Setelah sempat menjadi tanda tanya besar publik, sosok Ahmad Sahroni akhirnya kembali muncul ke permukaan. Bukan sekadar menampakkan diri, ‘Sultan Priok’ ini langsung menggebrak dengan kabar mengejutkan: ia baru saja menyandang gelar doktor! Kehadirannya di acara wisuda Universitas Borobudur pada 14 Oktober 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC) menjadi penanda kembalinya Sahroni setelah insiden penjarahan di rumahnya akhir Agustus lalu yang sempat membuatnya seolah ‘hilang ditelan bumi’.
Misteri ‘Menghilangnya’ Sang Sultan Priok
Nama Ahmad Sahroni mendadak lenyap dari peredaran publik setelah insiden penjarahan yang menimpa kediamannya pada akhir Agustus 2025. Berita itu sempat menghebohkan, mengingat profilnya sebagai tokoh publik yang cukup dikenal, baik di dunia politik maupun otomotif. Banyak yang bertanya-tanya, ke mana gerangan politisi Partai NasDem ini?
Berbagai spekulasi bermunculan, mulai dari kabar kepergiannya ke luar negeri hingga dugaan sengaja menarik diri dari sorotan. Tangkapan layar yang viral di media sosial memang sempat mengindikasikan ia berada di luar negeri, namun tak ada konfirmasi resmi yang memvalidasi informasi tersebut. Publik dibuat penasaran dan bertanya-tanya tentang keberadaan dan kondisi terkini dari mantan pimpinan Komisi III DPR RI ini.
Nyaris setengah bulan berlalu, publik dibuat bertanya-tanya. Tak ada jejak, tak ada pernyataan, seolah-olah sosok yang dikenal vokal ini benar-benar menghilang tanpa kabar. Kondisi ini tentu saja memicu beragam asumsi di kalangan masyarakat dan pengamat politik, mengingat posisi Sahroni yang cukup strategis.
Kembali ke Publik dengan Gelar Doktor
Namun, misteri itu akhirnya terjawab pada 14 Oktober 2025. Ahmad Sahroni kembali tampil di hadapan publik, bukan untuk memberikan klarifikasi terkait insiden penjarahan, melainkan untuk menerima sebuah pencapaian akademik yang membanggakan. Momen ini sekaligus menjadi penegas bahwa ia telah bangkit dari keterpurukan dan siap kembali berkarya.
Di Jakarta International Convention Center (JICC), ia terlihat gagah mengenakan toga hitam berlist merah, identitas prodi hukum Universitas Borobudur. Dengan senyum lebar dan penuh percaya diri, Sahroni resmi menyandang gelar doktor Ilmu Hukum, sebuah pencapaian yang menambah daftar panjang prestasinya.
Disertasi yang ia angkat pun tak main-main, berjudul ‘Pemberantasan Korupsi Melalui Prinsip Ultimatum Remedium: Suatu Strategi Pengembalian Uang Negara’. Sebuah tema yang sangat relevan dengan latar belakangnya sebagai politisi dan komitmennya terhadap penegakan hukum di Indonesia. Pemilihan topik ini menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu krusial bangsa.
Dari video yang diunggah kanal YouTube Universitas Borobudur, terlihat jelas aura kebahagiaan dan kepercayaan diri Sahroni. Ia berjalan penuh senyum, menyalami para petinggi kampus dengan akrab, seolah tak ada beban setelah rentetan kejadian yang menimpanya. Momen sakral wisuda ini menjadi penanda babak baru dalam hidupnya.
Pertemuan Hangat dengan Bro Ron, Ada Kode Rahasia?
Sebelum kemunculan resminya di wisuda, sinyal kembalinya Sahroni sempat terendus dari unggahan Wakil Ketua Umum PSI, Ronald A Sinaga, atau yang akrab disapa Bro Ron. Unggahan ini seolah menjadi ‘pemanasan’ sebelum Sahroni benar-benar kembali ke sorotan publik.
Melalui akun Instagramnya, @brorondm, pada 13 Oktober 2025, Bro Ron membagikan foto kebersamaannya dengan Sahroni di sebuah tempat makan. Dalam keterangan foto, Bro Ron menyebut Sahroni sebagai seniornya di dunia politik, meski ia sendiri mengaku masih ‘anak kacang’. Ini menunjukkan rasa hormat dan kedekatan di antara keduanya.
Ternyata, hubungan keduanya bukan baru seumur jagung. Mereka memiliki sejarah panjang, bahkan pernah tergabung dalam komunitas motor yang sama, ‘Team Birah 1’, dengan basecamp di Blok S. Sebuah fakta menarik yang menunjukkan sisi lain dari kedua politisi ini, jauh sebelum mereka terjun ke kancah politik nasional.
Bro Ron juga menyoroti perjalanan hidup mereka yang tak terduga. "20 tahun lalu kami berdua tidak akan pernah pikirkan akan masuk politik, apalagi di posisi sekarang Bro Roni Bendurn @official_nasdem dan saya Bro Ron Waketum @psi_id," tulisnya, diakhiri dengan tawa. Ini menggambarkan betapa dinamisnya perjalanan hidup dan karier seseorang.
Yang paling menarik perhatian adalah ‘kode’ di akhir unggahan Bro Ron: "Saya yakin, akan banyak yang surprise ditanggal 10 November nanti." Apakah ini pertanda akan ada gebrakan politik baru dari Sahroni atau Bro Ron, atau bahkan keduanya? Kode ini tentu memicu spekulasi dan rasa penasaran publik tentang apa yang akan terjadi di masa depan.
Kemunculan Online Perdana di Acara IMI
Sebelum bertemu Bro Ron dan diwisuda, kemunculan pertama Sahroni setelah insiden penjarahan terjadi secara daring. Ia terlihat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Motor Indonesia (IMI) ke-X di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 20 September 2025. Ini menjadi momen krusial yang membuktikan bahwa ia masih aktif dan terlibat dalam organisasi yang dicintainya.
Meskipun namanya tidak tercantum dalam daftar tamu undangan fisik, Sahroni yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal IMI di bawah kepemimpinan Bambang Soesatyo (Bamsoet) periode 2021-2025, tetap berpartisipasi secara online. Kehadiran virtualnya menunjukkan komitmen dan tanggung jawabnya terhadap organisasi.
Dalam pidato singkatnya, Sahroni menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir langsung dan mengucapkan terima kasih atas kerja sama selama ini. Ia juga memberikan dukungan penuh kepada Moreno sebagai calon ketua umum IMI selanjutnya, berharap IMI akan "makin hebat, makin luar biasa, dan tentunya ini akan menjadi hebat yang super hebat". Pesan ini menunjukkan semangat positif dan harapan besar untuk masa depan IMI.
Dari ‘menghilang’ pasca insiden penjarahan, hingga kembali dengan gelar doktor dan serangkaian kemunculan publik, Ahmad Sahroni menunjukkan bahwa ia tak hanya bangkit, tetapi juga melangkah maju dengan pencapaian baru. Kembalinya Sahroni ke panggung publik, ditambah dengan ‘kode’ misterius dari Bro Ron, tentu memicu banyak pertanyaan dan ekspektasi. Apakah ini awal dari babak baru dalam karier politiknya, atau ada kejutan lain yang menanti di tanggal 10 November mendatang? Hanya waktu yang bisa menjawab.


















