Memasuki penghujung tahun, masyarakat Indonesia bersiap menyambut liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Di tengah lonjakan aktivitas ini, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk memastikan pasokan energi tetap aman dan lancar di seluruh pelosok negeri. Kesiapan ini diwujudkan melalui Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Satgas Nataru) yang telah dibentuk.
Terminal BBM Rewulu: Jantung Distribusi Energi di Jawa Tengah dan DIY
Salah satu titik krusial dalam menjaga pasokan energi nasional adalah Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Rewulu di Yogyakarta. Fasilitas ini memegang peran sangat penting sebagai tulang punggung distribusi bahan bakar dan LPG untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Keandalan operasionalnya menjadi kunci utama.
Pertamina secara konsisten memastikan seluruh fasilitas dan infrastruktur di TBBM Rewulu berada dalam kondisi prima. Tak hanya itu, kesiapan stok pasokan energi dan aspek keamanan serta keselamatan operasional selalu menjadi prioritas utama. Ini adalah upaya nyata Pertamina untuk menjamin kelancaran distribusi.
Kunjungan Wadirut Pertamina: Memastikan Kesiapan di Lapangan
Untuk memastikan kesiapan tersebut, Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, melakukan peninjauan langsung ke TBBM Rewulu pada Kamis (27/11). Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi kesiapan stok BBM dan LPG menjelang masa tugas Satgas Nataru yang akan datang.
"Kita sudah mulai melakukan pengecekan pada hari Kamis, ke TBBM Rewulu, dan dalam kondisi stok yang aman," ujar Oki di sela-sela peninjauan. Pernyataan ini tentu memberikan rasa lega bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan atau merayakan liburan.
Jangkauan Distribusi Luas: Menopang Mobilitas Jutaan Orang
TBBM Rewulu memiliki jangkauan distribusi yang sangat luas, menjadikannya pilar penting dalam mobilitas dan perekonomian regional. Terminal ini bertanggung jawab mendistribusikan Avtur atau bahan bakar pesawat terbang ke beberapa bandara vital. Bandara-bandara tersebut meliputi Yogyakarta International Airport, Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Sumarmo Solo, serta Bandara Tunggul Wulung Cilacap.
Selain Avtur, TBBM Rewulu juga menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke 1.070 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar luas. Tak hanya itu, 1.338 Pertashop dan 36 SPBU Nelayan juga menjadi bagian dari jaringan distribusi yang dilayani. Ini menunjukkan komitmen Pertamina untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil dan sektor perikanan.
Untuk Liquefied Petroleum Gas (LPG), TBBM Rewulu menyalurkannya ke masyarakat melalui 1.009 agen dan lebih dari 64 ribu pangkalan LPG. Jaringan distribusi yang masif ini memastikan kebutuhan energi rumah tangga tetap terpenuhi, terutama saat permintaan meningkat drastis menjelang akhir tahun.
Geliat Peningkatan Konsumsi: Tanda Ekonomi Bergerak
Pertamina telah merasakan adanya peningkatan aktivitas masyarakat jelang akhir tahun, yang secara langsung berdampak pada konsumsi energi. Tercatat, konsumsi Bahan Bakar Non Subsidi seperti Pertamax Series dan Pertamina Dex pada bulan November 2025 menunjukkan kenaikan signifikan. Rata-rata peningkatannya mencapai 25 persen dibandingkan dengan rerata harian konsumsi pada November 2024.
Peningkatan ini menjadi indikator positif bahwa roda perekonomian dan mobilitas masyarakat mulai bergerak lebih aktif. Data ini juga menjadi acuan bagi Pertamina untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang lebih tinggi lagi selama periode puncak liburan Nataru.
Prioritas Utama: Keamanan dan Keselamatan Operasional (HSSE)
Dalam kunjungan tersebut, Oki Muraza secara khusus menekankan optimalisasi aspek operasional, terutama di wilayah Jawa Tengah dan DIY yang merupakan destinasi liburan terpopuler. Ia mengingatkan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Seluruh fasilitas terminal dan unit operasi diharapkan memperkuat standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Selain itu, penting juga untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap asset integrity demi mencegah potensi gangguan maupun risiko kehilangan yang dapat menghambat distribusi energi.
Pesan untuk Perwira Pertamina: Pelayanan Terbaik untuk Bangsa
Melalui kunjungan dan penekanan pada aspek keselamatan, Oki berharap dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, utamanya saat masa libur Nataru 2026 di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Ini adalah wujud nyata dari tanggung jawab sosial Pertamina.
"Kepada seluruh Perwira, mari melakukan upaya terbaik untuk menjaga stok, kualitas, dan keamanan energi selama masa Nataru. Semoga seluruh ikhtiar ini memudahkan kita dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tuturnya, memberikan semangat kepada seluruh tim yang bertugas.
Satgas Nataru: Siaga Penuh 24 Jam
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa Satgas Nataru akan aktif beroperasi pada periode 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026. Selama masa Satgas ini, seluruh jajaran Komisaris dan Direksi Pertamina akan rutin melaksanakan pemantauan di seluruh sarana dan fasilitas pendukung. Ini menunjukkan keseriusan manajemen dalam mengawal distribusi energi.
"Melalui Satgas Nataru, Pertamina Group memastikan komitmen kami dalam melayani masyarakat sepenuh hati. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi dengan bijak. Kami siap 24 jam untuk menjaga distribusi energi berjalan lancar," kata Baron. Pesan ini sekaligus mengajak masyarakat untuk turut serta dalam menjaga ketersediaan energi.
Pertamina dan seluruh Subholding, mulai dari hulu hingga hilir migas, beserta Anak Usaha jasa penunjang, menegaskan komitmen mereka. Mereka akan terus berupaya maksimal untuk menjaga dan mengupayakan pasokan energi ke seluruh wilayah Indonesia selama periode akhir tahun 2025. Dengan persiapan matang ini, Pertamina berharap masyarakat dapat menikmati liburan Nataru dengan tenang dan nyaman, tanpa khawatir akan ketersediaan energi.


















