Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI tidak tinggal diam. Bank pelat merah ini justru tancap gas dengan program transformasi bisnis berkelanjutan bertajuk "BRIVolution Reignite," sebuah langkah strategis yang berhasil membawa BRI mencetak laba bersih fantastis hingga puluhan triliun rupiah.
Program ambisius ini berfokus pada dua pilar utama: transformasi bisnis funding dan penguatan core business yang berkelanjutan. Tujuannya jelas, untuk memperkuat struktur pendapatan, mendiversifikasi usaha, dan menjaga ketahanan bisnis di tengah gejolak ekonomi yang tak terduga.
Apa Itu BRIVolution Reignite? Strategi Jitu BRI Menghadapi Masa Depan
BRIVolution Reignite bukan sekadar jargon, melainkan peta jalan BRI untuk tetap relevan dan dominan di masa depan. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian integral dari strategi diversifikasi sumber pertumbuhan. Ini adalah cara BRI untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat.
Transformasi bisnis funding berarti BRI berupaya keras untuk mendapatkan sumber pendanaan yang lebih efisien dan stabil, seperti Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan biaya rendah. Sementara itu, penguatan core business memastikan bahwa lini bisnis utama BRI, terutama di segmen mikro dan UMKM, tetap menjadi tulang punggung yang kokoh.
Mesin Pertumbuhan Kedua: Mengintip Inovasi BRI di Segmen Konsumer dan Emas
Selain memperkuat fondasi, BRI juga aktif mengembangkan "Second Engines of Growth" atau mesin pertumbuhan kedua. Ini adalah area-area baru yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan di masa mendatang, yaitu penguatan segmen konsumer dan pengembangan layanan bullion atau bank emas.
Pengembangan segmen konsumer dilakukan dengan berbagai strategi cerdas. BRI fokus memperluas basis nasabah payroll, yaitu nasabah yang gajinya disalurkan melalui BRI. Ini adalah segmen yang stabil dan berpotensi besar untuk penawaran produk keuangan lainnya.
Menggarap Segmen Konsumer Lebih Dalam
Pada bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR), BRI memperluas kerja sama proyek dengan pengembang tier-1 atau pengembang papan atas. Langkah ini memastikan BRI terlibat dalam proyek-proyek properti berkualitas tinggi, sekaligus menjaga ekspansi selektif pada portofolio refinancing dan secondary market untuk meminimalkan risiko.
Untuk pembiayaan kendaraan bermotor (auto loan), BRI memanfaatkan sinergi dengan perusahaan anak, BRI Finance. Kolaborasi ini memungkinkan perluasan joint financing, di mana BRI dan BRI Finance bahu-membahu membangun bisnis Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang lebih kuat dan menjangkau lebih banyak nasabah.
Di sisi wealth management, BRI fokus untuk memperoleh dana murah (CASA) dari nasabah-nasabah kaya dan menumbuhkan fee-based income. Ini berarti BRI tidak hanya mengelola aset nasabah, tetapi juga mendapatkan pendapatan dari berbagai layanan konsultasi dan transaksi yang diberikan.
Era Emas Digital: Pegadaian dan Aplikasi Tring!
Layanan bullion service atau bank emas menjadi salah satu inovasi menarik BRI melalui Pegadaian. Hery Gunardi menyebut bahwa Pegadaian, yang kini telah memiliki 4.000 cabang di seluruh Indonesia, baru saja meluncurkan super app bernama Tring!.
Aplikasi Tring! dirancang untuk memudahkan konsumen membeli emas secara digital, sebuah langkah yang sangat relevan di era serba digital ini. Ini bukan hanya tentang jual beli emas, tetapi juga bagian dari strategi diversifikasi bisnis BRI untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas dan memberikan kemudahan akses investasi bagi masyarakat.
Kinerja Moncer BRI di Triwulan III 2025: Angka Bicara!
Hingga Triwulan III 2025, kinerja BRI menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari strategi yang matang dan eksekusi yang efektif.
DPK dan CASA: Fondasi Kuat Pendanaan
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI menunjukkan peningkatan yang solid, didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) yang terus menguat. CASA, yang terdiri dari giro dan tabungan, sangat penting bagi bank karena biayanya lebih rendah dibandingkan deposito.
Secara total, DPK BRI tercatat tumbuh 8,2 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp1.474,8 triliun. Pertumbuhan CASA yang kuat ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap BRI dan kemampuan bank untuk mengelola likuiditas secara efisien.
Penyaluran Kredit: Mendukung Ekonomi Rakyat
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI juga tumbuh impresif, mencapai 6,3 persen YoY menjadi Rp1.438,1 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa BRI terus menjalankan fungsinya sebagai agen pembangunan, menyalurkan pembiayaan ke berbagai sektor produktif yang menggerakkan roda perekonomian.
Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba perseroan. BRI berhasil mencetak Laba bersih sebesar Rp41,2 triliun hingga akhir Triwulan III 2025, sebuah pencapaian luar biasa di tengah kondisi ekonomi yang masih fluktuatif.
Laba Bersih Fantastis: Bukti Transformasi Berhasil
Capaian laba bersih sebesar Rp41,2 triliun ini adalah bukti nyata keberhasilan program BRIVolution Reignite. Hery Gunardi menegaskan bahwa kinerja BRI tidak hanya tumbuh secara sehat, tetapi juga merefleksikan keberpihakan nyata terhadap sektor produktif dan ekonomi rakyat. Ini adalah laba yang dihasilkan dari pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen BRI untuk Masa Depan Berkelanjutan
Ke depan, BRI akan terus memperkuat fundamental bisnisnya. Ini mencakup menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi pendanaan, serta memperdalam transformasi yang dijalankan secara terstruktur dan terintegrasi melalui BRIVolution Reignite. Komitmen ini memastikan bahwa BRI tidak hanya mencetak laba besar hari ini, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan jangka panjang.
Dengan strategi yang adaptif dan inovatif, BRI membuktikan diri sebagai bank yang mampu tidak hanya menghadapi tantangan, tetapi juga mengubahnya menjadi peluang. BRIVolution Reignite adalah kunci bagi BRI untuk terus menjadi pemimpin di industri perbankan dan berkontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi Indonesia.


















