Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Blibli PHK 270 Karyawan, Padahal Pendapatan Meroket? Ini Penjelasan Lengkapnya!

blibli phk 270 karyawan padahal pendapatan meroket ini penjelasan lengkapnya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kabar mengejutkan datang dari ranah e-commerce Tanah Air. PT Global Digital Niaga Tbk, atau yang lebih dikenal dengan Blibli, mengonfirmasi telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 270 karyawannya. Langkah restrukturisasi ini rampung pada Oktober 2025.

Keputusan berat ini diambil sebagai bagian dari upaya penyesuaian organisasi untuk menekan biaya operasional dan memperkuat struktur bisnis. Tujuannya adalah membuka peluang pertumbuhan jangka panjang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

banner 325x300

Di Balik Angka PHK: Strategi Efisiensi di Tengah Kerugian Triliunan

Meskipun Blibli mencatat peningkatan pendapatan yang signifikan sebesar 25,6 persen hingga September 2025, perusahaan masih harus menghadapi kenyataan pahit. Kerugian bersih sebesar Rp1,84 triliun menjadi sorotan utama yang mendorong langkah efisiensi ini.

Beban terbesar, selain gaji karyawan, berasal dari diskon besar-besaran, biaya pemasaran yang masif, dan berbagai biaya operasional lainnya. Kondisi ini menuntut Blibli untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap struktur pengeluaran mereka.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Blibli, Eric Winarta, menjelaskan bahwa penyesuaian organisasi ini krusial. Tujuannya adalah agar perseroan dapat bergerak lebih efektif dan efisien, membuka peluang pertumbuhan berkelanjutan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Ia menambahkan, jumlah karyawan yang terdampak dalam penyesuaian ini adalah sebanyak 270 orang.

Proses PHK yang Tuntas dan Kompensasi yang Adil

Eric Winarta menegaskan bahwa proses PHK ini bersifat permanen dan telah selesai sepenuhnya pada Oktober 2025. Tidak ada opsi relokasi ke unit lain atau perubahan status menjadi tenaga kontrak bagi karyawan yang terdampak.

Blibli berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh karyawan yang terdampak menerima paket kompensasi yang sesuai. Bahkan, paket yang diberikan disebut-sebut lebih dari ketentuan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Ini menunjukkan upaya perusahaan untuk tetap menjaga hak-hak karyawan di tengah keputusan sulit ini.

Operasional Tetap Berjalan, Blibli Siapkan Jurus Pangkas Biaya Lain

Meski ada pengurangan karyawan, Blibli memastikan bahwa keputusan PHK ini tidak berdampak material terhadap operasional harian perusahaan. Pengiriman barang, layanan dukungan penjual (seller-support), pemeliharaan sistem IT, dan berbagai layanan penting lainnya tetap berjalan normal tanpa hambatan. Konsumen dan mitra bisnis tidak perlu khawatir akan gangguan layanan.

Selain penyesuaian organisasi, Blibli juga menyiapkan serangkaian langkah lain untuk menekan biaya operasional. Ini termasuk optimalisasi biaya iklan dan pemasaran melalui model bisnis omnichannel yang lebih terintegrasi.

Perusahaan juga fokus pada pembangunan keunggulan ekosistem yang lebih kuat, peningkatan otomatisasi proses kerja, serta pemanfaatan teknologi terkini untuk efisiensi yang lebih maksimal. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Blibli Melaju dengan Strategi Restrukturisasi dan Inovasi Berkelanjutan

Strategi restrukturisasi Blibli tidak hanya berhenti pada efisiensi biaya. Perusahaan bertekad untuk terus berinovasi guna memenuhi permintaan konsumen yang dinamis dan berubah-ubah. Inovasi ini menjadi kunci untuk tetap relevan di pasar e-commerce yang kompetitif.

Alokasi sumber daya akan difokuskan pada kategori-kategori strategis yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Percepatan ekspansi omnichannel juga menjadi prioritas, memungkinkan pelanggan berbelanja dengan pengalaman yang mulus baik secara online maupun offline.

Sinergi ekosistem Blibli, termasuk dengan entitas seperti Tiket.com dan Ranch Market, akan terus ditingkatkan. Tujuannya adalah untuk mendorong penjualan silang (cross-selling) dan memperkuat loyalitas pelanggan terhadap seluruh layanan yang ditawarkan.

Dalam rencana keuangan jangka menengah dan panjang, Blibli berupaya menyeimbangkan pertumbuhan dengan profitabilitas. Caranya adalah melalui optimalisasi bauran produk yang ditawarkan, efisiensi biaya yang berkelanjutan, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). AI akan digunakan untuk memahami perilaku pelanggan, personalisasi interaksi, serta menciptakan inisiatif pemasaran yang lebih terarah dan efektif.

Tak Ada Dampak Material, Blibli Fokus pada Kelangsungan Usaha

Eric Winarta menegaskan bahwa keputusan PHK ini tidak memiliki dampak material terhadap aspek hukum maupun risiko jangka panjang kelangsungan operasional perusahaan. Selain paket kompensasi bagi karyawan yang terdampak, tidak ada konsekuensi finansial atau hukum signifikan lainnya yang diidentifikasi.

Blibli juga memastikan bahwa tidak ada informasi material lain yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha atau harga saham yang belum diungkapkan kepada publik. Transparansi menjadi prinsip utama dalam menghadapi situasi ini.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap tata kelola perusahaan, Blibli juga akan melaksanakan program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP). Program ini sesuai dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sebelumnya. Perusahaan siap memenuhi ketentuan pasar modal jika ada aksi korporasi tambahan yang sudah definitif di masa mendatang.

Langkah-langkah strategis ini menunjukkan komitmen Blibli untuk tetap kompetitif dan berkelanjutan di tengah dinamika pasar e-commerce yang terus berubah. Fokus pada efisiensi, inovasi, dan pengalaman pelanggan diharapkan dapat membawa Blibli menuju profitabilitas jangka panjang dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

banner 325x300