Tak semua perjalanan menuju puncak berjalan mulus, bahkan bagi seorang ilmuwan sekalipun. Kisah Murali Divi, pendiri sekaligus direktur pelaksana Divi’s Laboratories (Divi’s Labs), adalah bukti nyata. Perusahaan yang berbasis di Hyderabad, India ini, kini menjadi raksasa produsen bahan baku obat dan suplemen global.
Namun, siapa sangka, di masa sekolah menengahnya, Murali Divi pernah dua kali gagal dalam ujian nasional. Kini, ia tak hanya menyandang gelar doktor di bidang farmasi, tetapi juga dinobatkan sebagai ilmuwan terkaya di India.
Masa Lalu Penuh Rintangan: Gagal Ujian Dua Kali
Murali Krishna Prasad Divi lahir pada 17 Maret 1951, di sebuah desa sederhana di Andhra Pradesh, negara bagian di India selatan. Ayahnya hanyalah seorang pegawai negeri yang harus menghidupi istri dan 12 anaknya dengan uang pensiun bulanan sebesar 10 ribu rupee India. Latar belakang ini membentuknya menjadi pribadi yang tangguh.
Kegagalan dalam ujian SMA bisa menjadi pukulan telak bagi banyak orang. Namun, bagi Divi, pengalaman pahit itu justru menjadi cambuk motivasi. Ia tak menyerah, malah semakin terpacu untuk belajar lebih keras demi bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Titik Balik dan Panggilan Hidup di Dunia Farmasi
Titik krusial dalam hidupnya tiba saat ia menempuh pendidikan di Manipal Academy of Higher Education. Di sinilah ia menemukan panggilan jiwanya, yakni menekuni sektor farmasi. Sebuah bidang yang kelak akan mengubah nasibnya dan banyak orang.
Perjalanan akademiknya berlanjut hingga ia berhasil meraih gelar doktor dalam ilmu farmasi dari Universitas Kakatiya. Pada pertengahan tahun 1970-an, Murali Divi lulus dengan nilai tertinggi di kelasnya, sebuah pencapaian yang kontras dengan kegagalan di masa remajanya. Ini menunjukkan bahwa ketekunan dan semangat belajar bisa mengalahkan segala rintangan.
Merantau ke Amerika, Kembali untuk Membangun Negeri
Setelah lulus, Divi memutuskan untuk merantau ke Amerika Serikat pada tahun 1976, membawa serta istri dan anaknya. Di Negeri Paman Sam, ia memulai karier sebagai apoteker, bekerja di beberapa perusahaan farmasi. Pengalamannya ini memberinya penghasilan yang cukup menjanjikan, mencapai US$65 ribu per tahun.
Selama hampir satu dekade di AS, ia memperoleh wawasan berharga tentang seluk-beluk industri farmasi global. Pengetahuan ini kelak menjadi fondasi kuat bagi usaha-usaha besarnya di masa depan. Namun, di tengah kesuksesan finansial, sebuah pertanyaan tiba-tiba muncul di benaknya: "Apa yang sedang kulakukan di sini, begitu jauh dari keluarga?"
Pada tahun 1984, Divi memutuskan untuk pulang kampung ke India. Ia bergabung dengan perusahaan farmasi yang sedang berkembang pesat, Dr. Reddy’s Labs. Keputusan ini menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi di tanah kelahirannya.
Lahirnya Divi’s Laboratories: Fokus pada Hulu Industri Farmasi
Masa kerjanya di Dr. Reddy’s Labs hanya berlangsung selama enam tahun. Perbedaan pandangan dan visi membuatnya memutuskan untuk membangun bisnisnya sendiri. Pada tahun 1990, lahirlah Divi’s Laboratories, sebuah perusahaan riset obat yang kelak menjadi raksasa global.
Awalnya, Divi’s Labs berfokus pada pengembangan proses komersial untuk pembuatan Bahan Aktif Obat (API), komponen utama dalam setiap formulasi obat-obatan. Ini adalah langkah strategis yang membedakannya dari banyak perusahaan farmasi lain. Pabrik pertama mereka dibangun pada tahun 1995 di Choutuppal, Telangana, diikuti pabrik kedua pada tahun 2002 di dekat Visakhapatnam.
Seiring dengan perkembangan bisnis inti, Divi’s Labs juga merambah sektor nutrasetikal atau suplemen melalui anak perusahaannya, Divi’s Nutraceuticals. Diversifikasi ini memperkuat posisi mereka di pasar kesehatan global. Pada tahun 2003, Divi’s Labs resmi melantai di bursa saham, menandai babak baru dalam perjalanan perusahaan.
Strategi Bisnis Unik: Bebas Utang dan Mendunia
Salah satu hal yang paling menonjol dari Divi’s Labs adalah strategi keuangan konservatifnya. Perusahaan ini merupakan salah satu dari sedikit perusahaan farmasi di dunia yang sepenuhnya bebas utang. Ini menunjukkan kehati-hatian dan visi jangka panjang Murali Divi dalam mengelola bisnisnya.
Berbeda dengan kebanyakan perusahaan farmasi India yang menggarap sektor bahan baku sekaligus memproduksi obat-obatan jadi, Divi’s Labs memilih fokus di hulu. Mereka hanya berbisnis di bahan baku obat (API) dan suplemen. Model bisnis ini memungkinkan mereka menjadi spesialis dan pemimpin pasar di segmen tersebut.
Perusahaan juga melayani pembuatan produk khusus yang dipesan oleh perusahaan farmasi besar maupun produsen suplemen terkemuka di dunia. Divi’s Labs kini telah memasok bahan baku farmasi ke lebih dari 100 negara, baik negara maju maupun berkembang. Pendapatan bisnis per tahun ditaksir tembus US$1 miliar, dengan 90 persen di antaranya disumbang oleh ekspor. Ini membuktikan jangkauan global dan dominasi mereka di pasar.
Dari Desa Sederhana Menjadi Miliarder Rendah Hati
Mayoritas kekayaan Murali Divi berasal dari kepemilikan sahamnya di Divi’s Labs. Apoteker ulung ini menguasai sekitar 52 persen saham perusahaan, baik secara langsung maupun melalui Divi’s Biotech, sebuah entitas tertutup miliknya. Menurut laporan keuangan perusahaan pada tahun 2024, kekayaan bersihnya mencapai US$10,7 miliar, atau setara dengan Rp178 triliun (asumsi kurs Rp16.685 per dolar AS).
Nilai harta ini menempatkan Divi sebagai orang terkaya ke-25 di India dan peringkat 323 di dunia. Sebuah pencapaian luar biasa bagi seseorang yang memulai dari latar belakang sangat sederhana dan pernah gagal dalam ujian nasional. Meskipun kini menjadi seorang taipan, Murali Divi dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Kehidupan pribadi maupun keluarganya jarang diumbar ke publik.
Namun, berdasarkan testimoni para karyawan Divi’s Labs, ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan mudah didekati. Kisah Murali Divi adalah inspirasi nyata bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk melompat lebih tinggi. Dengan ketekunan, visi, dan kerja keras, impian terbesar sekalipun bisa diwujudkan.


















