingginya permintaan dari berbagai sektor industri dan komersial. Sementara itu, volume transmisi gas bumi tercatat 1.622,3 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day), menunjukkan efisiensi jaringan distribusi PGN yang luas.
Transportasi minyak juga tidak kalah impresif, mencapai 173.801,2 BOEPD (Barrels of Oil Equivalent per Day). Dari anak perusahaan dan afiliasi, PGN berhasil mencatat lifting minyak dan gas sebesar 16.892,4 BOEPD. Ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam ekosistem bisnis PGN, dari hulu hingga hilir.
Segmen regasifikasi LNG juga menunjukkan kinerja apik dengan 254,4 BBTUD, serta pemrosesan LPG sebesar 119,2 metrik ton per hari. Bahkan, di pasar regional, PGN berhasil mengirim lima kargo LNG atau setara 56,3 BBTUD melalui segmen LNG Trading Internasional hingga September 2025. Ini membuktikan kapabilitas PGN dalam bersaing di pasar global dan memperluas jangkauan bisnisnya.
Pertumbuhan basis pelanggan PGN juga patut diacungi jempol. Total pelanggan kini mencapai 823.266, dengan penambahan lebih dari 6.600 pelanggan baru sepanjang tahun ini. Mayoritas pelanggan baru ini berasal dari sektor rumah tangga dan pelanggan kecil, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pemanfaatan gas bumi sebagai energi bersih dan efisien.
Komitmen PGN pada Keberlanjutan dan Keamanan
PGN tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada peran strategisnya dalam mendukung transisi energi nasional. Pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi secara nasional menjadi prioritas utama. Ini adalah langkah konkret PGN dalam mewujudkan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan untuk Indonesia, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang lebih polutif.
Aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) juga menjadi perhatian serius PGN. Implementasi HSSE yang ketat dan disiplin memastikan layanan gas bumi ke pelanggan berlangsung andal dan aman di setiap lini operasional. Hingga 30 September 2025, catatan HSSE PGN menunjukkan pencapaian positif, dengan nihilnya kecelakaan kerja yang tercatat. Ini adalah bukti komitmen PGN terhadap keselamatan para pekerja dan lingkungan.
Selain itu, PGN juga konsisten pada aspek keberlanjutan dengan realisasi dekarbonisasi sebesar 28.387 tCO2eq hingga akhir September 2025. Upaya ini terutama dikontribusikan dari efisiensi energi melalui penggunaan gas fuel pada generator. PGN membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis yang kuat bisa sejalan dengan tanggung jawab lingkungan dan upaya mitigasi perubahan iklim.
Fajriyah Usman optimis, dengan strategi mitigasi risiko yang matang, efisiensi berkelanjutan, dan fokus pada proyek bernilai tambah tinggi, PGN akan semakin solid. Hal ini akan menjaga stabilitas operasional menuju pertumbuhan yang berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan. PGN siap menjadi pilar utama energi Indonesia di masa depan.
Dukungan Penuh dari Pertamina untuk Energi Nasional
Vice President Corporate Communications PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, turut mengapresiasi kinerja cemerlang PGN. Pertamina terus mendorong subholding dan anak usahanya untuk memperkuat kinerja operasional dan keuangan secara berkelanjutan. Sinergi ini penting untuk mencapai tujuan energi nasional yang lebih besar.
"Meningkatnya kinerja Subholding Gas akan berkontribusi bagi kinerja Perseroan dalam melayani kebutuhan gas nasional yang menjadi energi prioritas di era transisi energi," pungkas Fadjar. Ini menegaskan posisi strategis PGN dalam visi besar Pertamina untuk masa depan energi Indonesia yang lebih hijau, mandiri, dan berkelanjutan.


















