banner 728x250

Jangan Kaget! Mobil Barumu Ternyata ‘Haram’ Minum Pertalite & Pertamax, Ini Alasannya!

jangan kaget mobil barumu ternyata haram minum pertalite pertamax ini alasannya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, CNN Indonesia – Kamu baru saja membeli mobil baru bermesin bensin dan mungkin bertanya-tanya, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis apa sih yang paling pas untuk kendaraan kesayanganmu itu? Siapa sangka, jawabannya ternyata bukan Pertamax, apalagi Pertalite. Ini fakta mengejutkan yang wajib banget kamu tahu, khususnya bagi pemilik mobil keluaran terbaru.

Faktanya, banyak pemilik mobil baru di Indonesia yang tanpa sadar telah "salah minum" BBM. Hal ini diungkapkan langsung oleh pihak-pihak yang berkompeten, mengingat spesifikasi mesin mobil dan jenis BBM yang beredar di pasaran kini memiliki standar yang berbeda. Jadi, sebelum kamu menyesal di kemudian hari, yuk simak penjelasan lengkapnya!

banner 325x300

Kenapa Mobil Baru Nggak Cocok Pakai Pertalite & Pertamax?

Sejak tahun 2018, semua mobil baru bermesin bensin yang dijual di Indonesia diwajibkan memenuhi standar emisi Euro 4. Ini adalah aturan main yang sudah ditetapkan pemerintah untuk menjaga kualitas udara dan lingkungan. Standar Euro 4 ini jauh lebih ketat dibandingkan standar sebelumnya, dan tentu saja, membutuhkan spesifikasi BBM yang sesuai.

Nah, di sinilah letak permasalahannya. Pertalite dan Pertamax, dua jenis BBM yang sangat populer dan banyak digunakan, ternyata hanya dirancang untuk mobil dengan spesifikasi Euro 2. Jelas sekali ada kesenjangan standar antara kendaraan yang kamu miliki dengan bahan bakar yang kamu gunakan.

Pengaplikasian mesin Euro 4 untuk mobil yang beredar di Tanah Air ini bukan tanpa dasar. Ini semua telah menyesuaikan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 20 tahun 2017 mengenai Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Aturan ini dibuat untuk memastikan bahwa kendaraan yang beroperasi di Indonesia tidak mencemari lingkungan secara berlebihan.

Spesifikasi BBM Ideal untuk Mesin Euro 4

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sendiri pernah menyatakan kriteria BBM yang ideal untuk mobil dengan spesifikasi Euro 4 di Indonesia. Kriterianya meliputi kadar oktan (RON) minimal 91, harus bebas timbal, dan yang tak kalah penting, kandungan sulfurnya maksimal 50 ppm.

Sekarang mari kita bandingkan dengan BBM yang umum di pasaran. Pertalite, misalnya, memiliki RON 90 dan kandungan sulfur maksimal 500 ppm. Jelas sekali, Pertalite tidak memenuhi persyaratan RON minimal 91 dan kandungan sulfur maksimal 50 ppm yang disyaratkan untuk mesin Euro 4.

Bagaimana dengan Pertamax? Pertamax memang sedikit lebih baik dengan RON 92, yang berarti sudah memenuhi persyaratan RON minimal 91. Namun, sayangnya, kadar sulfurnya masih diatur maksimal 500 ppm, sama seperti Pertalite. Ini berarti Pertamax juga belum sepenuhnya memenuhi kriteria BBM yang ideal untuk mesin Euro 4.

Lalu, BBM Apa yang Seharusnya Dipakai Mobil Euro 4?

Melihat kondisi di atas, lantas BBM jenis apa dong yang paling cocok untuk mobil baru Euro 4-mu? Tenang, ada kok pilihannya. Produk BBM yang paling sesuai dengan standar Euro 4 saat ini adalah Pertamax Turbo. BBM ini memiliki RON 98 dan kandungan sulfur maksimum 50 ppm, persis seperti yang disyaratkan.

Selain itu, Pertamina juga telah meluncurkan produk baru pada tahun 2023, yaitu Pertamax Green 95. BBM ini juga sangat cocok dengan spesifikasi Euro 4 karena memiliki RON 95 dan kandungan sulfur maksimum 50 ppm. Jadi, kamu punya dua pilihan utama yang memang dirancang untuk performa optimal dan emisi rendah pada mobil Euro 4.

Gaikindo Angkat Bicara: Selama Ini Kita Salah Isi BBM!

Isu ini bukan sekadar teori belaka. Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, pernah secara tegas menjelaskan bahwa selama ini banyak pemilik mobil baru keluaran 2018 ke atas yang mengisi Pertalite atau Pertamax berarti telah salah mengisi BBM. Ini adalah kesalahan yang harus segera diluruskan.

Jongkie bahkan mempertanyakan mengapa BBM bensin Euro 2 masih dipertahankan di Indonesia, padahal semua mobil baru yang diproduksi atau diimpor sudah berstandar Euro 4. "Ini yang harus didengungkan, ini kan masalahnya Anda tuh selama ini memakai bahan bakar yang salah, untuk mobil Anda, iya kan? Ini harus didengungkan, dan secara teknis itu memang tidak dibenarkan sebetulnya," kata Jongkie.

Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya edukasi kepada masyarakat. Banyak pemilik mobil yang mungkin tidak menyadari perbedaan standar ini, dan hanya memilih BBM berdasarkan harga atau kebiasaan lama. Padahal, pilihan BBM yang salah bisa berdampak serius pada kendaraan.

Dampak Jangka Panjang Jika Terus Salah Pilih BBM

Menggunakan BBM yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin Euro 4 bisa menimbulkan berbagai masalah jangka panjang. Mesin mobil Euro 4 dirancang dengan teknologi canggih yang sangat sensitif terhadap kualitas BBM. Berikut beberapa dampaknya:

Pertama, penurunan performa mesin. BBM dengan RON yang lebih rendah dari rekomendasi pabrikan dapat menyebabkan engine knocking atau ngelitik. Ini terjadi karena pembakaran tidak sempurna, membuat mesin bekerja lebih keras dan kurang bertenaga. Kamu mungkin akan merasakan akselerasi yang kurang responsif atau konsumsi bahan bakar yang lebih boros dari seharusnya.

Kedua, kerusakan komponen mesin. Kandungan sulfur yang tinggi pada Pertalite dan Pertamax (500 ppm) sangat tidak cocok untuk mesin Euro 4 yang membutuhkan sulfur maksimal 50 ppm. Sulfur yang tinggi ini dapat menyebabkan penumpukan karbon pada injektor, klep, dan ruang bakar. Lebih parah lagi, bisa merusak catalytic converter, komponen penting yang berfungsi menyaring gas buang agar emisi lebih bersih. Biaya penggantian catalytic converter ini tidak murah, lho!

Ketiga, emisi gas buang tidak optimal. Tujuan utama standar Euro 4 adalah mengurangi emisi gas buang berbahaya. Jika kamu menggunakan BBM yang tidak sesuai, sistem emisi mobil tidak akan bekerja secara efisien. Artinya, mobilmu akan mengeluarkan lebih banyak polutan ke udara, bertentangan dengan tujuan awal pembelian mobil Euro 4.

Keempat, berpotensi membatalkan garansi kendaraan. Meskipun tidak selalu langsung dibatalkan, penggunaan BBM yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan bisa menjadi alasan bagi dealer untuk menolak klaim garansi jika terjadi kerusakan pada mesin atau sistem pembakaran. Tentu kamu tidak ingin garansi mobil barumu hangus begitu saja, kan?

Pentingnya Edukasi dan Pilihan Konsumen

Pernyataan dari Gaikindo dan KLHK ini seharusnya menjadi alarm bagi kita semua. Edukasi mengenai pentingnya memilih BBM yang tepat untuk kendaraan adalah kunci. Masyarakat perlu memahami bahwa harga BBM yang lebih murah mungkin terlihat menguntungkan di awal, namun bisa menyebabkan biaya perawatan yang jauh lebih mahal di kemudian hari.

Sebagai konsumen, kita memiliki peran penting dalam menjaga performa dan umur panjang kendaraan kita. Selalu periksa buku manual kendaraanmu untuk mengetahui rekomendasi BBM dari pabrikan. Jangan hanya ikut-ikutan atau tergiur harga yang lebih rendah. Pilihlah BBM yang sesuai dengan standar Euro 4, seperti Pertamax Turbo atau Pertamax Green 95, demi kesehatan mesin mobilmu dan lingkungan.

Jadi, mulai sekarang, jika kamu punya mobil baru keluaran 2018 ke atas, pikirkan lagi sebelum mengisi Pertalite atau Pertamax. Investasi pada BBM yang tepat adalah investasi untuk masa depan kendaraanmu. Jangan sampai mobil barumu yang cahar, malah jadi sering "sakit" karena salah minum. Pilihlah yang terbaik, karena mobilmu layak mendapatkan yang terbaik!

banner 325x300