Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengusulkan dua proyek mega ke pemerintah pusat: revitalisasi kawasan Kota Tua dan pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe A berstandar internasional di lahan Sumber Waras, Jakarta Barat. Kedua proyek ini diajukan untuk ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Langkah ini diharapkan dapat mempercepat dan mengefisienkan proses pembangunan yang akan membawa dampak besar bagi ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan langsung usulan ini usai bertemu dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Senin (10/11). Pertemuan ini menjadi penanda keseriusan Pemprov DKI dalam mewujudkan visi pembangunan Jakarta yang lebih modern dan berdaya saing global.
Mengejar Status PSN: Akselerasi Pembangunan Jakarta
Usulan agar Kota Tua dan RS Sumber Waras menjadi PSN bukan tanpa alasan. Status PSN akan memberikan banyak kemudahan, mulai dari percepatan perizinan, alokasi pendanaan, hingga koordinasi lintas lembaga yang lebih terpadu. Ini adalah kunci untuk memastikan proyek-proyek besar dapat berjalan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
Pramono Anung menegaskan bahwa tujuan utama pengajuan ini adalah untuk kepentingan bersama, baik bagi warga Jakarta maupun Indonesia secara keseluruhan. Ia optimis pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh, mengingat potensi besar yang dimiliki kedua proyek ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Transformasi Kota Tua: Destinasi Wisata Kelas Dunia
Kawasan Kota Tua, yang kaya akan sejarah dan budaya, telah lama menjadi ikon Jakarta. Dengan revitalisasi yang diusulkan, Pemprov DKI Jakarta bertekad mengubahnya menjadi destinasi wisata kelas dunia yang modern namun tetap mempertahankan pesona historisnya. Ini bukan sekadar perbaikan, melainkan sebuah transformasi total.
Kerja sama erat akan terjalin antara Pemprov DKI Jakarta, Danantara, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Keterlibatan pemerintah pusat sangat krusial mengingat banyaknya aset di kawasan tersebut yang berada di bawah pengelolaan mereka. Sinergi ini akan memastikan revitalisasi berjalan komprehensif.
Proyek revitalisasi infrastruktur dasar di Kota Tua dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2026. Pekerjaan ini meliputi perbaikan pedestrian yang nyaman, peningkatan kualitas jalan, serta normalisasi sungai-sungai di sekitarnya untuk mencegah banjir dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Sementara itu, aset-aset yang dikelola Danantara juga akan mendapatkan sentuhan perbaikan dari pemerintah pusat.
Salah satu elemen kunci dari transformasi Kota Tua adalah integrasinya dengan sistem transportasi publik modern. PT MRT Jakarta saat ini sedang membangun MRT Fase 2 dengan rute Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju Kota Tua, yang diperkirakan rampung pada tahun 2029. Ini akan menjadikan Kota Tua sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang mudah diakses.
Pramono menjelaskan bahwa pembangunan MRT di bawah tanah akan selesai pada tahun 2027, sehingga renovasi dan penyempurnaan kawasan Kota Tua di permukaan dapat dilakukan secara optimal. Dengan demikian, pada tahun 2029, Kota Tua tidak hanya terhubung dengan MRT, tetapi juga siap menjadi pusat aktivitas yang dinamis dan terintegrasi.
RS Sumber Waras: Pusat Kesehatan Bertaraf Internasional
Selain Kota Tua, proyek ambisius lainnya adalah pembangunan rumah sakit berstandar internasional di atas lahan Sumber Waras seluas 3,6 hektare. Lokasi ini dipilih karena strategis dan telah mendapatkan "lampu hijau" dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menyelesaikan isu-isu masa lalu.
Visi Pemprov DKI adalah membangun rumah sakit tipe A yang menjadi rujukan utama di Indonesia, khususnya untuk penanganan penyakit jantung, kanker, dan penyakit khusus lainnya. Dengan fasilitas dan layanan bertaraf internasional, rumah sakit ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan masyarakat untuk berobat ke luar negeri.
Keberadaan rumah sakit ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Jakarta, tetapi juga berpotensi menjadikan ibu kota sebagai pusat medical tourism di Asia Tenggara. Ini akan menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan membawa teknologi medis terkini ke Indonesia.
Manfaat Status PSN: Percepatan dan Efisiensi
Penetapan revitalisasi Kota Tua dan pembangunan RS Sumber Waras sebagai PSN akan membawa sejumlah keuntungan signifikan. Pertama, proses perizinan yang seringkali memakan waktu lama dapat dipersingkat secara drastis. Ini krusial untuk menjaga momentum pembangunan.
Kedua, pendanaan proyek akan lebih terjamin dan efisien. Dengan status PSN, proyek-proyek ini akan mendapatkan prioritas dalam alokasi anggaran dan kemudahan akses ke sumber-sumber pembiayaan lainnya. Ini penting mengingat skala besar kedua proyek tersebut.
Ketiga, koordinasi lintas lembaga akan jauh lebih mudah. Banyak kementerian dan lembaga terkait yang memiliki kepentingan dalam proyek ini, dan status PSN akan memastikan semua pihak bergerak dalam satu visi dan misi yang sama, menghindari tumpang tindih atau hambatan birokrasi.
Langkah Selanjutnya: Melengkapi Administrasi dan Harapan Besar
Menanggapi usulan Pemprov DKI, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan akan mempelajari proposal tersebut secara mendalam. Ini adalah sinyal positif bahwa pemerintah pusat serius mempertimbangkan usulan ini.
Pramono Anung menyatakan kesiapannya untuk segera melengkapi semua administrasi yang dibutuhkan. "Spirit usulan ini untuk kepentingan bersama," ujarnya, menunjukkan keyakinan penuh bahwa pemerintah pusat akan memberikan dukungan maksimal demi kemajuan Jakarta dan kesejahteraan rakyatnya.
Jika kedua proyek ini berhasil ditetapkan sebagai PSN, Jakarta akan menyaksikan perubahan besar dalam beberapa tahun ke depan. Kota Tua akan bersinar kembali sebagai permata sejarah yang modern, sementara RS Sumber Waras akan menjadi mercusuar harapan bagi pasien dengan penyakit kompleks. Ini adalah langkah maju yang akan membawa Jakarta ke panggung global, baik dalam pariwisata maupun kesehatan.


















