banner 728x250

Honda Ketar-ketir? Motor Listrik Guncang Dominasinya di Vietnam, Ini Alasannya!

honda ketar ketir motor listrik guncang dominasinya di vietnam ini alasannya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Dominasi Honda yang tak tergoyahkan di pasar sepeda motor Vietnam kini berada di ujung tanduk. Sebuah kebijakan pemerintah yang agresif untuk mendorong adopsi motor listrik berbasis baterai telah menciptakan gelombang kejut, mengancam posisi raksasa otomotif Jepang tersebut. Data industri dan hasil survei konsumen terbaru menunjukkan pergeseran signifikan yang bisa mengubah lanskap pasar secara drastis.

Vietnam Serius Beralih ke Listrik: Larangan Motor BBM di Depan Mata

banner 325x300

Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh, telah mengeluarkan arahan tegas pada Juli lalu. Arahan tersebut melarang motor berbahan bakar fosil beroperasi di pusat ibu kota Hanoi dalam waktu 12 bulan ke depan. Ini bukan sekadar wacana, larangan tersebut bahkan akan diperluas cakupannya secara bertahap mulai tahun 2028.

Langkah drastis ini diambil bukan tanpa alasan. Pemerintah Vietnam menyebutkan bahwa kebijakan ini sangat diperlukan untuk mengatasi masalah polusi udara yang kronis di Hanoi. Ibu kota Vietnam itu memang kerap masuk dalam daftar kota paling tercemar di dunia, sebuah kondisi yang mendesak perubahan radikal.

Protes dari Raksasa Otomotif: Terlalu Cepat?

Tentu saja, kebijakan secepat kilat ini memicu reaksi keras dari para pemain lama di industri. Dua sumber yang mengetahui langsung situasi ini mengungkapkan bahwa Honda, bersama sejumlah produsen motor lainnya, telah mengirimkan surat protes kepada otoritas terkait. Mereka mengkritik kebijakan tersebut karena dinilai terlalu cepat diberlakukan, memberikan sedikit ruang bagi adaptasi.

Dampak dari pengumuman kebijakan ini langsung terasa di pasar. Data industri menunjukkan penjualan motor Honda di Vietnam anjlok hampir 22 persen pada Agustus dibandingkan Juli. Angka ini juga berarti penurunan 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebuah indikasi jelas bahwa pasar mulai bereaksi.

Perwakilan Honda di Vietnam menolak memberikan komentar terkait situasi ini. Sementara itu, Kementerian Transportasi Vietnam juga belum menanggapi pertanyaan. Namun, pemerintah tetap teguh pada pendiriannya, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian penting dari upaya mereka untuk memerangi polusi udara yang kian memburuk.

Konsumen Berbalik Arah: Survei Ungkap Fakta Mengejutkan

Respons dari masyarakat Vietnam terhadap kebijakan ini ternyata sangat positif, terutama di kota-kota besar. Sebuah survei yang dilakukan pada September oleh lembaga riset pasar Asia Plus Inc. di Hanoi dan Ho Chi Minh City, dua kota terbesar di Vietnam, menunjukkan tren yang mengejutkan. Sebagian besar warga berencana memilih motor listrik untuk pembelian berikutnya.

Dari 200 responden, di mana 80 di antaranya adalah pemilik motor Honda, 54 persen menyatakan bakal memilih motor listrik untuk pembelian selanjutnya. Angka ini jauh melampaui mereka yang masih memilih model berbahan bakar bensin, yang hanya mencapai 24 persen. Alasan utama di balik pilihan ini adalah dukungan kuat mereka terhadap kebijakan pemerintah mengenai kendaraan listrik.

Secara spesifik di Hanoi, angka ini bahkan lebih tinggi lagi, dengan 60 persen responden menyebut bakal memilih motor listrik. Menariknya, separuh peserta survei masih akan mempertimbangkan membeli motor Honda, namun 32 persen lainnya sudah melirik VinFast, merek lokal yang sedang naik daun. Ini menunjukkan bahwa kesetiaan merek mulai tergerus oleh tren dan kebijakan.

Potensi Pasar Motor Listrik Vietnam yang Menggiurkan

Kengo Kurokawa, kepala Asia Plus, mengutip Reuters, Kamis (9/10), menjelaskan bahwa dukungan kebijakan yang cepat, termasuk larangan bertahap, insentif, dan pesan publik, telah membentuk sikap konsumen secara signifikan. "Ini bisa mempercepat pergeseran pasar lebih cepat dari perkiraan produsen tradisional," ujarnya.

Pasar motor Vietnam diperkirakan bernilai US$4,6 miliar pada tahun 2025 dan akan tumbuh menjadi US$6 miliar pada tahun 2030, menurut riset Mordor Intelligence. Dengan potensi sebesar ini, pergeseran ke motor listrik bukan hanya tren, melainkan sebuah revolusi yang akan membentuk masa depan industri otomotif roda dua di negara tersebut.

Dominasi Honda Masih Kuat, Tapi…

Meskipun demikian, penjualan motor konvensional masih mendominasi pasar Vietnam. Honda sendiri berhasil menjual 2,6 juta unit selama tahun lalu, yang mencakup lebih dari 80 persen total penjualan nasional. Angka ini menunjukkan betapa kuatnya cengkeraman Honda di pasar tersebut.

Di sisi lain, merek lokal VinFast melaporkan telah melakukan penjualan 71 ribu motor listrik. Angka ini memang jauh di bawah Honda, namun pertumbuhan VinFast yang pesat menunjukkan potensi ancaman yang nyata bagi dominasi Honda di segmen EV. Honda, sebagai produsen motor terbesar di dunia, sebenarnya telah memproduksi motor listrik, tetapi belum jelas berapa banyak yang terjual di Vietnam. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi mereka untuk segera beradaptasi.

Bagaimana Nasib Motor Listrik Honda di Indonesia?

Pergeseran tren ini juga tidak luput dari perhatian Honda di pasar lain, termasuk Indonesia. Di Tanah Air, Honda telah memperkenalkan tiga model motor listrik: Icon e:, CUV e:, dan EM1 e:. Awalnya, motor-motor ini dijual dengan harga yang cukup tinggi, bahkan salah satunya tembus Rp50 juta.

Namun, belakangan Astra Honda Motor (AHM), melalui dealer mereka, melakukan strategi diskon besar-besaran, menyunat harga motor listriknya hingga puluhan juta rupiah. Meski kini per Oktober diskon menyusut menjadi Rp1 juta hingga Rp2 juta, strategi awal ini diyakini AHM berhasil mendongkrak penjualan motor listriknya tahun ini.

Octavianus Dwi Putro, Direktur Marketing AHM, saat ditemui di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025, ICE BSD, Rabu (24/9), menyatakan bahwa penjualan motor listrik Honda naik. Walau tak mau menyebut angka pasti, Octa mengungkap model motor listrik terlaris Honda saat ini adalah CUV e:. "Mungkin bisa 60-70 persen dari total penjualan kami. Sisanya Icon e: dan EM1 e:," katanya.

Ini menunjukkan bahwa Honda juga sedang berjuang keras untuk menancapkan kuku di pasar motor listrik, baik di Vietnam maupun di Indonesia. Pergeseran di Vietnam adalah peringatan nyata bagi produsen motor konvensional bahwa era motor listrik tak terhindarkan. Adaptasi cepat dan strategi yang tepat akan menjadi kunci bagi Honda untuk mempertahankan posisinya di tengah gelombang revolusi kendaraan listrik yang semakin menguat.

banner 325x300