Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Bank Jatim Bikin Geger! Aset Tembus Rp125 Triliun, Ini Rahasia di Balik Kinerja Gemilangnya

bank jatim bikin geger aset tembus rp125 triliun ini rahasia di balik kinerja gemilangnya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) berhasil mencetak kinerja yang sangat positif sepanjang tahun 2024. Mereka tidak hanya tumbuh, tetapi juga terus memperkuat strategi bisnisnya demi menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan. Ini adalah kabar baik yang patut disorot dari salah satu BPD terkemuka di Indonesia.

Kunci sukses Bank Jatim terletak pada tiga pilar utama: peningkatan kualitas aset dan liabilitas, pendalaman ekosistem digital, serta perluasan skala bisnis. Ini adalah upaya nyata mereka untuk mengukuhkan posisi sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) terdepan di Tanah Air. Strategi ini dirancang untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan stabil.

banner 325x300

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis yang sehat adalah prioritas utama. Ini dicapai dengan menjaga kualitas aset dan memperkuat Dana Pihak Ketiga (DPK). Penyaluran kredit pun dilakukan secara hati-hati dan selektif, selalu mempertimbangkan profil risiko serta prospek usaha yang menjanjikan.

"Kami terus meningkatkan kapasitas bisnis melalui pendalaman ekosistem digital," jelas Winardi dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (30/10). Ia menambahkan, "Semua lini bisnis, mulai dari sektor keuangan pemerintah daerah, UMKM, hingga masyarakat, kini terintegrasi dalam ekosistem layanan digital yang mudah, cepat, dan aman." Ini menunjukkan komitmen Bank Jatim terhadap inovasi.

Strategi Ekspansi: KUB dan Obligasi

Bank Jatim tidak hanya mengandalkan pertumbuhan organik untuk memperluas skala bisnisnya. Mereka juga aktif mengoptimalkan strategi korporasi yang lebih agresif. Sejak akhir tahun lalu, Bank Jatim telah melakukan penyertaan modal pada beberapa BPD melalui pola Kelompok Usaha Bank (KUB). Selain itu, penerbitan obligasi juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur pendanaan mereka.

Winardi menjelaskan, setelah sukses mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk ber-KUB dengan Bank NTB Syariah, Bank Jatim tak berhenti di situ. Mereka melanjutkan kerja sama serupa dengan empat BPD lain yang telah menandatangani Shareholder Agreement (SHA). Ini adalah bukti ambisi Bank Jatim untuk menjadi pemain kunci di sektor BPD.

"Pada 30 September 2024, Bank Jatim telah menyertakan modal sebesar Rp100 miliar kepada Bank NTT," ungkap Winardi. Ini adalah bagian dari proses pembentukan KUB yang diharapkan segera mendapat izin efektif dari OJK untuk konsolidasi antara Bank Jatim dan Bank NTT. Langkah ini akan semakin memperkuat jaringan dan jangkauan Bank Jatim.

Angka Bicara: Kinerja Keuangan yang Bikin Melongo

Hingga September 2024, Bank Jatim berhasil mencatatkan pertumbuhan aset konsolidasi yang fantastis, mencapai 17,3 persen secara tahunan (YoY). Total aset mereka kini menyentuh angka Rp125,1 triliun, sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol dan menunjukkan kekuatan finansial yang luar biasa.

Lonjakan aset ini didorong oleh pertumbuhan kredit yang signifikan, mencapai Rp80,2 triliun atau naik 29 persen YoY. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tak kalah impresif, tumbuh 13,5 persen YoY menjadi Rp99,3 triliun. Bahkan, pendapatan bunga bersih mereka melonjak 29,2 persen, menembus Rp5,10 triliun. Angka-angka ini benar-benar bikin melongo!

Berkat pengelolaan aset yang cermat, laba bersih konsolidasi Bank Jatim pada triwulan III 2024 tercatat sebesar Rp1,14 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 23,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, membuktikan efisiensi operasional mereka yang sangat baik.

Winardi menilai, capaian ini adalah bukti nyata kemampuan Bank Jatim dalam menjaga performa di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan penuh tantangan. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi justru melaju kencang. Ini adalah indikator bahwa strategi yang diterapkan berjalan efektif.

"Kami kini memang lebih fokus pada kualitas penyaluran kredit dan keberlanjutan perseroan," tegas Winardi. Ini menunjukkan komitmen Bank Jatim untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar angka. Kualitas menjadi prioritas utama demi masa depan yang lebih kokoh.

JConnect dan Obligasi: Pilar Digitalisasi dan Pendanaan

Selain ekspansi jaringan konvensional, Bank Jatim juga gencar memperkuat layanan digitalnya melalui brand JConnect. Platform ini menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi jumlah pengguna maupun aktivitas transaksi. JConnect menjadi jembatan penting bagi Bank Jatim untuk menjangkau lebih banyak nasabah di era digital.

Demi mendukung ekspansi dan memperkuat struktur pendanaan, pada awal September 2024, Bank Jatim menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap I senilai Rp2 triliun. Langkah ini menunjukkan kepercayaan diri mereka di pasar modal dan komitmen untuk terus berinvestasi pada pertumbuhan.

Obligasi tersebut ditawarkan dalam dua tenor: tiga tahun dengan coupon yield 6,4 persen dan lima tahun dengan coupon yield 6,7 persen. Respons pasar pun sangat positif, terbukti dengan tingkat oversubscribe sebesar 1,15 kali. Ini menandakan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek Bank Jatim.

Dengan kinerja yang solid dan strategi bisnis yang terarah, Bank Jatim sangat optimistis. Mereka siap terus memperluas kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, Bank Jatim juga bertekad memperkuat perannya sebagai bank pembangunan daerah yang kompetitif dan adaptif terhadap dinamika industri keuangan nasional. Bank Jatim siap menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan!

banner 325x300