Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Bukan Kaleng-kaleng! Prabowo Rombak Bapanas, Zulhas Beberkan Misi Pangan Ambisius di Balik Keputusan Ini!

bukan kaleng kaleng prabowo rombak bapanas zulhas beberkan misi pangan ambisius di balik keputusan ini portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan, akhirnya buka suara menanggapi keputusan mengejutkan Presiden Prabowo Subianto. Prabowo secara resmi mencopot Arief Prasetyo Adi dari jabatan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan menunjuk Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebagai penggantinya. Perubahan besar ini, menurut Zulhas, bukan sekadar rotasi biasa, melainkan bagian dari upaya strategis untuk menyatukan langkah dan pola pikir dalam kebijakan pangan nasional yang lebih solid.

Misi Besar di Balik Pergantian Kepala Bapanas

banner 325x300

Zulhas, yang akrab disapa Zulhas, menyampaikan apresiasi dan harapannya dalam konferensi pers acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Bapanas di Kantor Bapanas, Jakarta Selatan, Senin (13/10). Ia mengucapkan selamat kepada Pak Amran dan terima kasih banyak kepada Mas Arief atas dedikasi serta kerja kerasnya selama ini memimpin Bapanas. Pergantian ini menandai babak baru dalam upaya pemerintah mengamankan ketahanan pangan.

Menurut Zulhas, keputusan Presiden Prabowo didasari oleh pemikiran yang besar dan luas, jauh melampaui sekadar masalah teknis. Presiden memiliki visi ambisius untuk mencapai swasembada pangan, sebuah target yang sungguh tidak mudah dicapai. Meskipun perintahnya adalah tiga tahun, Zulhas bersyukur bahwa dalam setahun terakhir, Indonesia sudah mampu mencatat surplus beras.

Keberhasilan awal ini menjadi fondasi penting, namun tantangan ke depan tidak kalah besar. Prabowo ingin memastikan seluruh elemen pemerintah bergerak searah, terutama dalam menghadapi dinamika sektor pangan yang kompleks. Perombakan di Bapanas ini diharapkan dapat mempercepat sinkronisasi kebijakan dan implementasi di lapangan.

Tantangan Baru: Program Makan Bergizi Gratis

Langkah Prabowo ini dinilai Zulhas sangat sejalan dengan tantangan baru yang harus dihadapi pemerintah. Salah satu program unggulan yang akan segera berjalan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang direncanakan akan bergulir hingga tahun depan. Program ini bukan main-main, melibatkan 82,9 juta penerima manfaat yang membutuhkan pasokan telur, ayam, dan beras secara berkelanjutan.

Bayangkan saja, jutaan orang akan bergantung pada pasokan pangan yang stabil dan terjamin kualitasnya setiap hari. Ini tentu membutuhkan perencanaan yang matang, logistik yang kuat, dan produksi yang masif. Kebutuhan pasokan sebesar itu menuntut respons cepat dari pemerintah untuk membuka lahan-lahan baru dan meningkatkan produksi pangan dalam artian luas.

Zulhas mengakui bahwa tantangan ini tidak mudah, namun ia optimistis. Dengan pengalaman surplus beras yang sudah tercapai dalam satu tahun terakhir, ia yakin komoditas pangan lainnya juga bisa menyusul. Kuncinya adalah keseriusan dan koordinasi yang kuat antarlembaga terkait.

Pentingnya Visi dan Mindset yang Sama

Pergantian kepemimpinan di Bapanas, menurut Zulhas, harus diikuti dengan kesamaan visi dan cara pandang antarinstansi. Ia menekankan bahwa perubahan struktur dan sistem kerja memang tidak mudah, terutama dalam menyatukan mindset di seluruh jajaran pemerintah. Namun, hal ini mutlak diperlukan agar semua pihak bisa bergerak dalam satu irama.

"Beban kita karena merubah dari yang lama dengan yang baru, termasuk mindset itu tidak mudah," ujar Zulhas. Oleh karena itu, ia menyerukan agar semua pihak segera bekerja sama, membangun soliditas, dan memiliki satu visi serta satu misi yang sama. Ini bukan hanya tentang jabatan, tapi tentang bagaimana seluruh birokrasi bisa selaras demi kepentingan rakyat.

Zulhas menegaskan filosofi penting dalam pemerintahan: "Karena yang berdaulat itu presiden, kita itu pembantu presiden." Artinya, semua jajaran di bawah presiden harus satu arah, satu garis perjuangan untuk mencapai target yang sudah ditetapkan. Tidak boleh ada ego sektoral atau perbedaan pandangan yang menghambat tercapainya tujuan besar negara.

Siapa Saja yang Terlibat dalam Perombakan Ini?

Pencopotan Arief Prasetyo Adi dari Kepala Bapanas tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 116/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Pangan Nasional. Keputusan ini ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo pada 9 Oktober. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa Arief akan diberikan tugas baru di posisi lain, menunjukkan bahwa ini adalah bagian dari restrukturisasi yang lebih besar.

Arief Prasetyo Adi sendiri telah menjabat sebagai Kepala Bapanas sejak 21 Februari 2022, pada masa pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo. Selama kepemimpinannya, Bapanas telah meletakkan dasar-dasar penting dalam tata kelola pangan nasional. Kini, estafet kepemimpinan diserahkan kepada Amran Sulaiman, yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Pertanian. Penunjukan Amran diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat antara sektor produksi pertanian dan kebijakan pangan nasional.

Amran Sulaiman, dengan pengalamannya yang luas di Kementerian Pertanian, diharapkan mampu membawa Bapanas ke level selanjutnya. Keberadaannya di dua posisi strategis ini bisa menjadi kunci untuk mempercepat implementasi kebijakan pangan, mulai dari hulu (produksi) hingga hilir (distribusi dan stabilisasi harga). Ini adalah langkah berani yang menunjukkan komitmen serius pemerintah terhadap ketahanan pangan.

Apa Artinya Ini untuk Ketahanan Pangan Nasional?

Perombakan ini memiliki implikasi besar bagi masa depan ketahanan pangan Indonesia. Dengan Amran Sulaiman yang kini memegang kendali di Kementerian Pertanian dan Bapanas, diharapkan koordinasi antara produksi dan kebijakan pangan akan jauh lebih efektif. Ini bisa berarti percepatan dalam pembukaan lahan baru, peningkatan produktivitas petani, serta stabilisasi harga pangan di pasar.

Bagi masyarakat, khususnya para penerima program Makan Bergizi Gratis, keputusan ini membawa harapan akan pasokan pangan yang lebih terjamin. Ketersediaan telur, ayam, dan beras yang berkelanjutan akan menjadi prioritas utama. Sementara itu, bagi para petani, sinergi ini bisa berarti dukungan yang lebih kuat dari pemerintah, baik dalam hal kebijakan maupun bantuan teknis.

Singkatnya, pergantian kepemimpinan di Bapanas ini adalah sinyal kuat dari Presiden Prabowo bahwa sektor pangan adalah prioritas utama. Ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan upaya fundamental untuk memastikan Indonesia memiliki fondasi pangan yang kokoh, mandiri, dan mampu memenuhi kebutuhan seluruh rakyatnya, demi masa depan yang lebih sejahtera.

banner 325x300