Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Gara-gara Trump, Warga Kanada Kompak Boikot Produk AS: Bisnis di Negeri Paman Sam Merana!

gara gara trump warga kanada kompak boikot produk as bisnis di negeri paman sam merana portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Warga Kanada kini tengah melancarkan gerakan boikot besar-besaran terhadap produk dan layanan asal Amerika Serikat (AS). Aksi ini bukan tanpa alasan, melainkan buntut dari ketegangan hubungan dua negara tetangga yang dipicu oleh kebijakan Presiden AS, Donald Trump. Sejumlah bisnis di AS pun akhirnya terdampak parah dan menjadi korban langsung dari gerakan ini.

Boikot Besar-besaran Melanda, Apa Pemicunya?

banner 325x300

Pemicu utama kemarahan warga Kanada adalah keputusan Presiden Trump yang menghantam produk impor dari Kanada dengan tarif tinggi, mencapai 35 persen. Kebijakan ini tentu saja merugikan banyak sektor industri di Kanada dan dianggap tidak adil.

Tak hanya itu, pernyataan Trump yang kerap menebar ancaman bakal menjadikan Kanada sebagai negara bagian AS ke-51 juga turut menyulut emosi publik. Ancaman ini dianggap merendahkan kedaulatan dan harga diri bangsa Kanada.

Sektor Bisnis AS Jadi Korban Utama

Gelombang boikot ini langsung berdampak serius pada berbagai bisnis di AS. Salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah produsen minuman beralkohol asal Negeri Paman Sam.

Penjualan mereka anjlok drastis, bahkan para pejabat Kanada di beberapa provinsi sampai melarang minuman beralkohol AS dari rak-rak toko. Larangan ini masih berlaku hingga saat ini, membuat bisnis mereka kian terpuruk.

Pariwisata AS Paling Merana

Boikot tak hanya berhenti pada produk, warga Kanada juga enggan lagi mengunjungi AS. Langkah ini menjadi pukulan telak bagi banyak resor dan bisnis perjalanan AS yang selama ini sangat bergantung pada arus kedatangan turis Kanada.

Ambil contoh Bluff Point Golf Resort di Plattsburgh, New York. Resor golf ini biasanya ramai oleh pegolf Kanada, yang menyumbang sekitar 70 persen dari total pengunjung harian mereka.

Lokasinya yang hanya 35 menit dari Montreal, Kanada, dulunya menjadi daya tarik utama. Namun, kini pemandangan itu sudah tak lagi terlihat, kunjungan dari Kanada anjlok drastis.

Paul Dame, pemilik Bluff Point Golf Resort, mengungkapkan bahwa sangat jarang melihat pegolf dari Kanada datang bermain. Akibatnya, mereka terpaksa memangkas jam kerja karyawan dan merumahkan staf kebersihannya demi bertahan.

Pengusaha pelayaran juga tak luput dari imbas boikot ini. Clipper Navigation, layanan feri yang berbasis di Seattle, AS, merasakan penurunan mendadak dalam pemesanan dari Kanada.

Jumlah penumpang rute Vancouver dan Seattle anjlok hingga 30 persen sepanjang tahun ini. Demi menyelamatkan bisnis, jadwal berlayar dikurangi dan seperempat karyawan, terutama di Seattle, terpaksa di-PHK.

Bukan Hanya Tarif, Ada Rasa Harga Diri yang Terluka

Menurut CEO Clipper Navigation, Collins, ancaman Trump yang ingin mencaplok Kanada sebagai negara bagian ke-51 adalah pemicu kemarahan terbesar. Ini menyentuh langsung rasa harga diri nasional warga Kanada.

Collins menirukan tanggapan warga Kanada: "Jika memang harus seperti itu, saya punya pilihan, dan pilihan saya adalah tidak bepergian ke AS." Ini menunjukkan betapa dalamnya luka yang dirasakan.

Data dari Pusat Statistik Kanada pun menguatkan hal ini. Jumlah pengunjung Kanada ke AS melalui perjalanan darat anjlok 31 persen, sementara kunjungan melalui pesawat udara juga turun 13 persen.

Padahal, perbatasan AS-Kanada dikenal sebagai perbatasan antarnegara terpanjang yang tidak dijaga di dunia, simbol harmonisnya hubungan kedua negara. Kini, kemesraan itu retak parah gara-gara kebijakan Trump.

Selain kebijakan tarif dan ancaman pencaplokan, warga Kanada juga enggan menginjakkan kaki ke AS karena was-was akan penegakan hukum perbatasan yang agresif oleh pemerintahan Trump. Ada kekhawatiran akan ditahan atau perangkat mereka diperiksa saat melewati bea cukai AS.

Pesan Penting untuk Amerika Serikat

Geoff Freeman, Presiden dan CEO Asosiasi Perjalanan AS, menyoroti kekhawatiran para pengunjung asing dari Kanada dan negara lain. Mereka merasa tidak lagi disambut seperti dulu.

Freeman menegaskan, "Persepsi yang ada adalah bahwa para pelancong tidak lagi disambut seperti dulu." Ini adalah masalah serius yang harus segera diatasi oleh pemerintah AS.

Menurutnya, hal terpenting yang dapat dilakukan pemerintah AS adalah mengirimkan pesan yang jelas. Pesan bahwa AS terbuka untuk bisnis dan menyambut para pelancong legal dari seluruh dunia.

Tanpa perubahan sikap dan kebijakan, AS mungkin akan terus kehilangan salah satu sumber pendapatan pariwisata terbesarnya. Hubungan baik yang telah terjalin lama pun terancam rusak permanen.

banner 325x300