Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Bukan Jim Caviezel! Mel Gibson Rombak Total Pemeran ‘The Resurrection of the Christ’, Ini Wajah Baru Yesus dan Maria Magdalena

bukan jim caviezel mel gibson rombak total pemeran the resurrection of the christ ini wajah baru yesus dan maria magdalena portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kabar mengejutkan mengguncang jagat perfilman religi! Sekuel yang telah lama dinanti, "The Resurrection of the Christ", siap menampilkan deretan wajah baru yang akan memerankan karakter-karakter ikonik. Mel Gibson, sang sutradara dan visioner di balik proyek ambisius ini, memutuskan untuk merombak total jajaran pemain utama.

Perubahan paling signifikan adalah peran Yesus Kristus yang kini dipercayakan kepada Jaakko Ohtonen, aktor yang dikenal lewat serial "The Last Kingdom". Ia akan menggantikan Jim Caviezel, pemeran Yesus yang begitu melekat di benak penonton dari film pendahulunya, "The Passion of the Christ".

banner 325x300

Wajah Baru di Balik Kebangkitan Kristus

Perombakan pemain ini tidak hanya berhenti pada karakter Yesus. Maria Magdalena, yang sebelumnya diperankan oleh Monica Bellucci, kini akan dihidupkan oleh Mariella Garriga, aktris yang baru-baru ini mencuri perhatian di "Mission Impossible: Dead Reckoning". Pergantian ini tentu menambah daftar panjang kejutan dari produksi film ini.

Kasia Smutniak, bintang serial "Domina", juga akan mengambil alih peran Maria, Bunda Yesus, yang sebelumnya dibawakan oleh Maia Morgenstern. Sementara itu, karakter Petrus akan diperankan oleh Pier Luigi Pasino dari "The Law According to Lidia Poët", dan Pontius Pilatus akan dibawakan oleh Riccardo Scamarcio, aktor di balik film "Modì".

Tak hanya itu, Rupert Everett, yang dikenal lewat perannya di "Napoleon", juga dipastikan akan bergabung dalam film ini. Perannya masih dirahasiakan, namun disebut-sebut sebagai karakter pendukung yang memiliki signifikansi penting dalam alur cerita. Produksi film ini sendiri telah dimulai sejak pekan lalu di Cinecittà Studios, Roma, dengan susunan pemain yang sepenuhnya baru.

Mengapa Jim Caviezel Tidak Kembali? Alasan di Balik Perombakan Besar

Keputusan untuk tidak membawa kembali Jim Caviezel, yang pada April 2025 sempat menyatakan kesiapannya untuk mengulangi perannya, tentu memicu banyak pertanyaan. Caviezel, yang kini berusia 57 tahun, telah menjadi identitas kuat bagi karakter Yesus dalam film pertama. Namun, Mel Gibson memilih jalur yang berbeda.

Sumber yang dekat dengan produksi film ini akhirnya buka suara mengenai alasan di balik perombakan besar tersebut. "Masuk akal untuk menyusun ulang seluruh bintang film karena mengingat rentang waktu ‘The Resurrection of the Christ’ yang tiga hari setelah penyaliban Kristus pada Jumat Agung," jelas sumber tersebut.

Alasan utama lainnya adalah faktor biaya dan teknis. "Kalau tidak diganti, mereka harus melakukan semua hal CGI, semua hal jadi digital untuk meremajakan dan sebagainya, dan itu akan sangat mahal," tambah sumber tersebut. Mempertimbangkan Jim Caviezel yang sudah berusia 57 tahun, proses de-aging digital untuk membuatnya tampak seperti Yesus yang berusia 33 tahun pasca-penyaliban akan membutuhkan anggaran dan upaya yang sangat besar.

Mel Gibson dan Visi Sekuel yang Megah

Mel Gibson, sang visioner di balik karya epik ini, dikenal dengan pendekatan sinematiknya yang berani dan tak konvensional. Hingga saat ini, belum ada pernyataan atau keterangan resmi dari Gibson terkait pergantian pemeran utama filmnya. Namun, keputusannya ini mengindikasikan fokus pada realisme dan efisiensi produksi.

"The Passion of the Christ" yang dirilis lebih dari 20 tahun lalu, bukan hanya sebuah film, melainkan fenomena budaya. Film yang dituturkan dalam bahasa Aram, Ibrani, dan Latin ini berhasil meraup pendapatan box office global sebesar US$610 juta, menjadikannya salah satu film independen terlaris sepanjang masa. Kesuksesan tersebut tentu menempatkan ekspektasi tinggi pada sekuelnya.

Gibson sendiri menggambarkan sekuel ini sebagai "perjalanan yang begitu luar biasa." Ia bahkan mengatakan "tidak pernah membaca naskah yang seperti itu," menunjukkan betapa unik dan mendalamnya cerita yang akan disajikan. Ia menggarap naskah "The Resurrection of the Christ" bersama Randall Wallace, penulis naskah "Braveheart" yang juga merupakan kolaborator lamanya.

Detail Produksi dan Tanggal Rilis yang Dinanti

Sesuai judulnya, plot "The Resurrection of the Christ" diperkirakan akan berfokus pada kebangkitan Yesus Kristus, tiga hari setelah penyaliban. Detail cerita lainnya masih dirahasiakan, namun penggemar tentu berharap akan ada narasi yang kuat dan penuh makna seperti film pertamanya. Film aslinya sendiri dengan apik menggambarkan 12 jam terakhir sebelum penyaliban Yesus.

"The Resurrection of the Christ" akan tayang dalam dua bagian, sebuah strategi yang menunjukkan ambisi Gibson untuk menyajikan narasi yang komprehensif. Bagian pertama dijadwalkan tayang pada Jumat Agung, 26 Maret 2027, sebuah tanggal yang sangat simbolis bagi umat Kristiani.

Kemudian, Bagian Kedua akan menyusul pada Hari Kenaikan Isa Almasih, 6 Mei 2027. Pembagian ini mengindikasikan kedalaman cerita dan potensi untuk eksplorasi naratif yang lebih luas, memberikan pengalaman sinematik yang mendalam dan berkesan bagi para penonton di seluruh dunia.

Dengan deretan wajah baru dan visi Mel Gibson yang tak tergoyahkan, "The Resurrection of the Christ" siap menjadi salah satu film paling monumental di tahun 2027. Perombakan besar ini, meski mengejutkan, diharapkan mampu membawa perspektif segar dan kekuatan akting yang baru untuk menghidupkan kembali kisah kebangkitan yang paling sakral.

banner 325x300