Drama Korea ‘Tempest’ sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar, bukan hanya karena alur ceritanya yang menegangkan, tetapi juga karena kontroversi dialog yang menyinggung China. Setelah penayangan episode terakhirnya pada 1 Oktober, penulis naskah Chung Seo-kyung akhirnya angkat bicara untuk mengklarifikasi situasi yang sempat membuat geger tersebut.
Didampingi produser ‘Tempest’, Kim Hee-won, Chung Seo-kyung mengaku telah mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan untuk maju ke publik. Ia merasa perlu menjelaskan maksud di balik dialog yang telah menimbulkan reaksi keras dari sebagian penonton, terutama dari warga China.
Kontroversi yang Mengguncang ‘Tempest’
Pecahnya kontroversi ini bermula dari penayangan episode 5 ‘Tempest’. Dalam adegan tersebut, karakter Seo Mun-ju yang diperankan oleh aktris papan atas Jun Ji-hyun, mempertanyakan sikap China dalam eskalasi politik di Semenanjung Korea. Dialog yang menjadi pemicu masalah adalah ketika Seo Mun-ju berkata, "Kenapa China lebih ingin perang? Bom nuklir bisa saja jatuh di dekat perbatasan."
Adegan tersebut, yang menampilkan karakter utama mengutarakan pandangan sensitif mengenai geopolitik, dengan cepat menyebar di dunia maya. Klip dialog itu sontak memicu reaksi keras dari warga China yang menonton drama tersebut. Mereka mengkritik adegan itu dan menilainya sebagai penghinaan terhadap China, menyebabkan Jun Ji-hyun ikut menghadapi gelombang kecaman.
Penulis Naskah Angkat Bicara: Bukan Niat Menyinggung
Setelah drama ‘Tempest’ menayangkan episode terakhirnya, Chung Seo-kyung akhirnya merasa perlu untuk memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa naskah tersebut sama sekali tidak ditulis dengan tujuan menyinggung negara atau pihak mana pun. Niatnya murni untuk membangun narasi fiksi yang kompleks.
"Mereka yang telah menonton drama ini pasti tahu bahwa drama ini tidak benar-benar membahas dunia nyata," tutur Chung Seo-kyung pada Kamis (2/10), seperti diberitakan Korea JoongAng Daily. Ia menjelaskan bahwa ‘Tempest’ lebih seperti kisah fiksi ilmiah yang berlatar dunia imajiner, bukan representasi langsung dari realitas politik global.
Fiksi Ilmiah, Bukan Realita Politik
Chung menambahkan, "Saya tidak mencoba menggambarkan negara tertentu. Bahkan, jika saya bisa, saya akan memberi setiap negara nama yang berbeda." Namun, ia mengakui bahwa hal itu akan membutuhkan terlalu banyak penjelasan dan berpotensi mengurangi rasa realisme dalam cerita. Oleh karena itu, ia terpaksa menerima latar yang ada saat ini.
Lebih lanjut, Chung Seo-kyung menekankan bahwa ‘Tempest’ adalah sebuah kisah fiksi ilmiah yang berlatar dunia imajiner. Ia ingin melewatkan dua hal saat menciptakan dunia fiksi itu: posisi internasional Korea dan perang. Menurutnya, drama ini bertujuan untuk menyoroti betapa terbatasnya kekuatan Korea dalam hubungan internasional.
Pesan penting lainnya adalah bagaimana perang bisa terjadi bahkan tanpa niat atau peran langsung dari suatu negara. "Terkadang perang dapat dipicu oleh negara lain karena urusan dalam negeri mereka, perubahan informasi, atau bagaimana suatu peristiwa ditafsirkan," jelas Chung. Ia ingin mengingatkan penonton tentang hal-hal ini dan menunjukkan pengaruh yang dapat dimiliki oleh protagonis dalam situasi tersebut.
Beban di Pundak Jun Ji-hyun dan Respon Sang Aktris
Sebagai penulis, Chung Seo-kyung mengaku sangat merasa bersalah karena dialog yang ia tulis membuat Jun Ji-hyun ikut terseret dalam kontroversi. Reputasi seorang aktris bisa terpengaruh secara signifikan oleh isu semacam ini, dan Chung merasakan beban moral yang berat.
Namun, ia sangat berterima kasih kepada Jun Ji-hyun yang menghadapi situasi ini dengan tenang dan profesional. "Ini cerita fiksi dan Jun Ji-hyun sangat memahami hal itu," ungkap Chung. Sang aktris bahkan memberikan dukungan moral kepada penulis naskah.
"Ia dengan tenang mengatakan kepada saya, ‘Ini hanya fiksi dan orang-orang pada akhirnya akan mengerti bahwa ini hanya kesalahpahaman.’ Itu sungguh sangat berarti bagi saya," kenang Chung. Respon positif dari sang aktris ini sangat berarti bagi Chung, memberinya kekuatan di tengah badai kritik dan menunjukkan profesionalisme Jun Ji-hyun dalam memisahkan peran fiksi dari realitas.
‘Tempest’: Lebih dari Sekadar Drama Politik Biasa
Terlepas dari kontroversi yang menyertainya, ‘Tempest’ sendiri menawarkan narasi yang kompleks dan menarik. Drama ini dipastikan sebagai karya fiksi yang mengeksplorasi beragam topik politik internasional seputar Korea Selatan, Korea Utara, dan Amerika Serikat. Menggambarkan isu-isu sensitif ini dalam bentuk fiksi merupakan tantangan besar bagi Chung Seo-kyung.
Drama sembilan episode ini mengisahkan Mun-ju (Jun Ji-hyun), seorang mantan duta besar PBB dengan reputasi internasional yang terpandang. Ia menjadi calon presiden setelah suaminya, yang juga calon presiden, dibunuh secara misterius. Mun-ju kemudian menyelidiki kasus tersebut, bersama San-ho (Gang Dong-won), seorang tentara bayaran misterius berkebangsaan tak dikenal yang bertugas melindunginya.
Bersama-sama, mereka menghadapi kebenaran yang mengancam stabilitas Semenanjung Korea. Dengan latar belakang politik internasional yang melibatkan Korea Selatan, Korea Utara, dan Amerika Serikat, ‘Tempest’ mengeksplorasi isu-isu sensitif dengan pendekatan fiksi. Bagi kamu yang penasaran ingin menyaksikan drama ini dan memahami konteks dialog kontroversial tersebut secara utuh, ‘Tempest’ dapat ditonton di Disney+ Hotstar.


















